Godzilla El Nino Ancam Ketahanan Pangan, Padi dan Jagung Paling Rentan Gagal Panen

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 03 April 2026 | 14:49 WIB
Godzilla El Nino Ancam Ketahanan Pangan, Padi dan Jagung Paling Rentan Gagal Panen
Ilustrasi kekeringan akibat El Nino. (Dok: Kementan)
baca 10 detik
  • Fenomena Godzilla El Nino akibat pemanasan global mengancam ketahanan pangan nasional melalui risiko gagal panen padi dan jagung.
  • Kekeringan ekstrem yang dipicu El Nino berpotensi menyebabkan kerugian finansial total bagi petani akibat hilangnya modal produksi.
  • Mitigasi melalui komunikasi intensif antara penyuluh dan petani serta inovasi teknologi diperlukan untuk menekan dampak kerugian nasional.

Suara.com - Fenomena Godzilla El Nino dengan intensitas kuat akibat pemanasan global mengancam ketahanan pangan nasional. Sektor pertanian, khususnya komoditas padi dan jagung, menjadi titik paling rentan terhadap risiko gagal panen akibat kekeringan ekstrem.

Guru Besar Agroklimatologi UGM, Bayu Dwi Apri Nugroho menuturkan bahwa El Nino merupakan bagian dari siklus iklim yang sebenarnya telah berlangsung lama. 

Namun, perubahan iklim global membuat pola kemunculannya semakin dinamis dan sulit diprediksi.

"El Nino itu sebenarnya siklus alami, sudah lama terjadi tapi sekarang polanya terasa makin cepat karena pemanasan global. Nah, kalau intensitasnya sudah sangat kuat, dampaknya pasti terasa ke pertanian, terutama dari sisi produksi," kata Bayu, Jumat (3/4/2026). 

Bayu memperingatkan bahwa penurunan suplai air yang kemudian akan berdampak fatal pada pertumbuhan tanaman pangan utama yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap air.

"Padi dan jagung ini paling terasa dampaknya karena butuh air cukup banyak. Kalau airnya kurang, pertumbuhannya terganggu, bahkan bisa berujung gagal panen," tandasnya.

Kondisi ini tidak hanya mengancam stok pangan, kata Bayu, tetapi turut berpotensi berdampak pada kesejahteraan petani. Kegagalan panen setelah masa tanam dipastikan menyebabkan kerugian finansial total bagi para petani di lapangan.

"Kalau kekeringan terjadi setelah tanam, petani bisa gagal panen. Artinya, biaya yang sudah dikeluarkan itu tidak kembali dan jadi kerugian," ujarnya.

Pentingnya Mitigasi

baca juga

Menghadapi kondisi tersebut, Bayu menekankan langkah mitigasi di tingkat petani menjadi semakin penting untuk menekan risiko kerugian. Salah satu upaya yang dinilai efektif adalah memperkuat komunikasi antara petani dan penyuluh pertanian.

Meski infrastruktur seperti pompanisasi dan irigasi tetes telah tersedia sejak pengalaman tahun 2024, Bayu menekankan bahwa efektivitasnya bergantung pada kualitas informasi yang diterima petani. 

Mulai dari optimalisasi penyuluhan dengan komunikasi intensif antara penyuluh dan petani. Hal ini menjadi kunci pengambilan keputusan budidaya.

"Kuncinya ada di komunikasi petani dan penyuluh. Kalau informasinya jelas, petani bisa ambil keputusan yang lebih tepat di lapangan," terangnya.

Selain itu bisa pula dengan inovasi teknologi dengan pemanfaatan varietas tahan kekeringan dan irigasi hemat air.

Bayu menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas produksi nasional. Ia meminta pemerintah dan perguruan tinggi bersinergi dalam menyediakan data akurat serta inovasi varietas.

"Pemerintah melalui BMKG perlu memberikan early warning yang akurat hingga level desa, sementara perguruan tinggi harus terus didorong untuk menghasilkan inovasi varietas tahan kekeringan supaya dampak El Nino bisa ditekan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenalan sama Godzilla El Nino, Fenomena Iklim Dampaknya Sampai Indonesia?

Kenalan sama Godzilla El Nino, Fenomena Iklim Dampaknya Sampai Indonesia?

Lifestyle | Selasa, 31 Maret 2026 | 19:10 WIB

Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan

Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan

Your Say | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:15 WIB

Panduan Bertahan di Cuaca Ekstrem: Cara Menjaga Kesehatan dan Stok Air Saat Kemarau

Panduan Bertahan di Cuaca Ekstrem: Cara Menjaga Kesehatan dan Stok Air Saat Kemarau

News | Jum'at, 06 Maret 2026 | 14:39 WIB

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×