Viral Pedofil WN Jepang di Indonesia: Lecehkan WNI, Sebarkan Penyakit Menular Seksual

M Nurhadi

Minggu, 17 Mei 2026 | 08:05 WIB
Viral Pedofil WN Jepang di Indonesia: Lecehkan WNI, Sebarkan Penyakit Menular Seksual
Ilustrasi pelaku kekerasan seksual incar remaja dan anak-anak di Asia Tenggara [Suara.com]
baca 10 detik
  • Seorang warga negara Jepang diduga melakukan eksploitasi seksual dan penyebaran penyakit menular terhadap anak di Indonesia.
  • Kasus yang viral pada 14 Mei 2026 ini melibatkan jaringan internasional yang beroperasi di berbagai kota besar.
  • Kedutaan Besar Jepang telah mengeluarkan peringatan resmi, sementara otoritas Indonesia belum memberikan keterangan formal terkait investigasi.

Suara.com - Isu kejahatan seksual lintas negara kini tengah menjadi sorotan tajam publik di Indonesia. Jagat maya digemparkan oleh mencuatnya informasi mengenai seorang warga negara (WN) Jepang yang diduga kuat melakukan praktik prostitusi anak di dalam negeri.

Ironisnya, terduga pelaku dilaporkan telah berhasil lolos dari jeratan hukum dan kembali ke negara asalnya sebelum sempat ditindak oleh pihak berwenang. Meskipun beberapa jaringan diduga masih menetap di Indonesia.

Informasi ini mulai ramai diperbincangkan setelah sebuah unggahan dari akun X (Twitter) @bnfi_id pada 14 Mei 2026 menjadi viral.

Unggahan tersebut mengungkap keberadaan jaringan predator seksual yang secara spesifik membidik anak-anak di bawah umur sebagai korban eksploitasi mereka.

Sebelum akun BNFI mengeluarkan peringatan, akun lain dengan nama @hunter_tnok telah berulang kali menyuarakan kegelisahan serupa.

Akun tersebut memperingatkan masyarakat serta aparat penegak hukum untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap jaringan pelaku pelecehan seksual yang mengincar remaja.

Berdasarkan pantaunnya, pergerakan jaringan ini tidak lagi terbatas di kota besar seperti Jakarta dan Bali, melainkan disinyalir kuat telah masuk ke wilayah Makassar.

Diduga Sengaja Menularkan Infeksi Menular Seksual

Hal yang paling memicu kemarahan publik adalah temuan mengenai motif lain di balik aksi eksploitasi seksual tersebut. Terduga pelaku diketahui memanfaatkan media sosial untuk memamerkan tindakan kriminalnya dan secara sadar mengusung sebuah misi biologis yang berbahaya, yaitu menyebarkan penyakit menular seksual.

baca juga

Berdasarkan bukti tangkapan layar yang beredar, pelaku menggunakan identitas "Herpes looking for a place to show off" di platform digital.

Ia diduga telah mengeksploitasi seorang siswi SMP yang masih berusia 15 tahun dan dengan sengaja menularkan penyakit herpes kepada korban tersebut. Pelaku bahkan secara terbuka mengaku memiliki misi khusus untuk menyebarkan infeksi patogen ini selama berada di wilayah Indonesia.

Aktivitas para pelaku yang bepergian ke luar negeri dengan tujuan melakukan kekerasan seksual ini dinilai sangat terorganisir. Mereka memanfaatkan jejaring sosial (SNS) untuk saling bertukar informasi, strategi, hingga testimoni mengenai korban-korban mereka di Asia Tenggara.

Kasus ini juga memicu kritik internal dari kalangan warga Jepang sendiri. Muncul sebuah tren negatif di mana tindakan eksploitasi terhadap perempuan dan anak-anak di negara berkembang justru dianggap sebagai sebuah pencapaian atau lelucon di komunitas tertentu tanpa adanya rasa bersalah.

Tingginya eskalasi isu ini akhirnya memaksa pihak otoritas diplomatik untuk turun tangan. Kedutaan Besar Jepang di Indonesia dilaporkan telah menerbitkan peringatan resmi terkait isu prostitusi anak ini.

Langkah serupa tercatat pernah dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Jepang di Laos pada tahun sebelumnya akibat maraknya fenomena serupa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tampang Pria Jepang yang Terlibat Kasus Prostitusi Anak, Bos Perusahaan Hiburan Ikut Terseret

Tampang Pria Jepang yang Terlibat Kasus Prostitusi Anak, Bos Perusahaan Hiburan Ikut Terseret

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:02 WIB

Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara

Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:21 WIB

Tolak Kebiri Kiai Ashari, Sikap Komnas Perempuan Tuai Amarah Publik: Korban di Mana?

Tolak Kebiri Kiai Ashari, Sikap Komnas Perempuan Tuai Amarah Publik: Korban di Mana?

Entertainment | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:39 WIB

Modus Licik Oknum Ulama Nikahi Banyak Perempuan: Pakai Dalil Palsu hingga Hamil Kembar

Modus Licik Oknum Ulama Nikahi Banyak Perempuan: Pakai Dalil Palsu hingga Hamil Kembar

Entertainment | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:51 WIB

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Prediksi Starting XI Timnas Jepang di Piala Dunia 2026: Hajime Moriyasu Dipusingkan Cedera

Prediksi Starting XI Timnas Jepang di Piala Dunia 2026: Hajime Moriyasu Dipusingkan Cedera

Bola | Jum'at, 15 Mei 2026 | 21:45 WIB

Terkini

Ketua BPK Serahkan Hasil Pemeriksaan LKPP 2025 ke DPR, Bapanas Jadi Satu-satunya Raih WDP

Ketua BPK Serahkan Hasil Pemeriksaan LKPP 2025 ke DPR, Bapanas Jadi Satu-satunya Raih WDP

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 12:14 WIB

DPR Sahkan 7 Anggota Komisi Informasi Pusat Periode 2026-2030

DPR Sahkan 7 Anggota Komisi Informasi Pusat Periode 2026-2030

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 12:00 WIB

Reaksi Roy Suryo Saat Bidkum Polda Metro Jaya Bacakan Jawaban Permohonan

Reaksi Roy Suryo Saat Bidkum Polda Metro Jaya Bacakan Jawaban Permohonan

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:39 WIB

Puan Maharani Pimpin Rapat Paripurna DPR RI ke-22 Hari Ini: 293 Anggota Hadir, Ini Agendanya

Puan Maharani Pimpin Rapat Paripurna DPR RI ke-22 Hari Ini: 293 Anggota Hadir, Ini Agendanya

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:19 WIB

Terseret Kasus Haji Kemenag, Eks Menpora Dito Ariotedjo Penuhi Panggilan Penyidik KPK

Terseret Kasus Haji Kemenag, Eks Menpora Dito Ariotedjo Penuhi Panggilan Penyidik KPK

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:11 WIB

Hakim Ungkap Putusan Kasus Nadiem Makarim Mencapai 1.146 Halaman

Hakim Ungkap Putusan Kasus Nadiem Makarim Mencapai 1.146 Halaman

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:07 WIB

IPAL Dibangun, Bau Kali Krukut di Taman Bendera Pusaka Mulai Ditangani

IPAL Dibangun, Bau Kali Krukut di Taman Bendera Pusaka Mulai Ditangani

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:02 WIB

Bulog Buka Gudang Bagi Mahasiswa UGM, Mahasiswa Lihat Langsung Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah

Bulog Buka Gudang Bagi Mahasiswa UGM, Mahasiswa Lihat Langsung Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:00 WIB

Lawan Penangkapan 'Sewenang-wenang', Roy Suryo Hadapi Jawaban Polda Metro di Sidang Praperadilan

Lawan Penangkapan 'Sewenang-wenang', Roy Suryo Hadapi Jawaban Polda Metro di Sidang Praperadilan

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 10:50 WIB

Gempa Bumi Venezuela, PBB Siapkan 10 Ribu Kantong Jenazah

Gempa Bumi Venezuela, PBB Siapkan 10 Ribu Kantong Jenazah

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 10:49 WIB

×