'Masih Mau Jamin Keamanan Israel?' Jurnalis Muhammad Husein Tagih Janji Prabowo Usai 3 TNI Gugur

Muhammad Yasir

Selasa, 31 Maret 2026 | 18:13 WIB
'Masih Mau Jamin Keamanan Israel?' Jurnalis Muhammad Husein Tagih Janji Prabowo Usai 3 TNI Gugur
Jurnalis internasional dan aktivis kemanusiaan, Muhammad Husein. [Foto: Instagram]
baca 10 detik
  • Jurnalis Muhammad Husein mengkritik Presiden Prabowo terkait jaminan keamanan Israel menyusul gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon.
  • Husein menyoroti fakta prajurit gugur tanpa respons dari Israel dan menuntut revolusi diplomasi pemerintah Indonesia.
  • Tiga usulan Husein meliputi tinjau ulang hubungan diplomatik, cabut izin perusahaan terafiliasi Israel, dan tindak turis pro-Zionis.

Suara.com - Gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon memicu reaksi keras dari jurnalis internasional dan aktivis kemanusiaan, Muhammad Husein.

Melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya @mhuseingazaofficial, Selasa (31/3/2026), Husein melontarkan kritik tajam yang langsung menyasar pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait arah diplomasi Indonesia.

Husein mengungkit kembali komitmen Presiden Prabowo yang pernah menyinggung jaminan keamanan bagi Israel di panggung dunia.

"Teman-teman, dalam waktu hanya 2 hari, tiga prajurit terbaik bangsa kita gugur syahid, dibunuh oleh kebiadaban Zionis Israel. Pertanyaannya sekarang sederhana: Pak Presiden, masihkah kita akan berbicara tentang menjamin keamanan Israel?" ujar Hussein dalam videonya, dikutip Selasa (31/3/2026).

Sebagai informasi, tiga prajurit TNI yang gugur dalam tugas tersebut adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

Sentilan Husein ini merujuk pada potongan pernyataan Presiden Prabowo saat menghadiri Sidang Majelis Umum ke-80 PBB di New York, September 2025 silam.

Kala itu, Presiden menyatakan bahwa perdamaian Timur Tengah hanya bisa tercapai jika keamanan Israel turut dijamin.

Bagi Husein, realita di lapangan justru menunjukkan ketidakadilan yang timpang. Israel dinilai sama sekali tidak memiliki niat untuk menghormati pasukan perdamaian PBB (UNIFIL), termasuk personel dari Indonesia.

"Bagi saya ini bukan sekadar tragedi, ini adalah sebuah penghinaan. Setelah membunuh putra-putra terbaik bangsa kita di Lebanon secara biadab dan secara jahat, apa respons Israel? Tidak ada. Tidak ada permintaan maaf, tidak ada klarifikasi, dan tidak ada pertanggungjawaban. Seolah-olah nyawa prajurit Indonesia itu tidak ada harganya," tegas aktivis yang lama menetap di Gaza tersebut.

baca juga
Serangan terhadap anggota UNIFIL memicu reaksi keras dari Jakarta. Pemerintah mengutuk pembunuhan prajurit TNI, sementara desakan evakuasi pasukan mulai menggema di Senayan.
Serangan terhadap anggota UNIFIL memicu reaksi keras dari Jakarta. Pemerintah mengutuk pembunuhan prajurit TNI, sementara desakan evakuasi pasukan mulai menggema di Senayan.

Mendesak Revolusi Diplomasi

Husein juga menekankan bahwa pola kekejaman yang menimpa prajurit TNI adalah cerminan dari wajah asli agresi Israel di Gaza.

Ia pun mendesak pemerintah untuk segera merevisi arah politik luar negeri Indonesia secara radikal.

Menurutnya, narasi bahwa Israel butuh perlindungan adalah kekeliruan besar.

"Bukan Israel ternyata yang memerlukan dari kita jaminan keamanannya. Justru dunia, termasuk Indonesia, yang harus dijamin keamanannya dari kejahatan rezim Zionis Israel dan sekutunya," ungkap Hussein.

Tak berhenti pada kritik, Husein mengusulkan tiga langkah yang ia nilai perlu diambil demi menjaga harga diri bangsa.

Pertama, meninjau kembali atau memutus hubungan diplomatik dengan negara-negara pendukung agresi Israel. Kedua, mencabut izin perusahaan di Indonesia yang berafiliasi dengan kepentingan Israel. Serta, menindak tegas atau mengusir turis pro-Zionis yang masuk ke Indonesia menggunakan paspor ganda.

Husein menegaskan usulan ini bukanlah bentuk radikalisme, melainkan sikap tegas sebuah bangsa berdaulat yang tidak sudi darah tentaranya dianggap murah.

"Karena jika hari ini kita diam, maka besok bukan hanya prajurit kita yang kehilangan nyawa, tapi juga harga diri kita sebagai sebuah bangsa," pungkasnya.

Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sinyal Bansos Tambahan: Gus Ipul Siapkan Skenario 'Penebalan' Sambil Tunggu Titah Prabowo

Sinyal Bansos Tambahan: Gus Ipul Siapkan Skenario 'Penebalan' Sambil Tunggu Titah Prabowo

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 17:46 WIB

Singgung Negara-negara Lain Mulai Krisis Energi, Zulhas: Indonesia Bersyukur Punya Presiden Prabowo

Singgung Negara-negara Lain Mulai Krisis Energi, Zulhas: Indonesia Bersyukur Punya Presiden Prabowo

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 17:05 WIB

Isu Damai ASIran Picu Kekhawatiran, Israel Bersiap Luncurkan Serangan Darurat

Isu Damai ASIran Picu Kekhawatiran, Israel Bersiap Luncurkan Serangan Darurat

Video | Selasa, 31 Maret 2026 | 17:30 WIB

Terkini

5 Rekomendasi Day Cream Lokal dengan SPF untuk Melindungi Kulit Wajah

5 Rekomendasi Day Cream Lokal dengan SPF untuk Melindungi Kulit Wajah

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:30 WIB

BRI Peduli Tanggap Bencana Gerak Cepat Bantu Warga Terdampak Gempa Bumi Flores

BRI Peduli Tanggap Bencana Gerak Cepat Bantu Warga Terdampak Gempa Bumi Flores

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:28 WIB

Pemprov NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa Selama 14 Hari

Pemprov NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa Selama 14 Hari

Bali | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:22 WIB

Ambulans Udara hingga Dokter Terbang: Salah Kaprah Pemerintah Sikapi Masalah

Ambulans Udara hingga Dokter Terbang: Salah Kaprah Pemerintah Sikapi Masalah

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:20 WIB

6 Cara Mengatasi Peserta Upacara Pingsan atau Pusing akibat Panas Matahari

6 Cara Mengatasi Peserta Upacara Pingsan atau Pusing akibat Panas Matahari

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:19 WIB

3 Contoh Teks Sambutan Ketua RT untuk Malam Tirakatan 17 Agustus 2026, Singkat dan Berkesan!

3 Contoh Teks Sambutan Ketua RT untuk Malam Tirakatan 17 Agustus 2026, Singkat dan Berkesan!

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:15 WIB

UMKM Perempuan Aceh untuk Naik Kelas Berkat Sinergi PNM dan OJK

UMKM Perempuan Aceh untuk Naik Kelas Berkat Sinergi PNM dan OJK

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:07 WIB

Bareskrim ke Nagoya Food Court Batam, Gerebek Diduga Sarang Perjudian

Bareskrim ke Nagoya Food Court Batam, Gerebek Diduga Sarang Perjudian

Batam | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:01 WIB

Kidung Para Pencari: Menemukan Makna di Tengah Riuh Kehidupan

Kidung Para Pencari: Menemukan Makna di Tengah Riuh Kehidupan

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Ketika Kereta Api Melintas di Pulau Sulawesi, Jauh Sebelum Indonesia Merdeka

Ketika Kereta Api Melintas di Pulau Sulawesi, Jauh Sebelum Indonesia Merdeka

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:54 WIB

×