Anggota DPR Sentil Prabowo: Orang Desa Bukan Hidup di Zaman Batu, Pasti Terasa Kalau Dolar Naik

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 18 Mei 2026 | 13:37 WIB
Anggota DPR Sentil Prabowo: Orang Desa Bukan Hidup di Zaman Batu, Pasti Terasa Kalau Dolar Naik
Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Komarudin Watubun. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Anggota DPR Komarudin Watubun mengkritik pernyataan Presiden Prabowo soal pelemahan Rupiah yang dianggap tidak berdampak bagi masyarakat desa.
  • Komarudin menjelaskan bahwa pelemahan Rupiah menyebabkan kenaikan harga barang pokok dan operasional yang berdampak langsung pada warga desa.
  • Presiden Prabowo sebelumnya menegaskan bahwa Indonesia tetap kuat selama kebutuhan pangan serta energi bagi masyarakat tetap terjaga aman.

Suara.com - Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Komarudin Watubun, mengkritik pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang menyebut rakyat di desa tidak menggunakan dolar AS di tengah tren pelemahan nilai tukar Rupiah. 

Komarudin menilai, meski warga desa bertransaksi dengan Rupiah, mereka tetap menjadi pihak yang paling terdampak oleh gejolak kurs mata uang asing.

Komarudin menjelaskan bahwa dalam sistem ekonomi global saat ini, harga barang-barang kebutuhan pokok di tingkat desa sangat bergantung pada nilai tukar dolar terhadap Rupiah.

"Kalau dalam konteks orang desa itu menggunakan Rupiah, iya. Tapi dalam konteks kehidupan mereka, ya ada pengaruhnya. Karena itu saya kira itu masalah dasar, orang kampung juga pasti mengerti. Dengan nilai Rupiah anjlok seperti ini, harga barang pasti akan naik," ujar Komarudin di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). 

Ia menyoroti ketergantungan masyarakat pada barang-barang impor yang harganya dipicu oleh kenaikan dolar, mulai dari bahan pangan hingga kebutuhan pertanian.

"Barang impor termasuk BBM, pupuk, elektronik, hingga gandum. Itu yang makan di kafe beli roti dari gandum kan pasti harganya naik. Jadi kalau Presiden bicara dalam konteks alat tukar di desa itu Rupiah, iya. Tapi jangan lupa, sekarang desa-desa itu banyak juga pelaku transaksi ekspor-impor yang juga terpengaruh," tegasnya. 

Politisi asal Papua ini juga memberikan contoh nyata dampak pelemahan ekonomi pada sektor transportasi. 

Ia menceritakan pengalamannya melihat pengurangan frekuensi penerbangan dan lonjakan harga tiket pesawat akibat tingginya biaya operasional dan penurunan daya beli.

"Sekarang pesawat-pesawat juga sudah banyak mengurangi penerbangan. Kemarin dari Timika ke Jakarta, Batik (Air) tiba-tiba (batal/berubah) karena penumpang di bawah 50 orang. Saya di Makassar, pesawat ke Surabaya harganya naik sekian persen. Ini ada pengaruhnya," ungkap Komarudin.

baca juga

Lebih lanjut, Komarudin mengingatkan pemerintah bahwa profil masyarakat desa saat ini sudah sangat maju dan melek informasi. 

Ia menyebut warga desa tidak bisa lagi "dininabobokan" dengan pernyataan yang menyederhanakan persoalan ekonomi.

"Dan orang kampung sekarang keren. Kecuali zaman batu ya orang kampung tinggal di kampung, tidak pernah ke kota. Sekarang kan tetap ke mana-mana. Jadi tetap pengaruh ke kehidupan rakyat secara keseluruhan," pungkasnya. 

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan pesan terkait kondisi ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Hal tersebut disampaikan Presiden dalam pidato sambutannya pada peresmian Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Di hadapan tamu undangan, Prabowo menepis kekhawatiran sejumlah pihak yang sering melontarkan narasi bahwa Indonesia akan mengalami kejatuhan (collapse) atau kekacauan (chaos) akibat fluktuasi nilai tukar mata uang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komarudin PDIP Sentil Pernyataan Prabowo Soal Rupiah: Ingat, 1998 Dolar Naik Semua Harga Melambung

Komarudin PDIP Sentil Pernyataan Prabowo Soal Rupiah: Ingat, 1998 Dolar Naik Semua Harga Melambung

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:28 WIB

Amien Rais Ingatkan Prabowo: Hati-hati dengan 'All the President's Men' yang Bermental Bejat

Amien Rais Ingatkan Prabowo: Hati-hati dengan 'All the President's Men' yang Bermental Bejat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 12:46 WIB

Dolar Tidak Ada di Dompet Kita, Tapi Ada di Harga Beras dan Minyak

Dolar Tidak Ada di Dompet Kita, Tapi Ada di Harga Beras dan Minyak

Your Say | Senin, 18 Mei 2026 | 13:25 WIB

Terkini

Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak

Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:54 WIB

Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen

Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:46 WIB

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:13 WIB

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:56 WIB

Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam

Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:47 WIB

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:15 WIB

Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi

Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:50 WIB

Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!

Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:49 WIB

Parkir Ditutup Tenda Didirikan, PN Jaktim Antisipasi Massa Pendukung Sidang Perdana dr Tifa

Parkir Ditutup Tenda Didirikan, PN Jaktim Antisipasi Massa Pendukung Sidang Perdana dr Tifa

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:42 WIB

Dari Pajero ke Land Cruiser, Bupati Kuansing Disebut 'Main' Jual Beli Jabatan Sejak 2021

Dari Pajero ke Land Cruiser, Bupati Kuansing Disebut 'Main' Jual Beli Jabatan Sejak 2021

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:41 WIB

×