Eks Anggota BAIS Bongkar Kejanggalan Kasus Andrie Yunus: Operasi Liar untuk Diskreditkan Presiden

Muhammad Yasir

Selasa, 31 Maret 2026 | 15:31 WIB
Eks Anggota BAIS Bongkar Kejanggalan Kasus Andrie Yunus: Operasi Liar untuk Diskreditkan Presiden
Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra - Mantan Intelijen Negara saat di podcast Forum Keadilan TV. [YouTube]
baca 10 detik
  • Mantan anggota BAIS TNI, Sri Radjasa Chandra, menduga kasus penyiraman Andrie Yunus merupakan operasi liar di luar institusi resmi.
  • Operasi tersebut dinilai tidak memenuhi kaidah intelijen profesional, mengindikasikan lemahnya kontrol internal dan penyalahgunaan aparat.
  • Sri mendorong mekanisme peradilan independen, seperti pengadilan koneksitas, untuk mengusut kasus secara transparan dan objektif.

Suara.com - Mantan anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra mengungkap adanya dugaan operasi liar di balik kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Hal itu diungkap Sri dalam podcast Madilog bertajuk "ANCAMAN DI PEKARANGAN RUMAH PRABOWO' yang diunggah akun YouTube Forum Keadilan TV, Selasa (31/3/2026).

Sri menilai peristiwa penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus tidak mencerminkan operasi intelijen resmi, melainkan indikasi operasi liar di luar kendali institusi.

“Saya mencurigai bahwa ini adalah bukan sepenuhnya operasi militer operasi intelijen... ini adalah operasi liar... rogue operation,” ungkapnya dikutip Suara.com.

Dalam praktik intelijen, Sri menyebut setiap operasi memiliki standar ketat, mulai dari kualitas personel hingga sistem pengamanan. Namun, hal tersebut justru tidak terlihat dalam kasus ini.

“Sudah menyalahi syarat-syarat dan kaidah-kaidah operasi intelijen... kualitas personel, kemudian kerahasiaan tidak ada, pengamanan tidak ada,” katanya.

Menurutnya, kegagalan memenuhi prinsip dasar tersebut menunjukkan bahwa operasi ini tidak dirancang secara profesional dalam kerangka institusional.

Keterlibatan anggota Denma BAIS TNI, lanjut Sri, memunculkan tanda tanya besar karena dinilai tidak sesuai dengan kaidah operasi intelijen. Dalam analisisnya, kondisi ini tidak lepas dari lemahnya kontrol internal serta adanya celah dalam rantai komando.

“Ketika dikatakan bahwa pelakunya adalah anggota Denma BAIS TNI, kemudian di dalam pikiran saya ada tanda tanya besar… Bahwa kemungkinan ini adalah operasi liar ya yang berada di luar garis komando formal,” ujarnya.

baca juga

“Tentunya ada satu kekuatan besar... yang kemudian memanfaatkan petinggi TNI untuk menggunakan BAIS TNI secara tidak sehat, secara liar,” tambah Sri.

Sri juga menyoroti adanya indikasi operasi di luar prosedur resmi yang melibatkan aparat intelijen dan diarahkan untuk membentuk opini publik yang mendiskreditkan Presiden.

“BAIS kecolongan… ada operasi yang di luar format operasi yang dilaksanakan oleh BAIS tapi menggunakan aparat BAIS… kemudian untuk dibuka di hadapan publik dalam rangka mendiskreditkan Presiden,” beber Sri.

Salah satu poin paling krusial yang disampaikan Sri adalah dugaan bahwa operasi tersebut sengaja didesain untuk gagal dan kemudian diangkat ke ruang publik.

“Ada indikasi memang sengaja dibuat gagal... untuk diblow up,” tuturnya.

Ia juga menilai kegagalan yang terlalu mencolok justru menimbulkan kecurigaan bahwa ada motif strategis di baliknya.

“Ini ada unsur kesengajaan pasti nggak mungkinlah operasi intelijen seperti ini ,” pungkasnya.

Dorongan Pengadilan Independen

Untuk memastikan objektivitas, Sri mendorong agar penanganan kasus dilakukan secara terbuka dengan melibatkan mekanisme peradilan yang lebih luas.

“Penyelesaian kasus ini harus dibuka secara transparan... dibuatlah pengadilan koneksitas atau dibentuk tim,” ujarnya.

Ia menilai, kombinasi antara peradilan militer dan sipil penting untuk menjaga independensi proses hukum.

“Perlu ada pengawasan check and balances... jangan dibiarkan sendiri karena memang tadi itu faktor garis komando yang yang membuat nanti lemahnya penegakan hukum di sini,” pungkasnya.

Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Polisi Belum Temukan Keterlibatan Warga Sipil

Kasus Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Polisi Belum Temukan Keterlibatan Warga Sipil

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:05 WIB

Misteri Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, TAUD Identifikasi 16 Pelaku dan Jejak Struktur Komando

Misteri Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, TAUD Identifikasi 16 Pelaku dan Jejak Struktur Komando

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:46 WIB

Sengketa Temuan Kasus Andrie Yunus: Polisi Sebut Tak Ada Sipil, KontraS Ungkap 'Operasi Sadang'

Sengketa Temuan Kasus Andrie Yunus: Polisi Sebut Tak Ada Sipil, KontraS Ungkap 'Operasi Sadang'

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:25 WIB

Terkini

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×