Update! 9 WNI Diculik Tentara Israel di Kapal Global Sumud Flotilla

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Rabu, 20 Mei 2026 | 07:32 WIB
Update! 9 WNI Diculik Tentara Israel di Kapal Global Sumud Flotilla
Angkatan Laut Israel mencegat armada kapal kemanusiaan internasional 'Global Sumud Flotilla' yang sedang menuju Gaza. Insiden ini memicu kekhawatiran global setelah sembilan warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan turut ditahan oleh pasukan militer. (Global Sumud Flotilla)
  • Angkatan Laut Israel mencegat armada Global Sumud Flotilla yang membawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza.

  • Sembilan warga negara Indonesia yang terdiri dari jurnalis dan aktivis kemanusiaan turut ditahan Israel.

  • Insiden maritim ini memperparah ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang saat ini berada dalam kondisi rapuh.

Suara.com - Angkatan Laut Israel mencegat armada kapal kemanusiaan internasional 'Global Sumud Flotilla' yang sedang menuju Gaza. Insiden ini memicu kekhawatiran global setelah sembilan warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan turut ditahan oleh pasukan militer.

Penahanan para aktivis dan jurnalis Indonesia ini memperpanjang daftar pelanggaran wilayah laut internasional oleh militer Israel. Langkah represif tersebut diambil di tengah memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah dan besarnya tekanan internasional terhadap Tel Aviv.

Penangkapan warga sipil dalam misi kemanusiaan ini membuktikan gagalnya koridor damai untuk menyalurkan bantuan ke Palestina. Peristiwa ini melahirkan urgensi perlindungan diplomatik yang lebih kuat bagi para relawan kemanusiaan di area konflik.

Massa dari Solidaritas Seni Untuk Palestina mengikuti aksi solidaritas bagi WNI dan Jurnalis yang diculik Israel di Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/YU]
Massa dari Solidaritas Seni Untuk Palestina mengikuti aksi solidaritas bagi WNI dan Jurnalis yang diculik Israel di Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/YU]

Pasukan elite Shayetet 13 dilaporkan menaiki kapal secara paksa di perairan terbuka pada Senin waktu setempat. Rekaman visual menunjukkan para aktivis dipindahkan ke kapal militer untuk dibawa menuju pelabuhan Ashdod.

Sebelum aksi pencegatan terjadi, pihak Tel Aviv sempat melayangkan peringatan resmi agar konvoi tersebut membatalkan pelayaran. Namun, armada sipil tersebut memilih tetap melaju demi menyalurkan bantuan medis dan pangan yang sangat dibutuhkan di Gaza.

"Namun armada tetap melanjutkan pelayaran menuju Gaza sehingga militer mengambil tindakan intersepsi," muat laman berita lokal The Jerusalem Post.

Blokade laut Israel memicu kecaman global setelah penangkapan ilegal ratusan relawan kemanusiaan di perairan Siprus. (Al Jazeera)
Blokade laut Israel memicu kecaman global setelah penangkapan ilegal ratusan relawan kemanusiaan di perairan Siprus. (Al Jazeera)

Pemerintah Israel berdalih bahwa pelayaran bantuan tersebut bukan sekadar misi kemanusiaan murni. Mereka menuding pergerakan kapal-kapal sipil ini sebagai bentuk "provokasi politik" yang sengaja dilakukan.

Otoritas Tel Aviv bahkan melayangkan tuduhan sepihak bahwa beberapa organisasi kemanusiaan yang terlibat terafiliasi dengan Hamas. Tuduhan tanpa bukti kuat tersebut kerap dijadikan legitimasi oleh militer untuk melakukan tindakan kekerasan.

Melalui laporan media sosial Global Peace Convoy, operasi pencegatan oleh militer bersenjata lengkap itu terjadi pada siang bolong. Para relawan sempat melakukan komunikasi radio dan menegaskan status mereka sebagai konvoi sipil yang tidak berbahaya.

Pencegatan ini menyasar sedikitnya sepuluh kapal kemanusiaan, termasuk kapal Amanda, Barbados, Blue Toys, Cactus, dan Furleto. Kapal lain seperti Holy Blue, Kyriakos, Tenaz, Zio Fatare, Josef, Jandabar, serta Sadabad juga dilaporkan ditangkap.

Sembilan WNI yang berada di dalam kapal tersebut terdiri dari kombinasi jurnalis independen dan aktivis kemanusiaan. Mereka berlayar untuk mendokumentasikan sekaligus menyalurkan bantuan langsung kepada masyarakat Gaza yang terisolasi.

Daftar WNI yang ditahan adalah Thoudy Badai (jurnalis), Hendro Prasetyo (aktivis), Andre Prasetyo (jurnalis), dan Andi Angga (aktivis). Selain itu, terdapat nama Ronggo Wirasanu (aktivis), Herman Budianto (aktivis), As'ad Aras (aktivis), Rahendro Herubowo (jurnalis), serta Bambang Nuryono (jurnalis).

Kementerian Luar Negeri Indonesia kini menghadapi tugas berat untuk memastikan keselamatan dan mengupayakan pembebasan seluruh WNI tersebut. Penahanan jurnalis dan aktivis ini melanggar hukum humaniter internasional mengenai perlindungan warga sipil di masa perang.

Insiden ini terjadi saat tensi geopolitik kawasan Timur Tengah berada pada titik paling rentan dan rapuh. Eskalasi bersenjata di Gaza masih terus membara tanpa ada tanda-tanda gencatan senjata yang disepakati.

Kondisi ini diperparah oleh macetnya negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran, serta konflik Israel dengan Lebanon. Tekanan diplomatik global kini mengalir deras menuntut pertanggungjawaban pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Solidaritas untuk Jurnalis dan WNI yang Ditahan Israel Menggema di Bandung

Solidaritas untuk Jurnalis dan WNI yang Ditahan Israel Menggema di Bandung

Foto | Rabu, 20 Mei 2026 | 06:00 WIB

Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza

Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:55 WIB

Kondisi Masih Rawan, Pemerintah Terus Siaga Soal WNI Ditahan Israel

Kondisi Masih Rawan, Pemerintah Terus Siaga Soal WNI Ditahan Israel

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:15 WIB

Terkini

Kejagung Lelang Koleksi Harvey Moeis: Tas Mewah Hari Ini, Mobil dan Apartemen Menyusul

Kejagung Lelang Koleksi Harvey Moeis: Tas Mewah Hari Ini, Mobil dan Apartemen Menyusul

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:31 WIB

Duduk Perkara Kasus Chromebook: Kenapa Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara?

Duduk Perkara Kasus Chromebook: Kenapa Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara?

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:00 WIB

Menolak Lupa! 28 Tahun Reformasi, Aliansi Perempuan: Jangan Jadikan Tubuh Kami Sasaran Kekerasan

Menolak Lupa! 28 Tahun Reformasi, Aliansi Perempuan: Jangan Jadikan Tubuh Kami Sasaran Kekerasan

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:00 WIB

Suara Lantang di Depan Kantor Komnas HAM: Perempuan RI Menolak Lupa pada Luka Sejarah Kelam Bangsa

Suara Lantang di Depan Kantor Komnas HAM: Perempuan RI Menolak Lupa pada Luka Sejarah Kelam Bangsa

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 05:45 WIB

Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua

Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 22:05 WIB

Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza

Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:55 WIB

APJII: Penetrasi Internet Indonesia 2026 Capai 81,72 Persen, Jawa Masih Mendominasi

APJII: Penetrasi Internet Indonesia 2026 Capai 81,72 Persen, Jawa Masih Mendominasi

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:51 WIB

RS Sumber Waras Bantah Rawat Selebgram Ansy Jan De Vries usai Diduga jadi Korban Begal

RS Sumber Waras Bantah Rawat Selebgram Ansy Jan De Vries usai Diduga jadi Korban Begal

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:47 WIB

Pemindahan Ibu Kota Negara Masih Tunggu Keppres, Pakar Desak Pemerintah Segera Tetapkan Arah Jelas

Pemindahan Ibu Kota Negara Masih Tunggu Keppres, Pakar Desak Pemerintah Segera Tetapkan Arah Jelas

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:18 WIB

Kondisi Masih Rawan, Pemerintah Terus Siaga Soal WNI Ditahan Israel

Kondisi Masih Rawan, Pemerintah Terus Siaga Soal WNI Ditahan Israel

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:15 WIB