AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 10 Mei 2026 | 07:05 WIB
AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar
Hantavirus (Gemini AI)
baca 10 detik
  • Amerika Serikat mengevakuasi 17 warga dari kapal pesiar MV Hondius akibat wabah virus hanta.

  • Penumpang akan dikarantina di Nebraska Medical Center dengan pengawasan ketat tim medis spesialis.

  • Tujuh negara bagian AS memantau kepulangan penumpang guna mencegah potensi penularan strain Andes.

Suara.com - Amerika Serikat kini menetapkan status respons darurat setelah deteksi hantavirus yang sangat mematikan ditemukan pada kapal pesiar MV Hondius.

Kapal tersebut sedang menuju Tenerife guna mengevakuasi sekitar 150 penumpang, termasuk 17 warga negara Amerika Serikat yang terancam paparan.

Dikutip dari CNBC, langkah ini menjadi krusial mengingat virus hanta jenis ini memiliki tingkat fatalitas yang sangat tinggi bagi manusia yang terinfeksi.

Ilustrasi hantavirus (shutterstock)
Ilustrasi hantavirus (shutterstock)

Fokus utama otoritas saat ini adalah memastikan tidak ada celah penularan saat proses repatriasi warga dilakukan dari Spanyol.

Kesiagaan ini melibatkan koordinasi lintas negara guna membendung potensi wabah masuk ke wilayah domestik Amerika Serikat.

Pemerintah akan menerbangkan para penumpang langsung menuju Pangkalan Angkatan Udara Offutt yang berada di Omaha, Nebraska.

Tiga orang meninggal dunia setelah diduga terjadi wabah hantavirus di kapal MV Hondius. (Supplied: Oceanwide Expeditions)
Tiga orang meninggal dunia setelah diduga terjadi wabah hantavirus di kapal MV Hondius. (Supplied: Oceanwide Expeditions)

Setelah mendarat, mereka segera dipindahkan ke Unit Karantina Nasional yang dikelola oleh Nebraska Medical Center.

Fasilitas ini memiliki rekam jejak panjang dalam menangani kasus infeksi berat seperti Ebola dan pasien awal pandemi Covid-19.

Setiap individu akan mendapatkan pemantauan ketat selama 24 jam penuh di ruang isolasi yang didesain khusus.

baca juga

Langkah ini diambil demi menjamin keamanan publik sekaligus memberikan perawatan medis terbaik bagi para penumpang yang terdampak.

Tenaga kesehatan yang bertugas diwajibkan menggunakan alat pelindung diri level tinggi untuk meminimalkan risiko kontak fisik langsung.

“Karena status penyakit dari penumpang yang terpapar tidak diketahui dan petugas akan melakukan kontak dekat dengan individu yang berpotensi menunjukkan gejala, masuk akal bagi petugas darurat untuk mengenakan sarung tangan (karet atau lateks), masker respirator seperti n95, gaun pelindung, dan perlindungan mata,” ungkap seorang epidemiolog CDC.

Tim medis juga telah menyiapkan unit biokontainment jika ada penumpang yang kondisinya memburuk selama masa observasi.

Dr. Michael Ash, kepala eksekutif Nebraska Medicine, menegaskan kesiapan timnya dalam menghadapi skenario terburuk ini secara profesional.

“Kami siap untuk situasi persis seperti ini,” ujar Dr. Michael Ash dalam sebuah pernyataan tertulis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hantavirus Ternyata Sudah Muncul di Indonesia, 23 Kasus Terdeteksi dalam Dua Tahun Terakhir

Hantavirus Ternyata Sudah Muncul di Indonesia, 23 Kasus Terdeteksi dalam Dua Tahun Terakhir

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 09:05 WIB

Pertamina-Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi & Infrastruktur Strategis

Pertamina-Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi & Infrastruktur Strategis

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 08:33 WIB

Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus

Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:51 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×