Eks Direktur BAIS Bongkar Rahasia Dapur Intelijen: Cuma Kasih 'Bisikan', Sisanya Hak Presiden

Vania Rossa

Rabu, 13 Mei 2026 | 07:18 WIB
Eks Direktur BAIS Bongkar Rahasia Dapur Intelijen: Cuma Kasih 'Bisikan', Sisanya Hak Presiden
Mantan Direktur E BAIS TNI, Brigjen (Purn) Purnomo. (tangkap layar YouTube)
baca 10 detik
  • Brigjen (Purn) Purnomo menjelaskan bahwa intelijen bertugas memberikan masukan strategis serta peringatan ancaman kepada pimpinan negara dan TNI.
  • Intelijen mengumpulkan data riwayat tokoh yang masuk ke lingkar kekuasaan untuk dilaporkan sebagai bahan pertimbangan bagi pimpinan.
  • Keputusan akhir atas informasi intelijen sepenuhnya merupakan hak prerogatif pimpinan karena intelijen tidak memiliki kewenangan mengambil keputusan.

Suara.com - Intelijen negara memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pemerintahan dengan menyediakan informasi strategis bagi para pemimpin. Namun, keputusan atas informasi tersebut sepenuhnya tetap berada di tangan pimpinan negara.

Mantan Direktur E BAIS TNI, Brigjen (Purn) Purnomo, memaparkan bagaimana mekanisme komunikasi serta relasi antara intelijen dengan pemerintah berjalan dalam praktiknya.

Secara umum, intelijen bertugas memberikan masukan kepada pimpinan, baik dari BAIS kepada Panglima TNI maupun dari Badan Intelijen Negara kepada Presiden. Selain itu, intelijen juga berfungsi menyampaikan peringatan apabila terdapat potensi ancaman beserta dampak yang mungkin ditimbulkan dari suatu peristiwa.

“Informasi yang kita berikan mau diterima atau tidak, itu hak prerogatif pimpinan,” ujar Purnomo dalam podcast Forum Keadilan TV, dikutip Selasa (12/5/2026).

Ia juga menjelaskan bahwa intelijen turut memantau dan mengumpulkan data mengenai tokoh-tokoh yang mulai masuk ke lingkar kekuasaan atau tengah naik daun di masyarakat. Informasi tersebut, termasuk riwayat dan biografi tokoh, kemudian dihimpun untuk disampaikan kepada pimpinan.

“Seni kepemimpinan setiap orang tidak sama. Ada yang suka menerima. Ada yang… sudah lah, enggak usah!” katanya menggambarkan beragam respons pemimpin terhadap informasi intelijen.

Purnomo menegaskan bahwa tindak lanjut dari informasi yang disampaikan intelijen sepenuhnya bergantung pada keputusan pimpinan. Intelijen, kata dia, tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan atas data dan informasi yang telah dikumpulkan.

Reporter: Cornelius Juan Prawira

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:36 WIB

Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak

Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:24 WIB

Idul Adha 2026 Muhammadiyah dan NU Tanggal Berapa?

Idul Adha 2026 Muhammadiyah dan NU Tanggal Berapa?

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:10 WIB

Terkini

Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah

Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:28 WIB

Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan

Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:53 WIB

Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum

Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:57 WIB

Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz

Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:15 WIB

Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan

Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:08 WIB

Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup

Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:38 WIB

Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung

Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:29 WIB

Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa

Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:14 WIB

Tak Relevan, Aksi Reformasi Jilid II Dinilai Bukan Aspirasi Mahasiswa

Tak Relevan, Aksi Reformasi Jilid II Dinilai Bukan Aspirasi Mahasiswa

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:05 WIB

1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil

1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:03 WIB

×