Sebut Kemenlu Tak Punya Taji, Pengamat UGM Kritik Lemahnya Posisi Tawar RI di Selat Hormuz

Dwi Bowo Raharjo, Hiskia Andika Weadcaksana

Senin, 30 Maret 2026 | 10:40 WIB
Sebut Kemenlu Tak Punya Taji, Pengamat UGM Kritik Lemahnya Posisi Tawar RI di Selat Hormuz
Foto: Selat Hormuz yang berada di antara Iran, Qatar dan Uni Emirat Arab. [Google Maps]
baca 10 detik
  • Pengamat UGM mengkritik Kemenlu atas kegagalan diplomasi kapal tanker Indonesia tertahan di Selat Hormuz.
  • Keanggotaan Indonesia dalam inisiatif Board of Peace dinilai memperjelas posisi berpihak pada Amerika Serikat di mata Iran.
  • Disarankan pemerintah melibatkan tokoh alternatif seperti Jusuf Kalla untuk meyakinkan Iran melalui pendekatan kemanusiaan.

Suara.com - Pengamat Kebijakan Hubungan Internasional Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM), Dafri Agussalim, mengkritik keras kinerja Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI terkait nasib kapal tanker Indonesia yang hingga kini belum bisa melintasi Selat Hormuz.

Selain diplomasi yang dianggap lemah, tertahannya kapal tanker di Selat Hormuz dinilai merupakan dampak langsung dari kebijakan luar negeri Indonesia yang bergabung dalam Board of Peace (BoP), sebuah inisiatif era Donald Trump yang memicu sentimen negatif dari pihak Iran.

Dafri menyebut bergabungnya Indonesia ke BoP sebagai langkah yang memperjelas posisi Indonesia di tengah rivalitas Amerika Serikat dan Iran.

"Ya, bergabungnya kita di BOP itu, itu memperjelas ya posisi Indonesia dalam konteks, rivalitas Amerika dan negara seperti Iran. Kita berarti dilihat oleh Iran sebagai negara yang berada di kubu Amerika. Itu sebabnya tanker kita itu tidak bisa lewat Selat Hormuz," kata Dafri, saat dihubungi, Senin (30/3/2026).

Lebih lanjut, Dafri menyentil Kemenlu yang dianggap tidak memiliki kemampuan untuk memitigasi dampak dari salah langkah kebijakan internasional tersebut.

Ketidakmampuan diplomasi formal ini menyebabkan Indonesia terjebak dalam pusaran konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Melihat kebuntuan yang dihadapi kementerian, Dafri menyarankan pemerintah untuk segera menggandeng figur alternatif di luar pemerintahan seperti mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

Sosok JK dinilai memiliki kapasitas untuk meyakinkan pemimpin Iran melalui pendekatan religiusitas dan kemanusiaan, hal yang menurutnya gagal dilakukan oleh jajaran diplomat di Kemenlu.

"Diperlukan figur yang bisa meyakinkan Iran bahwa kita itu sebenarnya tidak seburuk yang dipersepsikan, maksudnya berada di pihak Amerika itu tidak. Kita tetap pro-Palestina dan seterusnya gitu, kita menyayangkan waktu itu (agresi). Nah figur itu yang sekarang itu belum kelihatan gitu siapa," tuturnya.

baca juga

"Menteri luar negeri kita coba lihat itu, tidak punya kemampuan saya kira untuk melakukan itu. Mungkin Pak JK (Jusuf Kalla) ya salah satunya, atau mungkin tokoh-tokoh ormas-ormas yang lain yang bisa meyakinkan pemimpin Iran gitu," katanya menambahkan.

Pihaknya mengingatkan bahwa dalam sejarah diplomasi Indonesia, peran tokoh masyarakat seringkali lebih efektif dalam mencairkan konflik antarnegara dibanding jalur birokrasi.

Ia merujuk pada masa konflik "Ganyang Malaysia" di mana tokoh non-pemerintah berhasil memulihkan hubungan diplomatik yang sempat buntu.

Apalagi melihat belum lama ini ada kunjungan oleh Duta Besar Iran kepada Jusuf Kalla. Hal itu dianggap sebagai sinyal kuat bahwa pihak asing mencari jalur komunikasi alternatif.

Namun, Dafri melihat pemerintah masih menutup mata terhadap peluang kolaborasi ini demi menyelamatkan kepentingan nasional di Selat Hormuz.

"Kemarin kan kita perhatikan misalnya Dubes Iran mengunjungi JK dan seterusnya. Itu tandanya apa? Mungkin kepercayaan terhadap seorang figur JK itu jauh lebih besar dibanding kepada pejabat-pejabat yang terkait, termasuk dari Kemenlu," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Misteri Kapal Tanker Iran yang Ditahan di Indonesia, Bagaimana Statusnya Kini?

Misteri Kapal Tanker Iran yang Ditahan di Indonesia, Bagaimana Statusnya Kini?

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 06:53 WIB

Ancaman Selat Hormuz, RI Mulai Telusuri Sumber Minyak Selain Timur Tengah

Ancaman Selat Hormuz, RI Mulai Telusuri Sumber Minyak Selain Timur Tengah

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:38 WIB

Iran Buka Jalur Kemanusiaan di Selat Hormuz Meski Blokade Masih Berlaku

Iran Buka Jalur Kemanusiaan di Selat Hormuz Meski Blokade Masih Berlaku

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 11:05 WIB

Sempat Tertahan, Kapal RI Kini Bisa Lewat Selat Hormuz? Ini Update Terbarunya

Sempat Tertahan, Kapal RI Kini Bisa Lewat Selat Hormuz? Ini Update Terbarunya

Lifestyle | Minggu, 29 Maret 2026 | 11:00 WIB

Terkini

Ada Bukti CCTV! Korban Pencurian di Jakpus Protes Kasus Malah Dihentikan Polisi

Ada Bukti CCTV! Korban Pencurian di Jakpus Protes Kasus Malah Dihentikan Polisi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 09:21 WIB

Gugat Polisi dan Jaksa di Kasus Ijazah Jokowi! Roy Suryo Jalani Sidang Praperadilan Hari Ini

Gugat Polisi dan Jaksa di Kasus Ijazah Jokowi! Roy Suryo Jalani Sidang Praperadilan Hari Ini

News | Senin, 29 Juni 2026 | 09:02 WIB

Media Iran Terang-terangan Sebut Teheran Tak Punya Pilihan Perlu Bangun Senjata Nuklir

Media Iran Terang-terangan Sebut Teheran Tak Punya Pilihan Perlu Bangun Senjata Nuklir

News | Senin, 29 Juni 2026 | 08:38 WIB

Gambir Siaga! 1.045 Polisi Kawal Demo Mahasiswa Paniai dan Front Anti Militerisme

Gambir Siaga! 1.045 Polisi Kawal Demo Mahasiswa Paniai dan Front Anti Militerisme

News | Senin, 29 Juni 2026 | 08:36 WIB

Iran Serukan Negara Tetangga Blokir Pesawat Tempur Asing Demi Kedamaian di Timur Tengah

Iran Serukan Negara Tetangga Blokir Pesawat Tempur Asing Demi Kedamaian di Timur Tengah

News | Senin, 29 Juni 2026 | 08:21 WIB

Evakuasi Berjam-jam Pakai Alat Berat, Balita di Tebet Tewas Terperosok Lubang Proyek 4 Meter

Evakuasi Berjam-jam Pakai Alat Berat, Balita di Tebet Tewas Terperosok Lubang Proyek 4 Meter

News | Senin, 29 Juni 2026 | 08:09 WIB

Amerika: Perdamaian AS - Iran Tidak Batal, Meski Ada Baku Tembak

Amerika: Perdamaian AS - Iran Tidak Batal, Meski Ada Baku Tembak

News | Senin, 29 Juni 2026 | 07:45 WIB

Hari Ini! MK Putuskan Nasib UU Polri hingga Gugatan Peradilan Militer

Hari Ini! MK Putuskan Nasib UU Polri hingga Gugatan Peradilan Militer

News | Senin, 29 Juni 2026 | 07:39 WIB

Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Perdamaian Iran - AS Terancam Batal Total

Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Perdamaian Iran - AS Terancam Batal Total

News | Senin, 29 Juni 2026 | 07:30 WIB

Anak Buah Donald Trump: Iran dan AS Akan Hentikan Serangan Sementara Waktu

Anak Buah Donald Trump: Iran dan AS Akan Hentikan Serangan Sementara Waktu

News | Senin, 29 Juni 2026 | 07:20 WIB

×