Karhutla Papua Selatan Meluas: Mengapa Kalender Pencegahan Perlu Disesuaikan?

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:55 WIB
Karhutla Papua Selatan Meluas: Mengapa Kalender Pencegahan Perlu Disesuaikan?
Ilustrasi Kebakaran Lahan (dok.Pexels/ Alexandre P. Junior)

Suara.com - Papua Selatan menghadapi peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada 2026. Analisis Yayasan MADANI Berkelanjutan mencatat Area Indikatif Terbakar (AIT) di provinsi tersebut mencapai 41.790 hektare, lebih luas dibandingkan Riau dan Kalimantan Tengah.

Deputy Director MADANI Berkelanjutan, Giorgio B. Indrarto, mengatakan pola musim di Papua Selatan berbeda dengan wilayah Sumatera dan Kalimantan. Karena itu, kalender pencegahan karhutla yang selama ini digunakan di Indonesia bagian barat tidak bisa diterapkan begitu saja di Papua.

“Musim keringnya baru dimulai pada Juni atau Juli dan berlangsung sampai Desember. Juli bukanlah puncak, melainkan bulan pembuka,” kata Giorgio.

Kabupaten Merauke mencatat AIT terluas, yakni 33.609 hektare, disusul Kabupaten Mappi dengan 8.510 hektare.

Dari total area yang terindikasi terbakar di Papua Selatan, sekitar 89,5% terjadi sepanjang Juli 2026.

Padahal, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jayapura telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi karhutla untuk Merauke dan Mappi sejak 18 Juni 2026.

Risiko tersebut menjadi perhatian karena Papua Selatan juga menjadi lokasi megaproyek pangan dan energi yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

MADANI Berkelanjutan menyebut rencana pembukaan lahan untuk proyek tersebut mencapai 2,32 juta hektare di Merauke. Hingga awal Juli 2026, sekitar 40.000 hektare hutan alam dilaporkan telah dibuka.

Giorgio mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi pertimbangan dalam pengelolaan kawasan, terutama karena sebagian wilayah Merauke merupakan savana yang relatif mudah terbakar.

baca juga

“Ketika 2,32 juta hektare rencana pembukaan lahan diletakkan di atas savana yang mudah terbakar, asumsi bawaan harus diubah,” ujarnya.

Menurut dia, pemegang izin dalam proyek tersebut perlu membuktikan bahwa pembukaan lahan dilakukan tanpa pembakaran.

Titik api di kawasan konsesi
Analisis MADANI Berkelanjutan juga menemukan 1.292 titik api di Papua Selatan sepanjang 1-9 Juli 2026.

Dari jumlah tersebut, 399 titik berada di kawasan konsesi yang berkaitan dengan PSN. Sebanyak 245 titik berada di kawasan PSN pangan, 115 titik berada di wilayah Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), dan 39 titik berada di perkebunan sawit.

Namun, keberadaan titik api di dalam kawasan konsesi tidak serta-merta menunjukkan bahwa kebakaran disebabkan oleh aktivitas pemegang izin. Temuan tersebut menjadi indikator yang perlu ditelusuri lebih lanjut untuk mengetahui sumber dan penyebab kebakaran.

Lead Program Transisi Energi Indonesia Berbasis Komunitas MADANI Berkelanjutan, Riza Egi Arizona, mengatakan kesiapsiagaan menghadapi karhutla di Papua Selatan juga perlu diperkuat.

Ia membandingkan kondisi tersebut dengan sejumlah daerah di Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat yang telah meningkatkan status kesiapsiagaannya ketika risiko karhutla meningkat.

Menurut Riza, langkah kesiapsiagaan seharusnya mengikuti pola musim dan tingkat risiko di masing-masing wilayah.

“Tanpa penyesuaian kalender kesiapsiagaan, risiko meluasnya karhutla di Papua Selatan akan semakin besar,” katanya.

Dorongan untuk pemerintah
Atas temuan tersebut, MADANI Berkelanjutan mendorong pemerintah memperkuat pencegahan karhutla di Papua Selatan.

Salah satu usulnya adalah membuat kalender karhutla khusus Papua Selatan yang menyesuaikan pola iklim monsun timur. Pemerintah juga diminta membuka informasi mengenai kapasitas dan jumlah personel Manggala Agni yang tersedia di wilayah tersebut.

MADANI juga mendorong penerapan prinsip zero burning di kawasan PSN Merauke dan meminta pemegang izin menjelaskan setiap titik api yang muncul di wilayah konsesinya.

Selain itu, pemerintah dinilai perlu membedakan praktik pembakaran yang dilakukan masyarakat dalam konteks adat dengan pembukaan lahan dalam skala besar.

MADANI juga meminta pemerintah mengevaluasi target FOLU Net Sink 2030 dengan mempertimbangkan adanya wilayah yang masuk dalam rencana operasional dan terdampak karhutla.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Karhutla 200 Hektare di OKI Belum Sepenuhnya Padam, Tim Kejar Ekor Api

Karhutla 200 Hektare di OKI Belum Sepenuhnya Padam, Tim Kejar Ekor Api

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:52 WIB

Pemadaman Kebakaran Hutan di Palangka Raya Terkendala Minimnya Sumber Air

Pemadaman Kebakaran Hutan di Palangka Raya Terkendala Minimnya Sumber Air

Video | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Kebakaran Bromo Meluas, 520 Hektare Taman Nasional Hangus

Kebakaran Bromo Meluas, 520 Hektare Taman Nasional Hangus

Foto | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Terkini

Isu Haji Isam Caplok BCA Usai Borong Saham BYAN, Ini Kronologinya

Isu Haji Isam Caplok BCA Usai Borong Saham BYAN, Ini Kronologinya

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 17:44 WIB

Pantau Gambut Soroti Rencana Prabowo Bentuk BPGMN: Jangan Cuma Tambah Lembaga Tanpa Taji

Pantau Gambut Soroti Rencana Prabowo Bentuk BPGMN: Jangan Cuma Tambah Lembaga Tanpa Taji

News | Jum'at, 25 September 2026 | 17:41 WIB

Makin Seru di Pestapora 2026, BRImo Hadirkan Ragam Program Spesial

Makin Seru di Pestapora 2026, BRImo Hadirkan Ragam Program Spesial

Bali | Jum'at, 25 September 2026 | 17:39 WIB

BRImo Hadirkan Pestapora 2026, Ada Ragam Program Spesial untuk Pengunjung

BRImo Hadirkan Pestapora 2026, Ada Ragam Program Spesial untuk Pengunjung

Sulsel | Jum'at, 25 September 2026 | 17:36 WIB

Nikmati Keseruan Pestapora 2026 Bareng BRImo dengan Ragam Program Spesial

Nikmati Keseruan Pestapora 2026 Bareng BRImo dengan Ragam Program Spesial

Malang | Jum'at, 25 September 2026 | 17:33 WIB

NasDem Buka Pintu Bahas Wacana Pileg-Pilpres Dipisah, Soroti Pemilu Serentak yang Bikin Lelah

NasDem Buka Pintu Bahas Wacana Pileg-Pilpres Dipisah, Soroti Pemilu Serentak yang Bikin Lelah

News | Jum'at, 25 September 2026 | 17:31 WIB

Influenza A Terdeteksi di DIY, 24 Kasus Muncul, Sekolah Belum Diliburkan

Influenza A Terdeteksi di DIY, 24 Kasus Muncul, Sekolah Belum Diliburkan

Jogja | Jum'at, 25 September 2026 | 17:30 WIB

Pestapora 2026 Makin Asyik Bareng BRImo, Intip Program Spesialnya

Pestapora 2026 Makin Asyik Bareng BRImo, Intip Program Spesialnya

Jatim | Jum'at, 25 September 2026 | 17:30 WIB

Musim Kedua Anime The Cat and the Dragon Diumumkan Tayang pada 2027

Musim Kedua Anime The Cat and the Dragon Diumumkan Tayang pada 2027

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 17:30 WIB

Suporter Wajib Tahu! 10 Titik Parkir di SUGBK Laga Timnas Indonesia vs Singapura Malam Ini

Suporter Wajib Tahu! 10 Titik Parkir di SUGBK Laga Timnas Indonesia vs Singapura Malam Ini

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 17:28 WIB

×