Nyamar Tanpa Lencana dan Pelat RI 1, Blusukan Prabowo di Bantaran Rel Kasih Solusi atau Pencitraan?

Erick Tanjung | Novian Ardiansyah | Suara.com

Senin, 30 Maret 2026 | 15:15 WIB
Nyamar Tanpa Lencana dan Pelat RI 1, Blusukan Prabowo di Bantaran Rel Kasih Solusi atau Pencitraan?
Ilustrasi blusukan senyap Presiden Prabowo Subianto ke bantaran rel Senen, Jakarta Pusat. [Suara.com/Syahda]
  • Prabowo blusukan senyap, janjikan hunian layak bagi warga pinggir rel Senen.
  • Warga miskin kota harapkan janji presiden untuk pindah dari bantaran rel.
  • Gaya blusukan Prabowo dinilai lebih fokus pada solusi nyata daripada pencitraan politik.

Suara.com - Di antara deru kereta api yang melintas, Presiden Prabowo Subianto berjalan kaki menelusuri pinggiran rel di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Tanpa protokoler ketat, ia hadir di tengah masyarakat, membawa satu janji yang telah lama menjadi asa bagi mereka; hunian baru yang layak.

KUNJUNGAN ini serba mendadak. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan, keinginan Prabowo untuk melihat langsung kehidupan warga bantaran rel muncul tiba-tiba.

Saking mendadaknya, Prabowo bahkan enggan kedatangannya diketahui banyak pihak. Ia memilih jalan senyap, tanpa iring-iringan RI 1, bahkan tanpa lencana kepresidenan di kemejanya.

"Ya dadakan dan mau nyamar rencananya," kata Teddy, yang turut serta dalam blusukan pada Kamis (26/3/2026).

Mengenakan kemeja biru dan topi cokelat, Prabowo menyusuri pinggiran rel saat kereta melintas di sisinya. Warga yang terkejut segera menghampiri untuk bersalaman dan berswafoto. Bagi mereka, kehadiran orang nomor satu di Indonesia di tengah pemukiman mereka adalah sebuah kejutan yang tak terduga.

Seger, seorang ibu yang telah lama tinggal di sana, tak kuasa menahan haru.

"Saya seneng banget ya. Seumur-umur dari saya kecil tinggal di sini, belum pernah Presiden datang ke sini. Jadi pas datang ke sini rasanya seneng banget. Bapak sudah berikan aku rezeki," ujarnya emosional.

Infografis blusukan senyap Presiden Prabowo Subianto ke bantaran rel Senen, Jakarta Pusat. [Suara.com/Syahda]
Infografis blusukan senyap Presiden Prabowo Subianto ke bantaran rel Senen, Jakarta Pusat. [Suara.com/Syahda]

Jeritan Ekonomi Warga Bantaran Rel

Di balik kebahagiaan sesaat itu, tersimpan harapan besar akan janji yang dibawa sang presiden. Seger menuturkan, tempat tinggal yang lebih layak sudah menjadi impian warga sejak lama. Ia dan tetangganya berharap bisa pindah ke rumah susun, jauh dari bahaya bantaran rel.

Namun, keinginan itu selalu terbentur tembok keterbatasan ekonomi.

"Karena saya pencahariannya ngamen. Jadi kalau buat kontrak saya nggak mampu, penghasilan pas-pasan. Kalau buat kontrak nggak bisa bayar, diusir sama yang punya kontrakan. Jadi saya tinggal di sini, saya pertahanin," kata Seger pasrah.

Kisah serupa datang dari Wawan, warga lain yang juga menggantungkan hidupnya dari mengamen. Ia, yang sudah tinggal di kawasan itu sejak kecil, tahu betul bahwa menempati tanah negara adalah hal yang terlarang. Tapi, tak ada pilihan lain.

“Kalau aktivitas saya ngamen. Dari saya kecil, dari cerita nenek buyut saya juga sudah tinggal di sini. Kalau dibilang boleh sih, sebenarnya nggak boleh. Tapi kami tinggal di sini,” kata Wawan.

Kini, melalui kehadiran dan janji Prabowo, asa Seger, Wawan, dan ratusan warga lainnya untuk hijrah dari bantaran rel kembali menyala.

“Kami minta tolong bantu tempat tinggal biar kita (tinggal dengan) layak. Terima kasih,” ucap Wawan penuh harap.

Janji yang Langsung Dijalankan

Janji itu tak dibiarkan menguap. Tanpa menunggu hari berganti, pada malam yang sama, Prabowo langsung mengumpulkan jajarannya.

Sebagian diberi instruksi langsung, sebagian lagi melalui panggilan telepon, termasuk Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, yang sedang berada di Toba, Sumatra Utara.

Presiden Prabowo Subianto menyambangi kawasan permukiman bantaran rel kereta api di Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis (26/3/2026) sore. [Dok. Biro Pers Istana]
Presiden Prabowo Subianto menyambangi kawasan permukiman bantaran rel kereta api di Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis (26/3/2026) sore. [Dok. Biro Pers Istana]

Menteri Pekerjaan Umum, Dirut Perumnas, dan Dirut KAI turut hadir dalam rapat dadakan itu.

"Hari ini juga tim sudah bergerak untuk menyiapkan proses pembangunan hunian baru yang letaknya tidak jauh dari kawasan asli tinggal mereka," kata Teddy, menegaskan bahwa instruksi Prabowo langsung ditindaklanjuti keesokan harinya.

Gaya blusukan senyap ala Prabowo ini sontak menjadi sorotan dan dibanding-bandingkan dengan gaya pendahulunya, Joko Widodo.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, melihat gaya Prabowo sebagai sebuah pendekatan yang spontan dan minim rekayasa formal. Hal ini membuat kondisi di lapangan yang ia temui terasa lebih autentik.

“Blusukan ala Prabowo layak diapresiasi karena terkesan alamiah. Kegiatan itu dilakukan secara spontan dan mendadak, sehingga situasi lapangan tampak apa adanya, bukan hasil rekayasa atau settingan,” ujar Jamiluddin kepada Suara.com.

Bukan Sekadar Citra

Lebih dari sekadar gaya, Jamiluddin menyoroti hasil konkret dari kunjungan tersebut.

“Prabowo langsung memberikan solusi dengan rencana membangun tempat tinggal bagi warga. Solusi itu merupakan bagian dari hasil blusukan yang bersifat alamiah, bukan sekadar pencitraan sebagaimana yang kerap dilakukan Joko Widodo selama ini,” tuturnya.

Menurutnya, perbedaan paling mencolok terletak pada fokus kegiatan. Prabowo dinilai lebih berkonsentrasi pada pemecahan masalah di tingkat akar rumput ketimbang memaksimalkan dokumentasi untuk kepentingan publikasi citra diri.

Pandangan serupa disampaikan Peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro. Ia mengatakan, Prabowo sedang menjungkirbalikkan pemahaman publik tentang blusukan, yang selama ini identik dengan strategi elektoral.

"Alih-alih menjadikan sebagai media untuk meraih keunggulan elektoral, Prabowo justru memanfaatkan blusukan sebagai sarana untuk melakukan belanja masalah secara langsung dari lapangan, sekaligus merancang kebijakan apa yang harus dilahirkan oleh pemerintah sebagai solusi terbaik," kata Bawono.

Bagi Bawono, dengan mengunjungi pemukiman kumuh di pusat Jakarta, Prabowo tidak sedang mengejar suara, melainkan sedang menunaikan salah satu janji politiknya yang paling fundamental: memastikan setiap keluarga di Indonesia memiliki hunian yang layak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bawa Buku Paradoks Indonesia, Diaspora di Tokyo Ungkap Kesan Haru Bertemu Presiden Prabowo

Bawa Buku Paradoks Indonesia, Diaspora di Tokyo Ungkap Kesan Haru Bertemu Presiden Prabowo

News | Senin, 30 Maret 2026 | 13:36 WIB

Prabowo Kunjungan Kerja ke Jepang, Diaspora Sebut Momentum Emas Produk UMKM Tembus Pasar Global!

Prabowo Kunjungan Kerja ke Jepang, Diaspora Sebut Momentum Emas Produk UMKM Tembus Pasar Global!

News | Senin, 30 Maret 2026 | 12:46 WIB

Momen Hangat Prabowo Bertemu Diaspora Indonesia di Jepang: Bisa Selfie Bareng

Momen Hangat Prabowo Bertemu Diaspora Indonesia di Jepang: Bisa Selfie Bareng

News | Senin, 30 Maret 2026 | 11:49 WIB

Terkini

SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!

SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 16:35 WIB

Israel Jadi Negara Paling Tidak Disukai di Dunia Menurut Survei Global 2026

Israel Jadi Negara Paling Tidak Disukai di Dunia Menurut Survei Global 2026

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:52 WIB

Sadis! Hanya Demi Motor, Pemuda di Karawang Nekat Habisi Nyawa Adik Kelas di Bantaran Citarum

Sadis! Hanya Demi Motor, Pemuda di Karawang Nekat Habisi Nyawa Adik Kelas di Bantaran Citarum

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:52 WIB

Mahfud MD Ungkap Isi Obrolan dengan Jokowi di Kondangan Soimah: Gak Ada Bahas Politik

Mahfud MD Ungkap Isi Obrolan dengan Jokowi di Kondangan Soimah: Gak Ada Bahas Politik

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44 WIB

Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK: Soroti Ancaman Denda Rp500 Juta dan Kontrol Global

Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK: Soroti Ancaman Denda Rp500 Juta dan Kontrol Global

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Siswa SMK Karawang Terancam Hukuman Mati Usai Rencanakan Pembunuhan Adik Kelas

Siswa SMK Karawang Terancam Hukuman Mati Usai Rencanakan Pembunuhan Adik Kelas

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:23 WIB

Polda Metro Jaya Kini Dijabat Jenderal Bintang 3, Asep Edi Suheri Naik Pangkat Jadi Komjen

Polda Metro Jaya Kini Dijabat Jenderal Bintang 3, Asep Edi Suheri Naik Pangkat Jadi Komjen

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:19 WIB

Bos PT Cordelia Bara Utama Ditetapkan  Tersangka Kasus Tambang Ilegal Samin Tan!

Bos PT Cordelia Bara Utama Ditetapkan Tersangka Kasus Tambang Ilegal Samin Tan!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:00 WIB

Brimob dan Tim Perintis Gerebek Balap Liar di Taman Mini, Remaja dan Motor Bodong Diamankan

Brimob dan Tim Perintis Gerebek Balap Liar di Taman Mini, Remaja dan Motor Bodong Diamankan

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:40 WIB

Meski Hirup Udara Bebas, 3 Legislator NTB Tetap Dihantui Status Terdakwa Gratifikasi

Meski Hirup Udara Bebas, 3 Legislator NTB Tetap Dihantui Status Terdakwa Gratifikasi

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:39 WIB