Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia

Bangun Santoso

Kamis, 14 Mei 2026 | 18:06 WIB
Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia
Anggota Komisi XIII DPR RI fraksi PKB, Mafirion. (tangkapan layar/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Anggota DPR RI mendesak pemerintah membongkar sindikat mafia pengiriman ilegal pekerja migran pasca insiden kapal tenggelam di Malaysia.
  • Kapal yang membawa 37 warga negara Indonesia tenggelam di perairan Perak pada Senin, 11 Mei, menyebabkan tujuh korban tewas.
  • Pemerintah didesak melakukan evaluasi pengawasan dan penegakan hukum tegas terhadap aktor intelektual perdagangan manusia di hulu hingga hilir.

Suara.com - Anggota Komisi XIII DPR RI Mafirion mendorong pemerintah untuk membongkar mafia pengirim Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara ilegal pascainsiden kapal yang mengangkut 37 warga negara Indonesia (WNI) tenggelam di Perak, Malaysia.

Mafirion mengatakan, insiden ini merupakan tragedi kemanusiaan yang memprihatinkan. Menurut dia, negara tidak boleh melihat ini sebagai musibah kecelakaan laut semata karena ada indikasi praktik pengiriman PMI ilegal.

“Aparat harus membongkar jaringan yang mengambil keuntungan dari penderitaan rakyat,” kata legislator bidang hak asasi manusia (HAM) itu dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (14/5/2026).

Ia mendesak Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) dan aparat penegak hukum tidak hanya mengejar nakhoda kapal, tetapi juga membongkar aktor intelektual di balik bisnis perdagangan manusia ini.

“Kalau sindikatnya tidak diputus di hulu, tragedi memilukan seperti ini akan terus berulang,” ujarnya sebagaimana dilansir Antara.

Di samping itu, dia meminta Komisi Nasional (Komnas) HAM dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk turut aktif menyelidiki insiden ini dan memberikan perlindungan bagi korban yang selamat beserta keluarganya.

Ia menegaskan, negara tidak boleh membiarkan kondisi ini terus terjadi. Tragedi ini diharapkan menjadi alarm untuk melakukan evaluasi total terhadap sistem pengawasan keberangkatan dan edukasi masyarakat.

Dia pun menekankan bahwa martabat negara tidak bisa ditawar dengan alasan apa pun.

“Keselamatan warga negara adalah tanggung jawab utama. Pemerintah harus benar-benar serius memberantas praktik ini dari hulu sampai hilir, bukan sekadar responsif saat ada jatuh korban,” katanya.

baca juga

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengonfirmasi bahwa tujuh WNI ditemukan meninggal dunia setelah hilang dalam insiden kapal tenggelam di perairan Pulau Pangkor, negara bagian Perak, Malaysia.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah menyampaikan, kapal yang mengangkut 37 WNI tersebut tenggelam pada Senin (11/5) pagi waktu setempat. Sebanyak 23 penumpangnya berhasil diselamatkan, sementara 14 lainnya hilang.

“Dari 14 WNI yang sebelumnya dalam proses pencarian, 7 orang telah ditemukan meninggal dunia, dan jasadnya saat ini berada di RS di Perak untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut oleh otoritas setempat,” kata Heni dikonfirmasi Rabu (13/5).

Dengan ditemukannya tujuh korban tewas, sisa tujuh korban hilang lainnya masih dalam pencarian oleh otoritas SAR Malaysia.

Dalam rangka proses identifikasi korban, Kemlu RI akan mengirim tim untuk melakukan penelusuran keluarga korban yang diduga berasal dari Sumatera Utara. Terlebih, sebagian besar korban diketahui tidak membawa dokumen perjalanan yang sah.

“Hal tersebut untuk keperluan identifikasi korban yang selamat dan meninggal, serta pembuatan dokumen terkait untuk penanganan selanjutnya,” tutur Heni.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:47 WIB

Gaji Hakim Indonesia Tertinggi di ASEAN? Ini Perbandingannya dengan Malaysia dan Singapura

Gaji Hakim Indonesia Tertinggi di ASEAN? Ini Perbandingannya dengan Malaysia dan Singapura

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:54 WIB

Klub Brunei DPMM FC Janji Rekrut Ramadhan Sananta Kembali jika Berkembang di Masa Depan

Klub Brunei DPMM FC Janji Rekrut Ramadhan Sananta Kembali jika Berkembang di Masa Depan

Bola | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:56 WIB

Dibuang DPMM FC, Klub Super League Mana yang Bakal Dituju Ramadhan Sananta?

Dibuang DPMM FC, Klub Super League Mana yang Bakal Dituju Ramadhan Sananta?

Bola | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:32 WIB

Striker Timnas Indonesia Ramadhan Sananta Resmi Berpisah dengan DPMM FC

Striker Timnas Indonesia Ramadhan Sananta Resmi Berpisah dengan DPMM FC

Bola | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:16 WIB

Identitas 4 Pekerja Migran Indonesia yang Meninggal Tenggelam di Malaysia 10 Masih Hilang

Identitas 4 Pekerja Migran Indonesia yang Meninggal Tenggelam di Malaysia 10 Masih Hilang

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35 WIB

Mentang-mentang Serumpun! Sindiran Pedas Malaysia Usai Puluhan WNI Jadi Korban Kapal Tenggelam

Mentang-mentang Serumpun! Sindiran Pedas Malaysia Usai Puluhan WNI Jadi Korban Kapal Tenggelam

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:17 WIB

Terkini

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:57 WIB

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:45 WIB

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

×