Tetap Komit Jaga Perdamaian: RI Desak PBB Investigasi Serangan di Lebanon, Minta Israel Setop Agresi

Dwi Bowo Raharjo | Novian Ardiansyah | Suara.com

Rabu, 01 April 2026 | 15:46 WIB
Tetap Komit Jaga Perdamaian: RI Desak PBB Investigasi Serangan di Lebanon, Minta Israel Setop Agresi
Pemerintah mengutuk pembunuhan prajurit TNI di Lebanon. (Ist)
  • Indonesia mendesak PBB segera menginvestigasi serangan yang menewaskan tiga personel perdamaian Indonesia di Lebanon.
  • Wakil Tetap Indonesia di New York menilai serangan tersebut merupakan tindakan sengaja untuk menggagalkan mandat UNIFIL di wilayah konflik.
  • Pemerintah menuntut DK PBB mengambil langkah darurat, meninjau protokol keamanan, dan menjamin perlindungan bagi seluruh personel perdamaian.

Suara.com - Indonesia kembali mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera menginvestigasi serangan di Lebanon selatan yang menewaskan tiga personel penjaga perdamaian Indonesia yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dalam dua hari berturut-turut.

Desakan tersebut disampaikan dalam rapat darurat Dewan Keamanan (DK) PBB di New York, Selasa, 31 Maret 2026, waktu setempat.

Dalam forum tersebut, Wakil Tetap Indonesia untuk PBB Umar Hadi menilai serangan beruntun itu bukan sekadar insiden, melainkan tindakan yang disengaja untuk melemahkan dan menggagalkan mandat UNIFIL sebagaimana diatur dalam Resolusi DK PBB 1701 terkait gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah.

Atas dasar itu, Indonesia menuntut penyelidikan yang cepat, menyeluruh, dan transparan, serta meminta DK PBB memantau dan menindaklanjuti hasilnya.

"Oleh karenanya, kami meminta investigasi yang cepat, menyeluruh, dan transparan. Lebih jelasnya, kami meminta investigasi dari PBB, bukan alasan dari Israel" ujar Umar.

Umar mengatakan bahwa keamanan dan keselamatan personel penjaga perdamaian adalah prioritas Indonesia saat ini.

Oleh karena itu Indonesia meminta DK PBB dan Sekretaris Jenderal segera mengambil langkah darurat guna melindungi personel dan aset UNIFIL.

Hal itu mencakup peninjauan kembali protokol keamanan personel serta pengaktifan rencana kontingensi dan evakuasi sesuai perkembangan situasi di lapangan.

Sertu Farizal Rhomadhon, prajurit TNI yang termasuk pasukan perdamaian PBB, gugur di Lebanon akibat pengeboman Israel, Minggu (29/3/2026). [Suara.com]
Sertu Farizal Rhomadhon, prajurit TNI yang termasuk pasukan perdamaian PBB, gugur di Lebanon akibat pengeboman Israel, Minggu (29/3/2026). [Suara.com]

Menurutnya, kini sudah saatnya DK PBB dan komunitas internasional untuk mengambil langkah tegas dan cepat untuk melindungi penjaga perdamaian.

"Tuntutan ini kami sampaikan sebagai bentuk penghormatan mendalam bagi para penjaga perdamaian yang telah gugur. Kepada mereka, Indonesia memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas pengorbanan mulia demi menjaga perdamaian dan keamanan internasional," tutur Umar.

Hingga saat ini, lanjut Umar, Indonesia tetap berkomitmen untuk berkontribusi dalam perdamaian dan keamanan dunia sesuai amanat konstitusi.

Tetapi, Indonesia tetap meminta DK PBB untuk memberikan tindakan nyata dan memberi kecaman tegas terhadap serangan yang menewaskan personel penjaga perdamaian.

Lebih lanjut, ia meminta semua pihak yang terlibat, termasuk Israel, untuk segera menghentikan agresi yang membahayakan personel dan properti PBB.

"Hari ini, DK PBB harus menegaskan kewajiban semua pihak untuk memastikan dan menjamin keamanan dan keselamatan para penjaga perdamaian," lanjut Umar.

"Dewan Keamanan harus mengambil langkah tegas untuk mencegah permusuhan di masa depan dan serangan terhadap penjaga perdamaian. Tidak boleh ada lagi serangan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Perwira TNI Wafat di Lebanon: PBB Ungkap Bukti Serangan Tank Israel

Update Perwira TNI Wafat di Lebanon: PBB Ungkap Bukti Serangan Tank Israel

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:41 WIB

Bukan Gencatan Senjata, Iran Ajukan 5 Poin Krusial Akhiri Perang Permanen dan Total

Bukan Gencatan Senjata, Iran Ajukan 5 Poin Krusial Akhiri Perang Permanen dan Total

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:24 WIB

Tentara Israel soal TNI Tewas di Lebanon: Kejadian Begitu Biasa di Area Pertempuran

Tentara Israel soal TNI Tewas di Lebanon: Kejadian Begitu Biasa di Area Pertempuran

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:14 WIB

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Minta Investigasi Menyeluruh: Jangan Terburu-Buru Tarik Pasukan

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Minta Investigasi Menyeluruh: Jangan Terburu-Buru Tarik Pasukan

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:12 WIB

Terkini

Prabowo Bertemu Presiden Korsel, Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi, Pertahanan, hingga AI

Prabowo Bertemu Presiden Korsel, Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi, Pertahanan, hingga AI

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:42 WIB

Selamat Tinggal Donald Trump, Amerika Serikat Mulai Dijauhi Teman Dekat yang Tolak Perang

Selamat Tinggal Donald Trump, Amerika Serikat Mulai Dijauhi Teman Dekat yang Tolak Perang

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:41 WIB

Update Perwira TNI Wafat di Lebanon: PBB Ungkap Bukti Serangan Tank Israel

Update Perwira TNI Wafat di Lebanon: PBB Ungkap Bukti Serangan Tank Israel

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:41 WIB

Teknologi Penangkap Gas di Peternakan Bisa Picu Emisi Besar Jika Bocor, Bagaimana Solusinya?

Teknologi Penangkap Gas di Peternakan Bisa Picu Emisi Besar Jika Bocor, Bagaimana Solusinya?

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:30 WIB

Bahan Baku Plastik dari Timur Tengah Terganggu, RI Cari Alternatif ke Amerika, Afrika hingga India

Bahan Baku Plastik dari Timur Tengah Terganggu, RI Cari Alternatif ke Amerika, Afrika hingga India

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:29 WIB

Menaker Yassierli Sebut Industri Kreatif Ideal untuk Jadi Laboratorium Magang Nasional

Menaker Yassierli Sebut Industri Kreatif Ideal untuk Jadi Laboratorium Magang Nasional

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:28 WIB

Bukan Gencatan Senjata, Iran Ajukan 5 Poin Krusial Akhiri Perang Permanen dan Total

Bukan Gencatan Senjata, Iran Ajukan 5 Poin Krusial Akhiri Perang Permanen dan Total

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:24 WIB

Kejagung Geledah Kantor KSOP Kalsel dan Kalteng Terkait Kasus Korupsi Samin Tan

Kejagung Geledah Kantor KSOP Kalsel dan Kalteng Terkait Kasus Korupsi Samin Tan

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:22 WIB

Soal WFH ASN Jumat, Legislator PDIP Beri Sindiran: Saya Bingung, Apa Dasarnya Memilih Long Weekend?

Soal WFH ASN Jumat, Legislator PDIP Beri Sindiran: Saya Bingung, Apa Dasarnya Memilih Long Weekend?

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:21 WIB

Cara Memperbaiki Data NISN yang Salah dan Tidak Sesuai

Cara Memperbaiki Data NISN yang Salah dan Tidak Sesuai

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:21 WIB