Imbauan Hemat LPG dari Menteri ESDM Tuai Respons Pedagang: Kalau Diirit Bisa Kacau Jualannya!

Vania Rossa

Jum'at, 27 Maret 2026 | 17:47 WIB
Imbauan Hemat LPG dari Menteri ESDM Tuai Respons Pedagang: Kalau Diirit Bisa Kacau Jualannya!
Ilustrasi pedagang gorengan. (Suara.com/Dinda Pramesti K)
baca 10 detik
  • Menteri ESDM mengimbau masyarakat berhemat LPG akibat konflik Timur Tengah, namun pedagang meragukan penerapannya.
  • Pedagang kecil di Jakarta Barat kesulitan menerapkan himbauan hemat gas karena kebutuhan operasional usaha yang tinggi.
  • Pelaku usaha mengharapkan pemerintah fokus menstabilkan harga energi daripada mengeluarkan imbauan penghematan energi.

Suara.com - Memanasnya konflik di Timur Tengah memicu kekhawatiran akan krisis energi global, termasuk dampaknya terhadap Indonesia. Menyikapi hal ini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan energi, salah satunya dengan hemat LPG saat memasak.

Namun, imbauan tersebut tak sepenuhnya mudah diterapkan oleh pelaku usaha kecil di lapangan. Bagi mereka, penggunaan energi—khususnya gas LPG—bukan sekadar kebutuhan rumah tangga, melainkan bagian vital dari operasional usaha sehari-hari.

Saiful, pedagang "Cimol Kentang Meruya" di Jakarta Barat, menjadi salah satu yang mempertanyakan relevansi imbauan tersebut. Ia mengaku kesulitan memahami bagaimana penghematan gas bisa diterapkan dalam aktivitas berdagang.

"Aneh banget nyoba (hemat gas). Masa sih?" ujar Saiful saat berbincang dengan suara.com, Jumat (27/3/2026).

Dalam siaran YouTube Kementerian ESDM, Bahlil sebelumnya menekankan pentingnya penggunaan energi secara bijak. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak membiarkan kompor tetap menyala jika masakan sudah matang, sebagai upaya menekan konsumsi LPG bersubsidi.

"Saya memohon, menyarankan agar ayok, kita harus memakai energi dengan bijak. Yang tidak perlu, saya sarankan jangan. Contoh, katakanlah, kalau masak pakai LPG, kalau masakannya udah masak, jangan kompornya boros," ucap Bahlil pada Kamis, 26 Maret 2026.

Bagi Saiful, konsep tersebut sulit diterapkan dalam praktik usaha gorengan. Ia menjelaskan bahwa aktivitas memasaknya sangat bergantung pada ritme pembeli. Dalam sehari, ia bisa menghabiskan satu hingga tiga tabung LPG 3 kilogram demi menjaga kualitas dagangan tetap hangat dan renyah.

"Ya, pasti bakal kacau. Kalau buat sistem jualan kalau gas LPG-nya diirit-iritin," tegas Saiful.

Menurutnya, intensitas penggunaan api tidak bisa ditekan secara sepihak karena mengikuti permintaan pasar. Semakin ramai pembeli, semakin besar pula kebutuhan gas yang digunakan.

baca juga

"Kalau dalam praktik mungkin nggak bakal bisa. Karena yang namanya jualan kan mencari untung. Kalau dikurangin gasnya ya otomatis sulit gitu kalau orang yang goreng-goreng," tambahnya.

Saiful juga menilai, pelaku usaha kecil pada dasarnya sudah menggunakan gas secara efisien sesuai kebutuhan. Mengurangi penggunaan di luar batas tersebut justru berpotensi menurunkan kualitas produk yang dijual.

"Nggak punya pilihan sih. Emang udah sistemnya kayak gini kalau orang jualan ya risikonya. Gas habis harus segini, segini gitu," kata Saiful lagi.

Di tengah situasi global yang tidak menentu, Saiful berharap pemerintah lebih fokus menjaga stabilitas harga bahan pokok dan energi, dibandingkan sekadar mengimbau penghematan yang sulit diterapkan di lapangan.

"Stabilin aja. (Harapannya) ya tetep seperti biasa nggak usah dikurangi, nggak usah dihemat-hematin," pungkasnya.

Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ramai Imbauan Hemat LPG, Kenali 7 Penyebab Gas di Rumah Cepat Habis

Ramai Imbauan Hemat LPG, Kenali 7 Penyebab Gas di Rumah Cepat Habis

Lifestyle | Jum'at, 27 Maret 2026 | 14:55 WIB

Hemat Gas LPG, Ini 5 Rekomendasi Kompor Listrik Low Watt untuk Rumah Tangga

Hemat Gas LPG, Ini 5 Rekomendasi Kompor Listrik Low Watt untuk Rumah Tangga

Lifestyle | Jum'at, 27 Maret 2026 | 10:45 WIB

Bahlil Ingatkan Jangan Boros LPG, Ini 5 Cara Hemat Gas yang Bisa Dicoba di Rumah

Bahlil Ingatkan Jangan Boros LPG, Ini 5 Cara Hemat Gas yang Bisa Dicoba di Rumah

Lifestyle | Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:02 WIB

Terkini

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:28 WIB

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:18 WIB

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:12 WIB