Donald Trump: Saya Tidak Suka Surat dari Iran!

Pebriansyah Ariefana

Senin, 11 Mei 2026 | 14:25 WIB
Donald Trump: Saya Tidak Suka Surat dari Iran!
Donald Trump (x)
baca 10 detik
  • Trump menolak keras respon Iran karena dianggap tidak pantas dan tidak memenuhi standar perdamaian.

  • Iran menuntut pencairan aset dan penghapusan sanksi minyak sebagai syarat utama penghentian perang.

  • Penolakan diplomasi ini menyebabkan harga minyak dunia meroket akibat kekhawatiran gangguan di Selat Hormuz.

Suara.com - Presiden Donald Trump secara tegas memutus harapan diplomasi singkat dengan menolak jawaban Iran atas draf kesepakatan penghentian perang.

Penolakan ini muncul setelah Amerika Serikat menanti selama sepuluh hari untuk melihat itikad baik dari pihak Teheran.

Trump menilai posisi yang diambil Iran justru menjadi langkah mundur dari upaya perdamaian yang selama ini dirancang.

Donald Trump (Instagram/@realdonaldtrump)
Donald Trump (Instagram/@realdonaldtrump)

Sikap keras ini langsung berdampak pada ketidakpastian stabilitas keamanan di kawasan yang sedang bergejolak tersebut.

Langkah ini juga menutup pintu kompromi yang sebelumnya diupayakan oleh para negosiator Gedung Putih.

Trump menyatakan ketidaksukaannya secara terbuka terhadap isi dokumen yang dikirimkan oleh otoritas Iran pada hari Minggu.

Iran mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat terkait kehadiran militernya di sekitar Selat Hormuz. [Istimewa]
Iran mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat terkait kehadiran militernya di sekitar Selat Hormuz. [Istimewa]

"Saya tidak suka surat mereka. Itu tidak pantas. Saya tidak suka tanggapan mereka," ujar Trump saat dihubungi Axios.

Ia enggan membeberkan rincian detail mengenai poin-poin yang tertuang dalam surat balasan tersebut kepada publik.

Trump justru menyoroti rekam jejak panjang negara tersebut dalam dinamika politik internasional selama puluhan tahun.

baca juga

"Mereka telah menyadap banyak negara selama 47 tahun," kata dia.

Melalui platform Truth Social, Trump menegaskan kembali bahwa posisi Iran tersebut benar-benar tidak bisa ditoleransi.

"SANGAT TIDAK DAPAT DITERIMA!" tulis Trump dalam unggahannya.

Di sisi lain, media pemerintah Iran melaporkan bahwa fokus mereka adalah menghentikan perang dengan jaminan permanen.

Kantor berita Tasnim menyebutkan bahwa teks Iran menekankan penghapusan sanksi AS sebagai syarat utama yang mutlak.

"Menekankan perlunya mencabut sanksi AS, mengakhiri perang di semua lini," lapor kantor berita Tasnim.

Iran juga menuntut hak pengelolaan penuh atas Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan energi dunia.

Teheran mendesak agar blokade angkatan laut Amerika Serikat segera dihentikan sesaat setelah penandatanganan kesepakatan dilakukan.

Meskipun menyetujui format perundingan 30 hari, Iran meminta sanksi minyak dicabut selama jendela negosiasi tersebut berlangsung.

Selain itu, pihak Iran mengharuskan pencairan aset-aset mereka yang dibekukan segera setelah nota kesepahaman ditandatangani.

Kondisi tersebut dianggap sangat jauh dari harapan para negosiator Amerika Serikat yang menginginkan konsesi nuklir.

Di tengah kemelut ini, Trump mengaku telah menjalin komunikasi intensif dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

"Itu adalah pembicaraan yang sangat menyenangkan. Kami memiliki hubungan yang baik," ungkapnya mengenai Netanyahu.

Namun, Trump menegaskan bahwa urusan negosiasi dengan Iran adalah otoritas penuh dirinya sebagai pemimpin AS.

"Situasi saya, bukan situasi orang lain," tambah Trump.

Pasar global bereaksi cepat dengan kenaikan harga minyak mentah Brent hingga mencapai angka 104 dolar per barel.

Konflik antara Amerika Serikat dan Iran telah berlangsung selama beberapa dekade dengan eskalasi terbaru berfokus pada penghentian perang di Timur Tengah.

Ketegangan meningkat setelah Iran memberikan jawaban yang dianggap AS sangat berat sebelah karena menuntut pencairan aset dan penghapusan sanksi tanpa memberikan konsesi nuklir yang jelas.

Sementara itu, pihak Iran menganggap proposal AS sebagai bentuk paksaan untuk menyerah kepada tuntutan Trump.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran Bersumpah Tidak Akan Tunduk pada Tekanan Amerika Serikat, Harga Minyak Makin Runyam

Iran Bersumpah Tidak Akan Tunduk pada Tekanan Amerika Serikat, Harga Minyak Makin Runyam

News | Senin, 11 Mei 2026 | 14:14 WIB

Vladimir Putin Isyaratkan Perang Ukraina Segera Berakhir

Vladimir Putin Isyaratkan Perang Ukraina Segera Berakhir

News | Senin, 11 Mei 2026 | 12:28 WIB

Donald Trump Kesal Mahalnya Tiket Piala Dunia 2026: Saya Nggak Mau Beli

Donald Trump Kesal Mahalnya Tiket Piala Dunia 2026: Saya Nggak Mau Beli

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:48 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×