Ruang Publik Masih Sulit Diakses Sebagian Warga, Peneliti Dorong Kota Lebih Inklusif

Bimo Aria Fundrika

Senin, 11 Mei 2026 | 12:00 WIB
Ruang Publik Masih Sulit Diakses Sebagian Warga, Peneliti Dorong Kota Lebih Inklusif
Kakek dan nenek yang sedang duduk di kursi umum pinggir jalan (Pexels/Nadirsyah Nadirsyah)

Suara.com - Ruang terbuka publik idealnya dapat digunakan oleh semua orang tanpa memandang usia, kemampuan fisik, maupun kondisi mobilitas. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan banyak ruang publik masih belum sepenuhnya dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengguna secara inklusif.

Laporan yang dikutip dari Phys.org menyebut ruang publik yang tidak ramah bagi pengguna dengan keterbatasan motorik, penglihatan, maupun kognitif dapat memicu tekanan psikologis dan membuat masyarakat enggan menggunakan fasilitas kota.

Karena itu, aksesibilitas tidak hanya dipahami sebagai penyediaan fasilitas dasar, tetapi juga menyangkut bagaimana ruang dirancang agar nyaman dan mudah dipahami oleh semua orang.

Dalam kajian arsitektur dan perencanaan kota, terdapat tiga dimensi utama untuk menilai apakah sebuah ruang publik telah inklusif, yakni kenyamanan, keterbacaan, dan kejelasan geometris.

Ketiga aspek tersebut dinilai penting untuk menciptakan lingkungan kota yang aman dan mudah diakses berbagai kelompok masyarakat, termasuk lansia dan penyandang disabilitas.

Arsitek dan perencana kota asal Denmark, Jan Gehl, menekankan bahwa ruang yang baik bagi pejalan kaki harus memiliki tiga unsur utama, yaitu perlindungan, kenyamanan, dan daya tarik.

Perlindungan berkaitan dengan aspek keselamatan, seperti adanya pemisahan jalur pejalan kaki dengan kendaraan bermotor. Sementara itu, kenyamanan mencakup permukaan jalan yang rata, minim hambatan fisik, serta tersedianya fasilitas pendukung seperti bangku dengan pegangan tangan. Adapun daya tarik berkaitan dengan pengalaman sensorik pengguna, misalnya melalui pencahayaan yang baik dan keberadaan ruang hijau.

Menurut Gehl, desain seperti ini dapat membantu masyarakat lebih nyaman berjalan kaki dan memanfaatkan fasilitas kota. Dampaknya tidak hanya pada mobilitas, tetapi juga meningkatkan interaksi sosial dan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu contoh penerapan desain inklusif dapat ditemukan di Parc Safari, selatan Montréal, Kanada. Jalur pejalan kaki di kawasan tersebut dirancang dengan permukaan yang konsisten sehingga dapat digunakan dengan lebih mudah oleh pengguna kursi roda, kereta bayi, maupun lansia dengan keterbatasan mobilitas.

baca juga

Selain aspek fisik, persepsi manusia terhadap lingkungan juga menjadi perhatian penting dalam perencanaan kota. Peneliti tata kota Kevin Lynch mengidentifikasi lima elemen utama yang membantu seseorang memahami ruang kota, yaitu jalur, batas wilayah, lingkungan, simpul, dan penanda lokasi.

Konsep tersebut dikenal sebagai keterbacaan ruang. Bagi lansia atau individu dengan penurunan kemampuan kognitif, kejelasan jalur dan penanda lokasi dapat membantu mengurangi risiko tersesat serta memberikan rasa aman saat beraktivitas di luar rumah.

Para peneliti menilai desain ruang publik yang mempertimbangkan aspek kenyamanan dan keterbacaan menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh masyarakat dapat menggunakan fasilitas kota secara adil dan inklusif.

Penulis: Vicka Rumanti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda

7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda

Lifestyle | Senin, 11 Mei 2026 | 09:28 WIB

Pertarungan Masyarakat Urban Memperoleh Akses Air Bersih di Sudut Kota

Pertarungan Masyarakat Urban Memperoleh Akses Air Bersih di Sudut Kota

Your Say | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:35 WIB

6 Rekomendasi BB Cream untuk Usia 40 Tahun ke Atas dari Brand Lokal

6 Rekomendasi BB Cream untuk Usia 40 Tahun ke Atas dari Brand Lokal

Lifestyle | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:27 WIB

Terkini

Korban Pelecehan Seksual Pimpinan Ponpes di Lombok Bertambah Jadi 16 Orang, Ini Modusnya

Korban Pelecehan Seksual Pimpinan Ponpes di Lombok Bertambah Jadi 16 Orang, Ini Modusnya

Bali | Senin, 28 September 2026 | 16:08 WIB

Dari Sepeda hingga Cita-Cita, BRI Peduli Temani Perjalanan Mahesa Meraih Mimpi

Dari Sepeda hingga Cita-Cita, BRI Peduli Temani Perjalanan Mahesa Meraih Mimpi

Jabar | Senin, 28 September 2026 | 16:07 WIB

Dana Asing Kabur dari Indonesia, Rupiah Melemah

Dana Asing Kabur dari Indonesia, Rupiah Melemah

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 16:07 WIB

Soba Otentik Jepang Ini Diskon Jadi Rp50.000 Khusus Nasabah BRI

Soba Otentik Jepang Ini Diskon Jadi Rp50.000 Khusus Nasabah BRI

Bri | Senin, 28 September 2026 | 16:06 WIB

BRI Peduli Hadir untuk Mahesa, Bantu Wujudkan Mimpi Lewat Sepeda

BRI Peduli Hadir untuk Mahesa, Bantu Wujudkan Mimpi Lewat Sepeda

Kalbar | Senin, 28 September 2026 | 16:05 WIB

5 Eye Cream Kolagen untuk Usia 45 Tahun, Samarkan Kerutan dan Mata Panda

5 Eye Cream Kolagen untuk Usia 45 Tahun, Samarkan Kerutan dan Mata Panda

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 16:05 WIB

Kecelakaan Mobil Damkar di Jakut Bikin 3 Orang Luka, Polisi Beberkan Kronologinya

Kecelakaan Mobil Damkar di Jakut Bikin 3 Orang Luka, Polisi Beberkan Kronologinya

News | Senin, 28 September 2026 | 16:04 WIB

Dari Somasi sampai ke Dewan Pers, Gus Ipul Adukan Forum Keadilan soal Aliran Dana ke Muktamar NU

Dari Somasi sampai ke Dewan Pers, Gus Ipul Adukan Forum Keadilan soal Aliran Dana ke Muktamar NU

News | Senin, 28 September 2026 | 16:04 WIB

Kritik Keras Paradoks Industrialisasi: Bangun Pabrik Bertebaran, tapi Teknologinya Tetap Milik Asing

Kritik Keras Paradoks Industrialisasi: Bangun Pabrik Bertebaran, tapi Teknologinya Tetap Milik Asing

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 16:04 WIB

Tabrakan Beruntun di Jakut Libatkan Truk Damkar hingga Bus Transjakarta, 3 Orang Luka-luka

Tabrakan Beruntun di Jakut Libatkan Truk Damkar hingga Bus Transjakarta, 3 Orang Luka-luka

News | Senin, 28 September 2026 | 16:01 WIB

×