Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi

Vania Rossa

Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:18 WIB
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
Ilustrasi air bersih. (pixabay.com)
baca 10 detik
  • Warga Desa Pasirranji, Bekasi, selama bertahun-tahun mengalami krisis air bersih karena kualitas sumur tanah yang tidak layak konsumsi.
  • Bosch Indonesia dan Habitat for Humanity menghadirkan program perpipaan untuk menyalurkan air bersih bagi 40 kepala keluarga di desa.
  • Infrastruktur perpipaan tersebut berhasil menurunkan biaya bulanan rumah tangga secara signifikan serta memastikan ketersediaan air bersih bagi warga.

Suara.com - Akses air bersih masih menjadi persoalan bagi sebagian warga Desa Pasirranji, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi. Meski berada di kawasan yang terus berkembang sebagai wilayah industri, banyak warga selama bertahun-tahun harus hidup dengan keterbatasan air layak konsumsi.

Air tanah dari sumur yang selama ini dimanfaatkan warga umumnya belum memenuhi standar kebutuhan sehari-hari. Kondisinya kerap keruh, berwarna kekuningan, hingga terasa pahit.

Kepala Desa Pasirranji, Wardi Sunandar, mengatakan pengeboran sumur hingga kedalaman 135 hingga 150 meter pun belum mampu menghasilkan sumber air yang optimal.

“Airnya ada, tapi sering berwarna kuning, berminyak, dan terasa pahit, sehingga tidak bisa digunakan. Karena itu, warga harus bergantung pada pasokan air dari sistem perpipaan,” ujar Wardi.

Keterbatasan sumber air tanah membuat sebagian besar warga selama ini mengandalkan pasokan air dari luar wilayah menggunakan mobil tangki. Kondisi tersebut tidak hanya memakan biaya besar, tetapi juga membuat warga harus menghadapi ketidakpastian distribusi.

Atang, warga Kampung Cimahi yang telah tinggal lebih dari lima tahun di wilayah tersebut, mengaku pernah harus menunggu hingga dua hari untuk mendapatkan pasokan air.

“Kita pesan mobil tangki, kadang datangnya dua hari kemudian karena antre,” kata Atang.

Dalam sebulan, biaya yang harus dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan air rumah tangga bahkan bisa mendekati Rp1 juta. Di luar itu, warga juga masih harus membeli air galon ketika pasokan terlambat datang.

Namun kondisi perlahan berubah setelah jaringan perpipaan mulai masuk ke kawasan permukiman warga.

baca juga

Perubahan tersebut kini dirasakan sekitar 40 kepala keluarga di Kampung Cimahi melalui program “Bosch Water Project” yang dijalankan Bosch Indonesia bersama Habitat for Humanity Indonesia.

Melalui infrastruktur tersebut, air bersih disalurkan langsung ke rumah-rumah warga dengan kapasitas distribusi mencapai 21.600 liter per hari.

Bagi Atang, kehadiran jaringan perpipaan membawa dampak signifikan terhadap pengeluaran rumah tangganya.

“Sekarang paling Rp300 ribu sampai Rp400 ribu per bulan. Dulu bisa sampai satu juta,” ujarnya.

Selain mengurangi biaya, warga kini juga tidak lagi bergantung penuh pada jerigen maupun antrean truk tangki untuk mendapatkan air bersih.

Program Director Habitat for Humanity Indonesia, Arwin Soelaksono, mengatakan akses air bersih bukan hanya soal pembangunan infrastruktur, tetapi juga berkaitan dengan kualitas hidup masyarakat.

“Akses air bersih bukan sekadar menghadirkan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan kepastian, kesehatan, dan kualitas hidup yang lebih baik bagi keluarga,” ujar Arwin.

Menurutnya, kolaborasi bersama Bosch Indonesia menjadi bentuk intervensi nyata untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

Pembuatan infrastruktur untuk menyalurkan air langsung ke rumah warga (dok. Bosch)
Pembuatan infrastruktur untuk menyalurkan air langsung ke rumah warga (dok. Bosch)

Penguatan sistem perpipaan dinilai menjadi solusi paling realistis bagi wilayah Pasirranji dibandingkan terus bergantung pada sumber air tanah yang kualitasnya tidak memadai.

Upaya tersebut juga sejalan dengan target pemerintah daerah untuk memperluas cakupan layanan air bersih hingga 60 persen pada 2026 sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di sektor air bersih dan sanitasi.

Dalam pelaksanaannya, Bosch Indonesia turut melibatkan partisipasi karyawan melalui kegiatan volunteering sebagai bentuk keterlibatan langsung dengan masyarakat.

Lebih jauh, inisiatif ini menunjukkan bahwa akses terhadap kebutuhan dasar seperti air bersih tidak hanya bergantung pada ketersediaan sumber daya, tetapi juga pada bagaimana distribusi dan kolaborasi mampu menjangkau masyarakat yang selama ini berada di wilayah dengan keterbatasan layanan dasar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bareskrim Limpahkan Laporan Kasus Air Keras Andrie Yunus ke Polda Metro Jaya

Bareskrim Limpahkan Laporan Kasus Air Keras Andrie Yunus ke Polda Metro Jaya

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:13 WIB

Pemprov DKI Bagikan 357 Toren Gratis di Jakarta Timur, Warga Kini Tak Lagi Kesulitan Air Bersih

Pemprov DKI Bagikan 357 Toren Gratis di Jakarta Timur, Warga Kini Tak Lagi Kesulitan Air Bersih

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:29 WIB

4 Tentara BAIS TNI yang Siram Air Keras ke Andrie Yunus Diduga 'Double Agent'

4 Tentara BAIS TNI yang Siram Air Keras ke Andrie Yunus Diduga 'Double Agent'

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:23 WIB

Terkini

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 23:46 WIB

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:31 WIB

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 22:22 WIB

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Jogja | Minggu, 27 September 2026 | 22:10 WIB

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:06 WIB

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

News | Minggu, 27 September 2026 | 21:40 WIB

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 21:05 WIB

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Health | Minggu, 27 September 2026 | 21:00 WIB

×