- Kodim 0623 Cilegon melaksanakan program TMMD ke-128 untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai pembangunan fisik dan infrastruktur.
- Kegiatan tersebut mencakup bedah rumah, pembangunan jalan, hingga sistem pipanisasi guna mendukung ekonomi serta ketahanan pangan lokal.
- TNI memberikan edukasi wawasan kebangsaan kepada generasi muda sebagai upaya mendukung visi Indonesia Emas tahun 2045 mendatang.
Suara.com - Ratusan prajurit TNI Kodim 0623 Cilegon berbaris rapih memenuhi Pelabuhan Indah Kiat, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon. Dentuman sepatu lars mereka menggema di salah satu pelabuhan yang ada di ujung barat Pulau Jawa itu.
Namun, pasukan TNI Kodim 0623 Cilegon itu tidak berkumpul untuk berperang. Misi mereka kali itu untuk turun ke masyarakat dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128.
Berbagai program seperti rehab rumah tidak layak huni, mengairi sawah, berbagi sembako untuk penanganan stunting, hingga membuka jalan antar kampung di pedalaman Cilegon hingga menyalakan semangat generasi muda untuk ambil peran mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Di antara banyaknya program TMMD ke-128 di bawah komando Kodim 0623 Cilegon. Momen bedah rumah Wati, nenek 64 tahun di Lingkungan Serut, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon menjadi salah satu momen paling menyentuh.
Wati tak kuasa menahan tangis harunya. Rumah yang menjadi saksi bisu kehidupannya yang penuh perjuangan selama lebih kurang 40 tahun akhirnya disulap menjadi hunian yang layak oleh para prajurit TNI di Cilegon.
Tangis sang nenek bukan sekadar air mata bahagia. Itu adalah simbol dari puluhan, bahkan ratusan harapan masyarakat lain yang terjawab. Selama TMMD, prajurit TNI Kodim 0623 dibantu berbagai pihak lainnya merehab sekira 10 Rumah Tidak Layak Huni di Kota Cilegon.
![Tangis haru nenek 64 tahun bernama Wati usai menjadi penerima perbaikan rumah tidak layak huni pada program TMMD ke-138 yang dikomandoi Kodim 0623 Cilegon, Kamis 23 April 2026. [Hairul Alwan/Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/23/28304-bedah-rumah.jpg)
Tak hanya mewujudkan asa sepuluh keluarga di Cilegon untuk memperoleh rumah layak huni. Para Prajurit TNI itu juga memberi secercah harapan pada para petani di Kota Cilegon.
Di sudut lain, tepatnya di Lingkungan Sukalila, sebuah penantian yang jauh lebih panjang akhirnya terbayar lunas. Selama 25 tahun, para petani di Sukalila hidup dalam ironi.
Lahan mereka subur, namun mereka harus membeli air untuk mengairinya. Biaya operasional yang tinggi menggerus keuntungan mereka.
Namun, melalui program pipanisasi TMMD, pipa sepanjang 1 kilometer kini mengalirkan air gratis, membuka peluang bagi para petani untuk panen hingga tiga kali setahun. Ini bukan lagi sekadar bantuan, ini adalah pembebasan ekonomi.
Kemerdekaan ekonomi itu juga datang melalui jalan sepanjang 2,8 kilometer di Kelurahan Mekarsari, Kota Cilegon yang baru dibuka. Di salah satu sudut pedalaman Cilegon, para prajurit TNI bahu-membahu dengan warga membangun jalan baru.
Jika sebelumnya, warga sekitar harus melintasi jalan memutar dengan jarak 3,6 kilometer dengan waktu tempuh 20 menit, dengan kondisi lebar jalan hanya 3 meter.
Setelah pembukaan jalan program TMMD ini masyarakat bisa melintas hanya dengan jarak 2,8 kilometer dengan waktu tempuh 15 menit dan kondisi jalan lebih lebar yakni 8 meter.
Akses yang sebelumnya sulit kini terbuka lebar, menjadi 'urat nadi' baru yang akan mempermudah distribusi hasil bumi para petani ke pasar.
Program TMMD ini ternyata memiliki visi yang jauh melampaui sekadar infrastruktur. Di sebuah lahan seluas 2 hektare di Cibeber, para prajurit dan masyarakat menanam jagung bersama.
Ini bukan sekadar kegiatan bercocok tanam, melainkan sebuah langkah konkret untuk mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam hal ketahanan pangan.
Visi ketahanan pangan ini tidak hanya berhenti di ladang. Para prajurit juga turun ke sekolah-sekolah, memberikan edukasi kepada para pelajar agar melek dan peduli terhadap isu krusial ini.
Karena bagi TNI, membangun bangsa adalah tentang membangun generasinya. Puncak dari visi ini terungkap saat Dandim Cilegon menegaskan bahwa semua kerja keras ini bermuara pada masa depan Indonesia.
Tak hanya melaksanakan berbagai proyek infrastruktur, TMMD ke-128 di bawah komando Komandan Kodim 0623 Cilegon, Letkol Inf Imam Buchori juga menjalankan sejumlah proyek sasaran non fisik.
Salah satunya menanamkan wawasan kebangsaan kepada puluhan mahasiswa Fakultas Teknin Universitas Sultan Ageng Tirtayasa atau FT Untirta Cilegon.
Ia menyebut para mahasiswa sebagai agen perubahan dan kunci utama untuk memastikan keberhasilan program TMMD ini berlanjut hingga terwujudnya visi besar Indonesia Emas 2045.
Dandim meminta mahasiswa ikut mengawalnya dengan baik bonus demografi tersebut agar tidak berujung pada hal negatif nantinya.
Kata dia, saat ini di media sosial banyak sekali generasi muda yang melakukan tindakan yang tidak dibenarkan seperti Narkoba, seks bebas, tawuran dan hal negatif lainnya.
Jika situasi tersebut terus berlanjut, Indonesia tidak akan memaksimalkan bonus demografi 2045, sedangkan program pemerintah sendiri sudah mengrah pada hal itu.
Kami sebagai TNI dan Pak Dekan ingin mengawal program pemerintah dengan memberikan wawasan kebangsaan, agar para pemuda terarah, cinta pada bangsanya hingga nanti bisa memberikan karya terbaik," paparnya.
Diketahui, sejumlah pembangunan fisik dalam program TMMD ke-128 di antaranya, rehab 10 rumah tidak layak huni, pembuatan 5 unit jambanisasi, dan pembuatan 10 titik sumur bor di Cilegon.
Kemudian, pembukaan lahan ketahanan pangan seluar 1 hektare, rehab dan pengecetan musala, penanaman 1000 pohon, pembersihan fasum, pembukaan jalan penghubung antar desa, hingga pipanisasi.
Selain sasaran fisik, TMMD di bawah komando Kodim 0623 Cilegon juga memiliki sasaran non fisik seperti sosialisasi KB Kesehatan, sosialisasi pangan. Kemudian, sosialisasi bahaya narkoba, operasi katarak, cek kesehatan gratis hingga pembagian 200 paket penanganan stunting di Kota Cilegon.
Dari tangis haru seorang nenek, senyum para petani, hingga semangat para pelajar, TMMD ke-128 di Cilegon telah menjadi lebih dari sekadar program kerja.
TMMD menjadi visi kemanusiaan, sebuah cerita tentang bagaimana TNI dan masyarakat bersatu, meletakkan batu pertama dari Cilegon untuk sebuah harapan besar bernama Indonesia Emas 2045.