-
Vladimir Putin memberikan pernyataan bahwa perang di Ukraina diprediksi akan segera berakhir.
-
Gencatan senjata tiga hari hasil kesepakatan Donald Trump menjadi momentum jeda perang.
-
Putin mengusulkan Gerhard Schroder sebagai mediator meskipun ditolak secara tidak resmi oleh Jerman.
Suara.com - Presiden Vladimir Putin mengisyaratkan bahwa konfrontasi bersenjata di Ukraina sedang bergerak menuju babak final.
Pernyataan ini menandai perubahan nada bicara Kremlin di tengah tekanan diplomatik global yang semakin intensif.
Kepastian berakhirnya perang kini bergantung pada keseriusan pihak Barat dalam menurunkan tensi ketegangan di wilayah tersebut.

Putin menilai eskalasi yang dipicu bantuan luar negeri telah mencapai titik jenuh yang membahayakan.
"Saya pikir masalah ini akan segera berakhir," ujar Putin kepada awak media.
Pernyataan tersebut muncul saat Rusia dan Ukraina sedang menjalani masa tenang lewat gencatan senjata tiga hari.
Jeda kemanusiaan ini terwujud berkat inisiatif diplomatik yang dijembatani langsung oleh Presiden AS Donald Trump.

Putin menekankan bahwa meskipun ada harapan, situasi di lapangan masih memerlukan penanganan yang sangat serius.
"Mereka mulai meningkatkan konfrontasi dengan Rusia, yang berlanjut hingga hari ini. Saya pikir ini sedang menuju akhir, tetapi ini masih merupakan masalah serius," tegas Putin.
Eropa pun mulai membuka pintu dialog terpisah untuk mempercepat proses rekonsiliasi antara kedua negara.
Presiden Rusia tersebut secara terbuka mengusulkan nama mantan Kanselir Jerman Gerhard Schroder sebagai mediator dialog.
Schroder dianggap sebagai sosok yang memiliki kedekatan personal dan pemahaman mendalam atas posisi Rusia.
Namun, usulan ini langsung mendapat respons dingin dari pemerintah Jerman yang meragukan kredibilitas rencana tersebut.
Berlin menganggap Moskow belum menunjukkan perubahan syarat mendasar untuk benar-benar menghentikan invasi secara permanen.
Indikator keseriusan Rusia akan diuji melalui kesediaan mereka memperpanjang durasi gencatan senjata akhir pekan ini.