- Polisi melakukan ekshumasi makam Sutrimo di TPU Bantaragung, Banyumas, pada tahun 2026 demi kepentingan penyidikan.
- Polda Metro Jaya menaikkan status kasus kematian mantan kepala rumah tangga tersebut ke tahap penyidikan setelah memeriksa puluhan saksi.
- Sutrimo sebelumnya ditemukan tidak sadarkan diri dengan mulut berbusa di Jakarta Selatan sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Suara.com - Suasana yang biasanya sunyi di Desa Wlahar, Kecamatan Banyumas, mendadak berubah tegang.
Kawasan sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bantaragung, tempat peristirahatan terakhir Sutrimo, kini menjadi pusat perhatian setelah puluhan aparat dan awak media memadati lokasi tersebut.
Sejak pagi, kendaraan petugas mulai hilir mudik. Personel kepolisian disiagakan di berbagai titik strategis untuk mengamankan proses ekshumasi (pembongkaran makam).
Area TPU yang terletak di tengah perkebunan dan dikelilingi perbukitan ini kini nyaris steril dari aktivitas warga.
Pengamanan Berlapis Radius 300 Meter
Akses menuju makam dibatasi dengan ketat. Polisi memberlakukan pengamanan berlapis hingga radius 300 meter dari pusat lokasi.
Tidak hanya polisi, anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) Desa Wlahar pun dikerahkan untuk memastikan tak ada warga tak berkepentingan yang melintas.
Di dalam area makam, sebuah tenda tertutup telah didirikan. Di balik kain penutup itu, tim ahli bersiap melakukan pemeriksaan mendalam.

Selain petugas kepolisian, hanya para penggali kubur yang diizinkan berada di dekat liang lahat Sutrimo.
Penjagaan ketat ini sebenarnya sudah berlangsung sebelum hari ekshumasi. Polisi menetapkan makam Sutrimo dalam status quo dan menjaganya selama 24 jam penuh.
Kapolresta Banyumas Kombes Petrus Silalahi menegaskan bahwa langkah ini diambil demi kepentingan penyidikan yang sangat krusial.
"Bagian yang akan diekshumasi itu adalah jenazah. Jenazah itu merupakan barang bukti," tegas Petrus.
Langkah ekshumasi ini diambil setelah Polda Metro Jaya resmi menaikkan status kasus kematian Sutrimo ke tahap penyidikan.
Setelah memeriksa puluhan saksi, polisi kini berfokus mencari penyebab pasti kematian Sutrimo, pria yang pernah bekerja sebagai kepala rumah tangga atau karumga mantan Jampidsus, Febrie Adriansyah.
Sutrimo Tewas