Adik Kandung Presiden Irlandia Ikut Ditangkap Tentara Israel di Global Sumud Flotilla

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 19 Mei 2026 | 11:39 WIB
Adik Kandung Presiden Irlandia Ikut Ditangkap Tentara Israel di Global Sumud Flotilla
Penahanan relawan bantuan kemanusiaan Gaza oleh Israel memicu kecaman keras dan ketegangan diplomatik global. (Skynews)
baca 10 detik
  • Militer Israel mencegat armada bantuan kemanusiaan Gaza di perairan internasional dekat Siprus.

  • Adik Presiden Irlandia bersama ratusan relawan internasional ditahan dalam operasi laut tersebut.

  • Insiden pencegatan memicu kecaman global atas pemblokiran pasokan medis ke Gaza.

Suara.com - Adik kandung presiden Irlandia ikut ditangkap tentara Israel dalam penghadangan armada laut sipil di perairan internasional. Selain itu Israel juga tangkap puluhan aktivis dunia

Adik kandung presiden Irandia itu merupakan dokter spesialis.

Misi pelayaran kemanusiaan kali ini membawa pesan perlawanan terhadap penutupan akses logistik yang menyengsarakan jutaan warga sipil. 

Penangkapan para pekerja medis ini memicu desakan investigasi pelanggaran hukum laut internasional oleh berbagai lembaga kemanusiaan.

Militer Israel yang mencegat kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional.[tangkapan layar/Republika]
Militer Israel yang mencegat kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional.[tangkapan layar/Republika]

Operasi penyergapan oleh pasukan pertahanan Tel Aviv berlangsung pada jarak sekitar 70 mil laut dari wilayah Siprus. Sebanyak 28 armada kapal motor kehilangan kontak navigasi setelah dikepung oleh otoritas bersenjata secara mendadak.

Iring-iringan kapal yang bertolak dari Turki selatan tersebut membawa ratusan delegasi lintas negara yang mengusung misi kedamaian. Total terdapat 426 peserta dari 39 kewarganegaraan yang bergabung dalam gerakan penyelamatan terintegrasi ini.

Pemerintah Tel Aviv mengklaim bahwa pergerakan puluhan kapal tersebut merupakan bentuk tindakan provokatif yang tidak membawa muatan logistik. Satu jam sebelum penyergapan, perintah pemaksaan balik arah telah dikeluarkan oleh menlu negara tersebut.

Global Sumud Flotilla (Instagram.com/globalsumudflotilla)
Global Sumud Flotilla (Instagram.com/globalsumudflotilla)

Sebelum kehilangan akses komunikasi, Dr Margaret Connolly sempat mendokumentasikan pesan video mengenai motivasi keterlibatannya dalam pelayaran ini. Kerabat dari Catherine Connolly tersebut menegaskan pentingnya membuka koridor penyelamatan kehidupan di wilayah konflik.

"Saya sangat bangga bisa berpartisipasi dalam armada ini. Ini adalah yang terbesar hingga saat ini, dan sekarang kami berlayar ke Gaza untuk membuka jalur kemsiaan guna membawa bantuan dan pasokan medis yang sangat dibutuhkan bagi masyarakat Gaza," ujar Dr Margaret Connolly dikutip dari Skynews.

baca juga

Kondisi darurat kesehatan di dalam wilayah tujuan menjadi dorongan moral terbesar bagi para dokter untuk menembus barikade pelayaran. Solidaritas kemanusiaan dinilai harus berdiri di atas segala bentuk pembatasan politik unilateral.

"Saya merasa sangat terdorong - sebagai seorang ibu, seorang dokter, dan sebagai seorang manusia - untuk membantu dalam armada ini," tambah Dr Margaret Connolly.

Pihak penyelenggara gerakan menyatakan bahwa enam warga negara Irlandia telah diculik, sementara sembilan relawan lainnya terancam bahaya. Perwakilan koalisi, Karen Moynihan, meminta Dublin segera mengambil langkah nyata untuk menyelamatkan para sandera.

Kementerian Luar Negeri Irlandia menyatakan pihaknya sedang memantau situasi secara intensif dan berkomunikasi dengan pihak berwenang. Pemerintah berkomitmen menyediakan fasilitas bantuan konsuler penuh bagi seluruh warga yang terdampak insiden laut tersebut.

Di sisi lain, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memberikan apresiasi tinggi terhadap tindakan taktis yang dilakukan oleh para tentaranya. Pemimpin yang tengah menghadapi persidangan kasus internal tersebut mengklaim tindakan itu demi keamanan nasional.

Netanyahu menyebut operasi militer itu berhasil dalam "...menggagalkan rencana jahat yang dirancang untuk memecah isolasi yang kami terapkan terhadap teroris Hamas di Gaza".

Ketegangan di perairan Mediterania ini terjadi di tengah sorotan tajam dunia terhadap legalitas operasi militer di wilayah pendudukan. Beberapa bulan sebelumnya, lembaga pengkaji kejahatan internasional telah mengeluarkan resolusi resmi terkait situasi darurat di sana.

Asosiasi Internasional Pengamat Genosida (IAGS) beserta komisi khusus PBB menyimpulkan adanya pelanggaran kemanusiaan berat yang terstruktur. Sebaliknya, pihak Tel Aviv secara konsisten menolak tuduhan tersebut dan berdalih tindakan mereka adalah hak pertahanan diri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

10 Menteri Luar Negeri Dunia Kecam Serangan Israel Flotilla Gaza: Pelanggaran Hukum Internasional

10 Menteri Luar Negeri Dunia Kecam Serangan Israel Flotilla Gaza: Pelanggaran Hukum Internasional

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 10:58 WIB

WNI Ditangkap Tentara Israel di Mediterania, KSP Dudung Minta Kemlu Tempuh Jalur Diplomasi

WNI Ditangkap Tentara Israel di Mediterania, KSP Dudung Minta Kemlu Tempuh Jalur Diplomasi

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 10:25 WIB

RI Gunakan Saluran Komunikasi, Desak Israel Bebaskan 2 Jurnalis dan 9 Aktivis Indonesia

RI Gunakan Saluran Komunikasi, Desak Israel Bebaskan 2 Jurnalis dan 9 Aktivis Indonesia

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 10:19 WIB

Terkini

Hujan Uang di Klaten! Pengunjung Rebutan Segepok Rupiah dari Atas Flying Fox

Hujan Uang di Klaten! Pengunjung Rebutan Segepok Rupiah dari Atas Flying Fox

Surakarta | Senin, 17 Agustus 2026 | 14:46 WIB

PDI Perjuangan Sesalkan Respons Aparat soal Bendera Bulan Bintang di Aceh

PDI Perjuangan Sesalkan Respons Aparat soal Bendera Bulan Bintang di Aceh

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 14:45 WIB

Doa Menag di Upacara HUT RI 81 Panen Cibiran: Masa Isinya Laporan Statistik

Doa Menag di Upacara HUT RI 81 Panen Cibiran: Masa Isinya Laporan Statistik

Entertainment | Senin, 17 Agustus 2026 | 14:41 WIB

Gempa NTT Guncang 8 Kabupaten, Bapeten Pantau Ketat 14 Fasilitas Radiasi

Gempa NTT Guncang 8 Kabupaten, Bapeten Pantau Ketat 14 Fasilitas Radiasi

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 14:40 WIB

Cerita Warga Berebut Tiket Upacara di Istana, Rela Datang dari Jauh dan Pakai Baju Adat Solo

Cerita Warga Berebut Tiket Upacara di Istana, Rela Datang dari Jauh dan Pakai Baju Adat Solo

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 14:38 WIB

Rayakan HUT ke-81 RI, Semangat Kemerdekaan Dimaknai Lewat Karya dan Kebersamaan

Rayakan HUT ke-81 RI, Semangat Kemerdekaan Dimaknai Lewat Karya dan Kebersamaan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 14:37 WIB

Perayaan HUT RI, PHR Zona 4 Salurkan 4.000 Paket Sembako untuk Warga di Sumsel

Perayaan HUT RI, PHR Zona 4 Salurkan 4.000 Paket Sembako untuk Warga di Sumsel

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 14:37 WIB

Bukan Pengupas Bawah Tapi Penjahit Kain Majun, Profil Susanah Ibu Tangguh dari Bogor

Bukan Pengupas Bawah Tapi Penjahit Kain Majun, Profil Susanah Ibu Tangguh dari Bogor

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 14:37 WIB

Kemerdekaan yang Sesungguhnya: 254 Napi di Jateng Pulang, Ribuan Lain Dapat Harapan Baru

Kemerdekaan yang Sesungguhnya: 254 Napi di Jateng Pulang, Ribuan Lain Dapat Harapan Baru

Jawa Tengah | Senin, 17 Agustus 2026 | 14:31 WIB

Tiga Dara | 81 Tahun Indonesia, Seperti Apa Arti Merdeka Hari Ini?

Tiga Dara | 81 Tahun Indonesia, Seperti Apa Arti Merdeka Hari Ini?

Video | Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30 WIB

×