Pejabat Israel Ungkap 9 WNI dan Aktivis Global Sumud Flotilla Dibawa ke Penjara Terapung

Galih Prasetyo

Selasa, 19 Mei 2026 | 17:55 WIB
Pejabat Israel Ungkap 9 WNI dan Aktivis Global Sumud Flotilla Dibawa ke Penjara Terapung
Pejabat Israel Ungkap 9 WNI dan Aktivis Global Sumud Flotilla Dibawa ke Penjara Terapung [Istimewa]
baca 10 detik
  • Militer Israel mencegat armada Global Sumud Flotilla yang membawa 500 aktivis termasuk 9 WNI dari Turki menuju Gaza.
  • Pemerintah Israel menahan para aktivis dengan alasan menggagalkan rencana provokasi untuk menembus blokade laut di wilayah Gaza.
  • Pemerintah Indonesia mengupayakan pembebasan sembilan WNI melalui jalur diplomasi dan hukum dengan melibatkan bantuan dari pihak ketiga.

Suara.com - Militer Israel armada laut Global Sumud Flotilla yang membawa misi kemanusian ke Gaza.

Di dalam kapal Global Sumud Flotilla tersebut diketahui juga berisi 9 warga negara Indonesia (WNI), termasuk sejumlah jurnalis.

Media Israel melaporkan armada tersebut berangkat dari kota pesisir Marmaris, Turki, pada Kamis lalu.

Seorang pejabat Israel mengklaim para aktivis di atas kapal kemungkinan akan melakukan perlawanan saat dicegat.

Pejabat Israel itu menyebut para aktivis Global Sumud Flotilla, termasuk 9 WNI akan dibawa ke penjara terapung.

“Kami akan mengambil alih mereka dan membawa mereka ke penjara terapung. Kami memperkirakan akan ada perlawanan terhadap penangkapan, mungkin juga penggunaan senjata tajam,” kata sumber tersebut seperti dikutip media Israel, Ynet.

Menariknya, setelah aksi pencegatan dan penangkapan para aktivis ini, pihak pemerintah Israel justru membantah kapal yang mendekati konvoi tersebut berasal dari militer mereka.

Global Sumud Flotilla (Instagram.com/globalsumudflotilla)
Global Sumud Flotilla (Instagram.com/globalsumudflotilla)

Namun laporan dari media Israel lainnya menyebut Angkatan Laut Israel telah menguasai sedikitnya 28 kapal dari total sekitar 50 kapal yang ikut dalam armada tersebut.

Konvoi itu diketahui membawa sekitar 500 aktivis pro-Palestina yang berusaha menembus blokade laut Gaza.

baca juga

Pemerintah Israel menyebut operasi dilakukan ratusan kilometer dari wilayah Gaza dan diklaim berlangsung tanpa insiden serius.

Pihak Israel mengancam penahanan kapal Global Sumud Flotilla akan membuat kapal lain membatalkan pelayaran dan kembali ke titik asal.

“Kami sedang menggagalkan rencana provokatif untuk menembus blokade laut terhadap Hamas di Gaza,” kata Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Di sisi lain, juru bicara armada Global Sumud Flotilla menuding Israel melakukan pelanggaran hukum internasional.

Global Sumud Flotilla mengklaim kontak dengan sedikitnya 23 kapal sempat hilang setelah operasi pencegatan dimulai.

“Kami memperkirakan Israel akan mencoba menghentikan armada ini dan mencegah blokade Gaza ditembus,” kata perwakilan flotilla kepada media Al-Araby.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia terus berupaya membebaskan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 menuju Gaza, Palestina.

Namun, upaya itu dilakukan lewat jalur diplomatik dan hukum melalui pihak ketiga lantaran Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

Hal itu diungkap Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan RI Yusril Ihza Mahendra.

"Kita tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel dan kita tidak dapat melakukan perundingan langsung dengan pihak Israel," ungkap Yusril di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dikutip dari ANTARA

Karena itu, pemerintah menurut Yusril memilih menggunakan jalur diplomatik dan hukum melalui negara maupun pihak ketiga untuk melindungi warga negara Indonesia yang ikut dalam misi kemanusiaan menuju Gaza.

"Kita tentu akan mengambil upaya-upaya diplomatik dan upaya-upaya hukum melalui pemerintah dan pihak ketiga untuk melindungi warga negara kita yang diculik oleh negara Israel," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Media Turkiye Soroti Langkah Hukum Indonesia usai WNI Ditahan Israel di Global Sumud Flotilla

Media Turkiye Soroti Langkah Hukum Indonesia usai WNI Ditahan Israel di Global Sumud Flotilla

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:41 WIB

DPR Desak Pemerintah Jamin Keselamatan 9 WNI yang Ditangkap Militer Israel

DPR Desak Pemerintah Jamin Keselamatan 9 WNI yang Ditangkap Militer Israel

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:29 WIB

Kedubes Palestina Kutuk Israel usai Cegat Konvoi Global Sumud Flotilla ke Gaza

Kedubes Palestina Kutuk Israel usai Cegat Konvoi Global Sumud Flotilla ke Gaza

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:12 WIB

Akui Tak Bisa Nego Langsung dengan Israel, Pemerintah Gandeng Pihak Ketiga Bebaskan 9 WNI

Akui Tak Bisa Nego Langsung dengan Israel, Pemerintah Gandeng Pihak Ketiga Bebaskan 9 WNI

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:03 WIB

Ace Hasan: Pemerintah Akan Tempuh Jalur Diplomatik untuk Bebaskan Jurnalis RI yang Ditahan Israel

Ace Hasan: Pemerintah Akan Tempuh Jalur Diplomatik untuk Bebaskan Jurnalis RI yang Ditahan Israel

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:49 WIB

Militer Israel Tangkap 4 Jurnalis Indonesia, Fauqi Hapidekso: Langgar HAM dan Hukum Internasional!

Militer Israel Tangkap 4 Jurnalis Indonesia, Fauqi Hapidekso: Langgar HAM dan Hukum Internasional!

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:34 WIB

Terkini

Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji

Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:13 WIB

Polres Cimahi Musnahkan 150 Kilogram Tembakau Sintetis Hasil Penggerebekan di Batujajar

Polres Cimahi Musnahkan 150 Kilogram Tembakau Sintetis Hasil Penggerebekan di Batujajar

Jabar | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:08 WIB

Memetik Pelajaran Kehidupan dari Buku Harapan Semu untuk Sebuah Masalah

Memetik Pelajaran Kehidupan dari Buku Harapan Semu untuk Sebuah Masalah

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Urutan Pemakaian Krim Pagi, Sunscreen, dan Air Mawar sebagai Setting Spray

Urutan Pemakaian Krim Pagi, Sunscreen, dan Air Mawar sebagai Setting Spray

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Pastikan Pelayanan Siap, Wali Kota Solo Cek Persiapan Haul Solo

Pastikan Pelayanan Siap, Wali Kota Solo Cek Persiapan Haul Solo

Surakarta | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:58 WIB

Nasib Apes Casriah Warga Sukabumi: Utangi Teman Miliaran Rupiah, Jaminan Sertifikat Malah Disita BNN

Nasib Apes Casriah Warga Sukabumi: Utangi Teman Miliaran Rupiah, Jaminan Sertifikat Malah Disita BNN

Jabar | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Anti-Breakout! 4 Hybrid Sunscreen Mugwort Redakan Kemerahan dan Iritasi

Anti-Breakout! 4 Hybrid Sunscreen Mugwort Redakan Kemerahan dan Iritasi

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Bakom RI Bakal Manfaatkan AI untuk Sosialisasikan Program dan Pemikiran Presiden Prabowo

Bakom RI Bakal Manfaatkan AI untuk Sosialisasikan Program dan Pemikiran Presiden Prabowo

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Hadapi Persis Solo, Kendal Tornado FC Akui Jadi Ujian Mental di Stadion Manahan

Hadapi Persis Solo, Kendal Tornado FC Akui Jadi Ujian Mental di Stadion Manahan

Jawa Tengah | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:47 WIB

RI Mau Pakai Teknologi Norwegia Bangun PLTA

RI Mau Pakai Teknologi Norwegia Bangun PLTA

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:46 WIB

×