-
Militer AS dan Israel menyerang dermaga serta fasilitas air vital di Selat Hormuz.
-
Lima orang dilaporkan terluka akibat hantaman jet tempur di Qeshm dan Bandar-e Charak.
-
Tim penyelamat masih bekerja di lokasi serangan untuk mengevakuasi korban dan mengamankan dermaga.
Unit pencarian dan penyelamatan atau SAR telah disiagakan penuh untuk menyisir reruntuhan dermaga yang hancur tersebut.
Tim penyelamat dikerahkan untuk memastikan tidak ada korban tambahan yang terjebak di bawah puing bangunan dermaga.
Mengenai perkembangan situasi evakuasi, tim pencarian dan penyelamatan yang dikerahkan ke lokasi masih melanjutkan operasi, kata Nafisi.
Fokus utama petugas saat ini adalah menstabilkan area agar aktivitas warga tidak membahayakan keselamatan mereka sendiri.
Koordinasi antar lembaga diperketat guna mempercepat pemulihan fungsi dermaga yang sangat krusial bagi logistik daerah.
Insiden mematikan ini ternyata merupakan bagian dari rangkaian serangan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Ahmad Nafisi mengungkapkan bahwa sehari sebelumnya, yakni pada 31 Maret, wilayah Qeshm sudah mengalami guncangan serupa.
Ia mengatakan pada 31 Maret bahwa Dermaga Bahman di Pulau Qeshm juga telah diserang.
Fakta ini menunjukkan adanya pola serangan sistematis yang menyasar infrastruktur pendukung kehidupan warga di pulau tersebut.
Selain dermaga, akses air bersih bagi penduduk lokal juga tidak luput dari target penghancuran kekuatan militer.
Nafisi menyebut fasilitas desalinasi air laut di pulau itu menjadi sasaran serangan di hari-hari awal perang.
Penghancuran alat pengolah air laut ini diprediksi akan memicu krisis air bersih bagi ribuan warga di Pulau Qeshm.
Serangan udara ini nampaknya sengaja dirancang untuk melumpuhkan ketahanan pangan dan sumber daya vital masyarakat Iran.
Gejolak pertempuran ini semakin meluas hingga menyentuh Pelabuhan Shahid Haghani yang berlokasi di kawasan Bandar Abbas.
Aksi militer di Bandar Abbas dilaporkan terjadi pada hari Selasa, menambah panjang daftar fasilitas publik yang rusak.