Trump Ancam Bom Pembangkit Listrik Iran Hingga ke Zaman Batu Jika Negosiasi Gagal Total Pekan Ini

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 02 April 2026 | 16:48 WIB
Trump Ancam Bom Pembangkit Listrik Iran Hingga ke Zaman Batu Jika Negosiasi Gagal Total Pekan Ini
Rudal Iran (Kantor Berita Iran)
baca 10 detik
  • Donald Trump mengeklaim misi strategis militer di Iran hampir rampung dengan kemenangan besar.

  • Presiden AS mengancam akan menghancurkan infrastruktur Iran jika negosiasi diplomatik tidak mencapai kesepakatan.

  • Trump mendesak negara-negara dunia untuk mengambil alih kendali keamanan di wilayah Selat Hormuz.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa target utama militer di wilayah Iran sudah mendekati garis finis.

Keberhasilan ini disampaikan langsung dalam pidato resminya mengenai perkembangan terkini Operasi Epic Fury pada hari Rabu.

Trump menegaskan bahwa unit tempur Amerika telah mencatatkan pencapaian luar biasa yang sangat menentukan dalam sebulan terakhir.

Progres yang sangat cepat ini membuat pihak Gedung Putih merasa optimis terhadap penyelesaian seluruh misi tempur tersebut.

"Malam ini, saya senang mengatakan bahwa tujuan strategis inti ini hampir selesai," katanya dalam pidato tentang Operasi Epic Fury, Rabu (1/4).

Pemerintah Amerika Serikat berjanji akan memberikan tekanan yang jauh lebih masif dalam waktu dekat kepada pihak lawan.

Skenario penghancuran total dipersiapkan jika pihak Teheran tidak menunjukkan tanda-tanda tunduk pada kepentingan keamanan nasional Amerika.

Trump secara terbuka menyatakan niatnya untuk melumpuhkan infrastruktur dasar negara tersebut hingga mengalami kemunduran peradaban yang sangat jauh.

Strategi ini dianggap sebagai langkah final untuk memastikan stabilitas di kawasan Timur Tengah di bawah kendali Amerika.

baca juga

"Kami akan menyerang mereka sangat keras dalam dua hingga tiga pekan ke depan. Kami akan membawa mereka kembali ke Zaman Batu, tempat mereka seharusnya berada,” kata Trump.

Catatan sejarah mencatat bahwa api konflik ini mulai membesar sejak akhir Februari tahun 2026 melalui aksi serangan udara gabungan.

Operasi militer yang dilakukan oleh pasukan Amerika Serikat bersama Israel tersebut dilaporkan telah merenggut nyawa ribuan orang.

Nama besar seperti Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei masuk dalam daftar korban jiwa yang tewas akibat serangan agresif tersebut.

Pihak Iran tidak tinggal diam dengan meluncurkan berbagai serangan balasan menggunakan teknologi pesawat nirawak serta rudal jarak jauh.

"Sejak awal Operasi Epic Fury, kami akan terus berlanjut hingga tujuan tercapai. Sekarang, kami berada di jalur untuk segera menyelesaikan semua tujuan militer," katanya.

Dampak dari saling balas serangan ini juga mengakibatkan kerugian di sisi personel militer Amerika Serikat selama masa operasi.

Tercatat belasan anggota militer Amerika Serikat kehilangan nyawa dalam upaya menjalankan perintah penyerbuan ke wilayah musuh tersebut.

Selain korban jiwa, ratusan prajurit lainnya juga dilaporkan menderita luka-luka akibat hantaman senjata kiriman pasukan pendukung Teheran.

Trump menekankan bahwa pengorbanan para prajurit ini menjadi motivasi utama bagi pemerintah untuk menuntaskan misi secepat mungkin.

"Kini kita harus menghormati mereka dengan menyelesaikan misi tersebut," katanya.

Meskipun kekuatan militer telah dikerahkan secara masif, pintu dialog diplomatik kabarnya masih diupayakan untuk tetap terbuka bagi kedua pihak.

Namun, Trump memberikan peringatan keras bahwa kegagalan dalam kesepakatan akan berujung pada pengrusakan sistem kelistrikan secara nasional di Iran.

Hingga saat ini, Amerika Serikat memang sengaja menghindari serangan langsung terhadap sektor minyak yang menjadi jantung ekonomi negara tersebut.

Pilihan untuk tidak membumihanguskan ladang minyak dilakukan demi memberikan satu kesempatan terakhir bagi pihak lawan untuk berunding secara damai.

"Kami belum menyerang ladang minyak mereka, meski itu target paling mudah, karena itu tak memberi mereka peluang untuk bertahan. Namun, kami bisa menyerangnya dan itu akan hilang," katanya.

Ketergantungan Amerika Serikat terhadap pasokan energi yang melewati jalur Selat Hormuz diklaim sudah tidak lagi menjadi masalah krusial.

Presiden Trump menyatakan bahwa negara yang dipimpinnya kini berada pada posisi aman secara energi dan tidak terpengaruh blokade jalur pelayaran.

Ia menilai kondisi internal Iran saat ini sudah berada di titik terendah, baik dari sisi kemampuan perang maupun ketahanan ekonomi nasionalnya.

Amerika Serikat justru menantang negara-negara lain yang masih membutuhkan energi untuk mengambil tindakan berani dalam mengamankan jalur laut tersebut.

"Bagian tersulit telah selesai. Ketika konfl

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Serangan Udara Beruntun Guncang Selat Hormuz, Fasilitas Vital Iran Hancur

Serangan Udara Beruntun Guncang Selat Hormuz, Fasilitas Vital Iran Hancur

News | Kamis, 02 April 2026 | 16:41 WIB

Kecanggihan USS George HW Bush, Kapal Induk Nuklir Diutus Donald Trump Guncang Iran

Kecanggihan USS George HW Bush, Kapal Induk Nuklir Diutus Donald Trump Guncang Iran

News | Kamis, 02 April 2026 | 16:29 WIB

Bakal Gempur Iran hingga 3 Pekan ke Depan, Trump: Kami Akan Membawa Mereka Kembali ke Zaman Batu

Bakal Gempur Iran hingga 3 Pekan ke Depan, Trump: Kami Akan Membawa Mereka Kembali ke Zaman Batu

News | Kamis, 02 April 2026 | 15:37 WIB

Terkini

Sambangi Kediaman Kapolri Suyudi, Komisi III DPR Titip Pesan: Benahi Oknum Arogan

Sambangi Kediaman Kapolri Suyudi, Komisi III DPR Titip Pesan: Benahi Oknum Arogan

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 21:35 WIB

MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Tambah Pasokan BBM hingga 30 Persen

MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Tambah Pasokan BBM hingga 30 Persen

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 21:30 WIB

Gelandang Persib Yakin Timnas Indonesia Ukir Sejarah Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Gelandang Persib Yakin Timnas Indonesia Ukir Sejarah Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 21:30 WIB

Tragis! Siswa Kelas 2 SD di Pemalang Tewas, Diduga Alami Perundungan Kakak Kelas

Tragis! Siswa Kelas 2 SD di Pemalang Tewas, Diduga Alami Perundungan Kakak Kelas

Jawa Tengah | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 21:25 WIB

10.896 Titik Panas Terdeteksi di Kalteng, Kementan Perketat Pengawasan Perkebunan

10.896 Titik Panas Terdeteksi di Kalteng, Kementan Perketat Pengawasan Perkebunan

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 21:22 WIB

Cerita Pedagang Ketoprak Jualan Sambil Speaking English, Ummi: Saya Ingin Refresh Otak

Cerita Pedagang Ketoprak Jualan Sambil Speaking English, Ummi: Saya Ingin Refresh Otak

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 21:10 WIB

Sosok Mbah Leginah, Nenek Viral yang Sering Ngonten Bareng Cucu Meninggal Dunia

Sosok Mbah Leginah, Nenek Viral yang Sering Ngonten Bareng Cucu Meninggal Dunia

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 21:07 WIB

Maki-maki Striker Malaysia Tuding Timnas Indonesia Curang: Mereka Main di Jakarta, Kami di Bandung

Maki-maki Striker Malaysia Tuding Timnas Indonesia Curang: Mereka Main di Jakarta, Kami di Bandung

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Harga Paket Internet Naik, Komdigi Evaluasi Penerapan Tarif Operator Seluler

Harga Paket Internet Naik, Komdigi Evaluasi Penerapan Tarif Operator Seluler

Tekno | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 20:54 WIB

Luky Alfirman Jadi Wamenkeu, Pengamat: Bisa Jadi Akal-akalan Amankan Jalan Politik 2029

Luky Alfirman Jadi Wamenkeu, Pengamat: Bisa Jadi Akal-akalan Amankan Jalan Politik 2029

Jogja | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 20:51 WIB

×