DPR Minta Operasi Pasukan Perdamaian TNI di Lebanon Dihentikan Sementara Jika Situasi Tak Aman

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:36 WIB
DPR Minta Operasi Pasukan Perdamaian TNI di Lebanon Dihentikan Sementara Jika Situasi Tak Aman
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyampaikan belasungkawa atas gugurnya dua prajurit TNI di Lebanon pada Senin (30/3) karena ranjau.
  • Dave mendesak Mabes TNI dan Kemhan mengevaluasi ulang penugasan, jumlah personel, atau strategi operasi pasukan di UNIFIL.
  • Pihak DPR meminta investigasi mendalam terkait potensi pelanggaran hukum internasional atas penanaman ranjau tersebut.

Suara.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya lagi dua prajurit TNI yang bertugas dalam pasukan Indonesia di bawah naungan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) pada Senin (30/3).

Menurutnya, dilaporkan dua prajurit tersebut tewas akibat ledakan ranjau dahsyat yang disusul dengan serangan bersenjata saat proses evakuasi berlangsung.

"Dengan hati yang amat berat dan sedih, saya menyampaikan belasungkawa kepada dua prajurit TNI yang tewas akibat ranjau. Bahkan ketika mencoba dilakukan evakuasi, mereka tetap dihujani serangan bersenjata," ujar Dave Laksono di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Dave menekankan bahwa meskipun risiko kehilangan nyawa selalu ada di daerah konflik, gugurnya prajurit dalam misi perdamaian adalah hal yang semestinya bisa dihindari. 

Menurutnya, personel TNI dikirim ke wilayah tersebut bukan untuk bertempur dalam perang, melainkan untuk menjaga perdamaian.

Merespons tragedi ini, politisi Partai Golkar tersebut mendesak Mabes TNI dan Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk melakukan evaluasi mendalam dan menyeluruh terhadap keberadaan prajurit Indonesia di Lebanon. 

Ia mempertanyakan apakah jumlah personel perlu dikurangi atau strategi operasinya diubah demi keselamatan.

"Keselamatan prajurit harus diutamakan. Harus ada evaluasi ulang, apakah jumlahnya perlahan dikurangi, atau operasinya diubah menjadi tetap berada di dalam markas saja. Mabes TNI dan Kemhan harus memetakan ulang tugas-tugas di sana," tegasnya.

Ia mencatat bahwa dari total sekitar 5.000 personel pasukan perdamaian PBB di wilayah tersebut, sekitar 800 di antaranya merupakan prajurit TNI. 

baca juga

Mengingat konflik antara Hizbullah dan Israel yang masih terus berkecamuk, Dave meminta ketegasan dari PBB maupun pemerintah Indonesia.

"Jika memang tidak bisa dinyatakan aman, sebaiknya operasi dihentikan terlebih dahulu sampai situasi benar-benar kondusif. Misi militer ini harus diredefinisikan ulang, jelas tugas dan kewajibannya sejauh mana," imbuhnya.

Dave juga menyoroti adanya potensi pelanggaran hukum internasional dalam insiden ledakan ranjau tersebut. 

Ia mendesak adanya investigasi khusus dan mendalam untuk mengetahui siapa pihak yang bertanggung jawab atas penanaman ranjau di jalur patroli pasukan PBB.

"Harus ada investigasi mengapa ini bisa terjadi. Siapa yang menanam ranjau itu? Jika itu adalah perlintasan umum lalu ditanam ranjau, maka itu adalah pelanggaran perang atau war crimes," katanya.

Ia menuntut agar investigasi dilakukan secara terbuka dan melibatkan semua pihak terkait. Hal ini dianggap krusial untuk memastikan keadilan bagi para korban serta menjamin keselamatan prajurit TNI lainnya yang masih bertugas di wilayah konflik tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Indonesia Desak PBB Gelar Rapat Darurat DK

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Indonesia Desak PBB Gelar Rapat Darurat DK

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:18 WIB

Eks Intelijen Bongkar Kejanggalan Kasus Andrie Yunus: Ini Upaya Kudeta Merayap!

Eks Intelijen Bongkar Kejanggalan Kasus Andrie Yunus: Ini Upaya Kudeta Merayap!

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:01 WIB

Pesan Haru Keluarga Andrie Yunus di DPR: Orang Lampung Itu Pelampung Penyelamat Demokrasi

Pesan Haru Keluarga Andrie Yunus di DPR: Orang Lampung Itu Pelampung Penyelamat Demokrasi

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 12:11 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×