Iran Tegaskan Kekuatan Penuh Jika Amerika Salah Langkah Selama Masa Gencatan Senjata

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 08 April 2026 | 07:48 WIB
Iran Tegaskan Kekuatan Penuh Jika Amerika Salah Langkah Selama Masa Gencatan Senjata
Amerika Serikat dan Iran sepakat gencatan senjata dua minggu demi perdamaian dan pembukaan Selat Hormuz. (Antara)
baca 10 detik

AS dan Iran sepakat menghentikan kontak senjata selama dua pekan melalui mediasi Pakistan.

Trump menunda pengeboman fasilitas energi Iran dengan syarat pembukaan akses penuh Selat Hormuz.

Iran tetap menyiagakan militer meski sedang melakukan proses negosiasi diplomatik di Islamabad.

Suara.com - Tensi panas antara Amerika Serikat dan Iran akhirnya mendingin setelah kedua negara menyepakati gencatan senjata selama dua pekan.

Langkah perdamaian ini diambil setelah Presiden AS Donald Trump setuju menangguhkan rencana serangan besar-besaran terhadap fasilitas energi Iran.

Kesepakatan ini tercapai menyusul kesediaan pihak Teheran untuk membuka kembali akses navigasi di Selat Hormuz secara menyeluruh.

Peran Pakistan sebagai mediator sangat krusial dalam mencairkan kebuntuan diplomatik yang sempat memanas di kawasan Timur Tengah tersebut.

Donald Trump mengonfirmasi bahwa penangguhan serangan ini terjadi setelah dirinya berkomunikasi intens dengan petinggi pemerintahan dari Pakistan.

Presiden Amerika Serikat menegaskan bahwa militer aslinya sudah siap meluncurkan kekuatan penghancur ke wilayah Iran sebelum negosiasi terjadi.

Pihak Gedung Putih memberikan syarat mutlak terkait keamanan jalur maritim internasional sebelum menyetujui gencatan senjata sementara ini.

"Mereka meminta saya untuk menahan kekuatan penghancur yang dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui PEMBUKAAN SELAT Hormuz SECARA LENGKAP, SEGERA, dan AMAN, saya setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu," kata Trump dalam pernyataan resmi pada Selasa (7/4).

Trump menekankan bahwa penghentian kontak senjata ini harus dihormati oleh kedua belah pihak yang sedang bertikai.

baca juga

Meski demikian, pernyataan resmi tersebut tidak memberikan rincian keterlibatan Israel yang sebelumnya juga aktif melakukan serangan.

Gedung Putih merasa bahwa misi militer mereka di kawasan tersebut sebenarnya sudah mencapai sasaran yang diinginkan sejak awal.

Fokus utama kini beralih pada upaya menciptakan stabilitas jangka panjang melalui jalur diplomasi yang lebih elegan dan terukur.

Donald Trump meyakini bahwa kesepakatan damai yang definitif dengan pihak Iran kini menjadi sesuatu yang sangat mungkin diwujudkan.

AS dikabarkan telah mengantongi proposal berisi sepuluh poin dari Iran yang akan menjadi landasan utama proses negosiasi mendatang.

"Periode dua minggu akan memungkinkan Perjanjian tersebut untuk diselesaikan dan diwujudkan," ujar dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Politisi Demokrat Dorong Pemakzulan Donald Trump dan Menteri Perang AS

Politisi Demokrat Dorong Pemakzulan Donald Trump dan Menteri Perang AS

News | Rabu, 08 April 2026 | 07:43 WIB

Trump Ancam Musnahkan 'Satu Peradaban' di Iran, Wapres AS Buru-buru Meluruskan

Trump Ancam Musnahkan 'Satu Peradaban' di Iran, Wapres AS Buru-buru Meluruskan

News | Rabu, 08 April 2026 | 07:39 WIB

Pejabat Israel Akui Mojtaba Khamenei Masih Hidup dan Berada di Kota Ini

Pejabat Israel Akui Mojtaba Khamenei Masih Hidup dan Berada di Kota Ini

News | Rabu, 08 April 2026 | 07:31 WIB

Terkini

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 00:04 WIB

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:49 WIB

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Banten | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:00 WIB

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:48 WIB

×