- Presiden Prabowo melakukan kunjungan ke Tokyo, Jepang, yang menimbulkan kesan mendalam bagi diaspora Indonesia.
- Taufik Rahman Akmal, seorang insinyur di Jepang, bertemu langsung Presiden dan merasa sangat bersyukur atas kesempatan langka tersebut.
- Taufik meminta tanda tangan Presiden pada bukunya, "Paradoks Indonesia," sebagai pengingat visi kepemimpinan Prabowo.
Suara.com - Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Tokyo, Jepang, meninggalkan kesan mendalam bagi para diaspora Indonesia.
Salah satu momen emosional dirasakan oleh Taufik Rahman Akmal, seorang engineer sekaligus konsultan di perusahaan kelistrikan Jepang, yang berkesempatan bertatap muka langsung dengan sang Presiden.
Bagi Taufik, pertemuan tersebut adalah momen langka yang sangat ia syukuri. Di tengah ratusan juta penduduk Indonesia, ia merasa beruntung bisa menjadi salah satu yang berinteraksi langsung dengan Kepala Negara.
“Jadi, hari ini pertama kali bertemu langsung dengan Bapak Prabowo Subianto gitu ya, rasanya luar biasa ya. Jadi kenapa luar biasa, karena dari 289 juta orang (penduduk Indonesia) kita bisa punya kesempatan bertemu langsung Presiden kita dan akan menjadi core memory tersendiri untuk saya,” ujar Taufik, Minggu (29/3).
Ada hal menarik dalam pertemuan tersebut. Taufik sengaja membawa buku berjudul Paradoks Indonesia, sebuah karya tulis Prabowo Subianto yang sudah lama ia koleksi. Ia berharap buku tersebut bisa ditandatangani langsung oleh penulisnya yang kini telah menjabat sebagai Presiden.
![Momen kedatangan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Jepang. [Biro Setpres]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/30/69825-momen-kedatangan-presiden-republik-indonesia-prabowo-subianto-di-jepang.jpg)
“Jadi saya memang sudah punya buku ini sejak lama. Pak Presiden saya dengar datang ke sini, jadi saya berinisiatif untuk membawa buku ini dan meminta tanda tangan buku ini sekalian bertemu,” ungkapnya.
Bagi Taufik, buku tersebut bukan sekadar koleksi literatur, melainkan rekam jejak pemikiran Prabowo jauh sebelum memimpin Indonesia. Ia berharap dengan membawa buku itu kembali ke hadapan Prabowo, sang Presiden akan selalu mengingat visi dan cita-cita besar yang telah ia tuliskan untuk bangsa.
“Ini buah pikir dari Pak Prabowo Subianto sejak sebelum menjadi Presiden. Jadi saya harap, dengan saya memperlihatkan buku ini kembali Pak Presiden, ingat gitu apa sih sebenarnya yang ingin dicita-citakan ke depan. Dan semoga bisa lebih baik lagi,” tuturnya.
Menutup pertemuannya, Taufik menyampaikan dukungan dan harapan agar Presiden Prabowo tetap teguh dan semangat dalam mengemban amanah besar memimpin Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.