Iran Hantam Pembangkit Listrik Kuwait, Pekerja Tewas Akibat Balas Dendam Kepada Amerika Dan Israel

Pebriansyah Ariefana

Senin, 30 Maret 2026 | 11:45 WIB
Iran Hantam Pembangkit Listrik Kuwait, Pekerja Tewas Akibat Balas Dendam Kepada Amerika Dan Israel
Rudal Iran
baca 10 detik
  • Iran menyerang pembangkit listrik Kuwait hingga menewaskan seorang pekerja warga negara India.

  • Agresi tersebut merupakan aksi balas dendam atas kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei.

  • Pasukan Quds bersumpah akan terus menyerang kepentingan Amerika Serikat sampai musuh mereka kalah.

Suara.com - Perang konflik di Timur Tengah kini menyasar fasilitas publik penting di negara tetangga yang melibatkan kekuatan besar.

Sebuah instalasi penyedia energi dan pengolahan air bersih di Kuwait menjadi sasaran serangan udara militer Iran.

Insiden berdarah ini dikonfirmasi telah merenggut nyawa seorang tenaga kerja migran yang berasal dari India.

Selain memakan korban jiwa, ledakan tersebut meruntuhkan struktur bangunan yang menjadi pusat layanan dasar bagi masyarakat.

Juru bicara kementerian terkait memberikan keterangan resmi mengenai besarnya dampak kerusakan fisik yang terjadi di lokasi.

"Sebuah bangunan layanan di pembangkit listrik dan pabrik desalinasi air diserang sebagai bagian dari agresi Iran terhadap Negara Kuwait," kata juru bicara Kementerian Energi Kuwait Fatima Abbas Jawhar Hayat dilansir AFP, Senin (30/3/2026).

Fatima menegaskan bahwa gempuran tersebut secara spesifik menghancurkan infrastruktur yang sangat krusial bagi kehidupan warga.

Langkah ofensif ini menambah daftar panjang rangkaian agresi militer yang dilakukan Teheran terhadap wilayah kedaulatan Kuwait.

Sebelum insiden terbaru ini, tercatat sudah ada belasan orang yang kehilangan nyawa akibat rentetan serangan serupa.

baca juga

Tindakan keras tersebut diklaim sebagai bentuk respon balik Iran atas tekanan militer Amerika Serikat serta Israel.

Fokus serangan Iran berulang kali diarahkan pada titik-titik yang menjadi basis atau pangkalan militer Amerika.

Belum lama ini, Bandara Internasional Kuwait juga menjadi sasaran tembak yang mengakibatkan kerugian materiil yang sangat besar.

Situasi keamanan di kawasan tersebut kian tidak menentu seiring meningkatnya intensitas serangan udara dalam sebulan terakhir.

Setiap ledakan yang terjadi selalu membawa dampak luas bagi mobilitas dan pelayanan publik di negara kaya minyak itu.

Ketegangan ini bermula dari iklim politik yang memanas antara poros Iran dengan sekutu barat di wilayah tersebut.

Pada hari Rabu (11/3), Pasukan Quds dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menjanjikan pembalasan tanpa henti atas serangan Amerika Serikat dan Israel yang terus berlanjut.

Quds bersumpah untuk "membuka pintu api bagi mereka dan tidak akan berhenti sampai musuh dikalahkan."

Unit elit militer Iran tersebut menganggap serangan blok Amerika-Israel sebagai tindakan ilegal yang melanggar norma internasional.

Dasar utama dari kemarahan besar ini adalah peristiwa tragis yang menimpa pucuk pimpinan tertinggi negara mereka.

Agresi militer pada akhir Februari lalu telah menyebabkan kematian tokoh sentral revolusi Iran beserta pejabat tinggi lainnya.

Mereka menekankan bahwa serangan tersebut telah menyebabkan wafatnya Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei serta sejumlah pejabat senior Iran dan warga sipil Iran.

Pasukan Quds yang merupakan unit elit paling terkenal dari IRGC tersebut bersumpah, "Kami akan membuka pintu api bagi mereka dan tidak akan berhenti sampai musuh dikalahkan."

Pernyataan itu memperingatkan bahwa "musuh harus tahu bahwa hari-hari kenyamanan mereka telah berakhir, dan bahwa mereka tidak akan aman di mana pun di dunia - bahkan di rumah mereka sendiri."

Iran menegaskan komitmen mereka untuk terus melakukan perlawanan fisik hingga pengaruh lawan benar-benar hilang dari kawasan.

Kelompok elit ini merasa memikul beban untuk menuntut balas atas setiap tetes darah para martir mereka.

Melalui pesan tersebut, Iran mengirimkan sinyal perang terbuka kepada siapa pun yang mendukung agenda Amerika-Israel.

Dunia internasional kini menyoroti bagaimana Kuwait terjepit di tengah perseteruan dua kekuatan besar yang saling serang.

Langkah pembalasan ini diprediksi akan terus berlanjut selama Iran merasa kedaulatan dan kehormatan mereka dilecehkan.

Keselamatan warga sipil dan pekerja asing di Timur Tengah kini berada dalam bayang-bayang ancaman militer yang nyata.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AS-Israel Bongkar Kebohongan Sendiri usai Serang Kampus Iran, Isu Nuklir Cuma Bualan

AS-Israel Bongkar Kebohongan Sendiri usai Serang Kampus Iran, Isu Nuklir Cuma Bualan

News | Senin, 30 Maret 2026 | 11:23 WIB

Di Tengah Perang dengan Iran, AS dan Israel Bahas Pangkalan Militer Baru

Di Tengah Perang dengan Iran, AS dan Israel Bahas Pangkalan Militer Baru

News | Senin, 30 Maret 2026 | 11:23 WIB

Harga BBM Naik, Transportasi Umum di Australia Gratis

Harga BBM Naik, Transportasi Umum di Australia Gratis

News | Senin, 30 Maret 2026 | 11:17 WIB

Terkini

Puan Tak Ikut Sambut Prabowo di DPR, Baru Tiba saat Presiden Sudah di Dalam

Puan Tak Ikut Sambut Prabowo di DPR, Baru Tiba saat Presiden Sudah di Dalam

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:54 WIB

Jokowi Hadir, Megawati Dipastikan Absen di Sidang Tahunan MPR dan Upacara HUT ke-81 RI di Istana

Jokowi Hadir, Megawati Dipastikan Absen di Sidang Tahunan MPR dan Upacara HUT ke-81 RI di Istana

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:51 WIB

3 Orang Tewas saat Banjir Besar di Chiba Jepang, Hujan Ekstrem Kepung Pinggiran Tokyo

3 Orang Tewas saat Banjir Besar di Chiba Jepang, Hujan Ekstrem Kepung Pinggiran Tokyo

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:51 WIB

Hilirisasi Ubi Kayu Mulai Berjalan, Tak Hanya Buat Pangan, Tapi untuk Bioetanol

Hilirisasi Ubi Kayu Mulai Berjalan, Tak Hanya Buat Pangan, Tapi untuk Bioetanol

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:50 WIB

Jelang Pidato Prabowo, Investor Bisa Lirik Saham-saham Ini

Jelang Pidato Prabowo, Investor Bisa Lirik Saham-saham Ini

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:45 WIB

Sampo Cultusia Black Hair, Ampuh Hitamkan Uban Rambut Dalam Sekali Keramas

Sampo Cultusia Black Hair, Ampuh Hitamkan Uban Rambut Dalam Sekali Keramas

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:45 WIB

Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan

Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:44 WIB

Sosok Mantan Napiter Bom Bali 1 Jack Harun, Sekarang Dikenal Sebagai Akademisi Bergelar Magister

Sosok Mantan Napiter Bom Bali 1 Jack Harun, Sekarang Dikenal Sebagai Akademisi Bergelar Magister

Surakarta | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:44 WIB

Gibran Pilih Naik Maung Pindad ke Sidang Tahunan MPR, Kontras dengan Jokowi yang Pakai BMW Listrik

Gibran Pilih Naik Maung Pindad ke Sidang Tahunan MPR, Kontras dengan Jokowi yang Pakai BMW Listrik

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:43 WIB

Apakah Skin Tint Wajib Diset Pakai Bedak Tabur? Ini 5 Tipsnya agar Awet

Apakah Skin Tint Wajib Diset Pakai Bedak Tabur? Ini 5 Tipsnya agar Awet

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:40 WIB

×