Dari Limbah ke Pasar Dunia, Rahasia Wayan Sudira Ubah Sampah Kayu Laut Jadi Cuan Ekspor

Bangun Santoso

Minggu, 17 Mei 2026 | 16:12 WIB
Dari Limbah ke Pasar Dunia, Rahasia Wayan Sudira Ubah Sampah Kayu Laut Jadi Cuan Ekspor
Foto sebagai Ilustrasi: Warga melintas di sekitar tumpukan sampah yang terbawa gelombang air laut di Labuan, Pandeglang, Banten, Selasa (6/9/2022). Antara/Muhammad Bagus Khoirunas/rwa.
baca 10 detik
  • Wayan Sudira mengolah limbah kayu laut di Bali menjadi kerajinan bernilai ekonomi tinggi guna mengurangi sampah pantai.
  • Dukungan pembiayaan PNM ULaMM sejak 2017 membantu pengembangan usaha Ulu Sari Handicraft di Singaraja dan Tegallalang.
  • Produk kerajinan tersebut kini berhasil menembus pasar internasional dan menyerap puluhan tenaga kerja dari masyarakat lokal.

Suara.com - Tegallalang, Tumpukan kayu yang terbawa ombak dan menepi di pesisir kerap menjadi bagian dari persoalan sampah pantai di Bali, termasuk di kawasan Tabanan. Namun di tangan Wayan Sudira, limbah kayu laut tersebut tidak berhenti sebagai masalah lingkungan.

Dari kayu-kayu yang terdampar di pantai, ia melihat peluang untuk menghadirkan karya, membuka ruang ekonomi, sekaligus membantu upaya pemerintah dalam mengurangi sampah pantai.

Melalui Ulu Sari Handicraft, Wayan mengolah limbah kayu laut menjadi produk kerajinan bernilai jual tinggi, sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs, khususnya poin 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, poin 14 tentang menjaga ekosistem laut.

Sejak bergabung dengan PNM ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro) pada 2017, Wayan mendapatkan akses pembiayaan dan pendampingan usaha secara rutin.

Dukungan tersebut turut memperkuat langkah Ulu Sari Handicraft untuk berkembang lebih terarah.

Kini, usaha yang ia bangun telah memiliki dua workshop yang berlokasi di Singaraja dan Tegallalang, serta mempekerjakan 45 karyawan saat itu.

Tidak sedikit dari mereka merupakan saudara, masyarakat sekitar, hingga mantan pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja saat pandemi COVID-19.

Siapa sangka, dari yang semulanya persoalan lingkungan, lahir ruang penghidupan baru bagi banyak keluarga.

Di saat pandemi membuat banyak usaha mikro dan kecil melemah, Ulu Sari Handicraft justru mendapatkan permintaan yang semakin besar dari pasar mancanegara.

baca juga

Hingga kini, hampir setiap hari, karya-karya Wayan dikirim ke berbagai negara seperti Selandia Baru, Australia, Prancis, Belgia, Belanda, Jerman, hingga Amerika Serikat.

Bagi Wayan, capaian tersebut bukan hanya soal bisnis, tetapi juga tentang rasa syukur karena dapat mengubah sesuatu yang sebelumnya dianggap sisa menjadi manfaat bagi lingkungan dan sesama.

“Semua ini titiang yakini karena jalan Tuhan. Dari kayu yang terbuang, astungkara bisa menjadi rezeki untuk keluarga, untuk karyawan, dan untuk orang-orang di sekitar. Jadi yang bisa kami lakukan adalah terus bersyukur, menjaga kepercayaan, dan bekerja sebaik-baiknya,” ujar Wayan dikutip Minggu (17/5/2026).

Kisah ini menjadi contoh bagaimana pembiayaan dan pendampingan PNM dapat memperluas dampak usaha mikro dan kecil, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga sosial dan lingkungan.

Ulu Sari Handicraft menunjukkan bahwa pemberdayaan dapat tumbuh dari kepekaan terhadap persoalan di sekitar.

Limbah pantai yang semula menjadi tantangan, diolah menjadi produk bernilai, membuka lapangan kerja bagi masyarakat, serta membantu keluarga untuk ikut bertumbuh bersama usaha tersebut.

Semangat seperti inilah yang membuat pemberdayaan terasa lebih bermakna. Sebab ketika sebuah usaha tumbuh, yang ikut bergerak bukan hanya pemiliknya, tetapi juga keluarga, tetangga, lingkungan, dan harapan banyak orang di sekitarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Manusia Silver Todong Pisau di Kuta, Polisi Tangkap Pria Asal Bandung

Viral Manusia Silver Todong Pisau di Kuta, Polisi Tangkap Pria Asal Bandung

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:01 WIB

Kemenangan Jadi Harga Mati Bali United, Kado Penutup untuk Semeton Dewata

Kemenangan Jadi Harga Mati Bali United, Kado Penutup untuk Semeton Dewata

Bola | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:07 WIB

Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga

Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 19:05 WIB

Purbaya Klaim Danantara Sepakat Tukar Guling PNM dan Geo Dipa

Purbaya Klaim Danantara Sepakat Tukar Guling PNM dan Geo Dipa

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:41 WIB

Perempuan dan Gerakan Zero Waste: dari Dapur Rumah ke Perubahan Lingkungan

Perempuan dan Gerakan Zero Waste: dari Dapur Rumah ke Perubahan Lingkungan

Your Say | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:00 WIB

Prabowo Murka! Bunga Pinjaman Orang Miskin 24 Persen, Pengusaha Besar Cuma 9 Persen

Prabowo Murka! Bunga Pinjaman Orang Miskin 24 Persen, Pengusaha Besar Cuma 9 Persen

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:09 WIB

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 22:59 WIB

Terkini

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:57 WIB

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:45 WIB

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

×