Menagih Janji di Atas Puing: Sepuluh Bulan Pedagang Taman Puring Menunggu

Dwi Bowo Raharjo, Adiyoga Priyambodo

Senin, 25 Mei 2026 | 15:56 WIB
Menagih Janji di Atas Puing: Sepuluh Bulan Pedagang Taman Puring Menunggu
Penampakan Pasar Taman Puring usai hangus terbakar. (Suara.com/Adiyoga)
baca 10 detik
  • Kebakaran besar di Pasar Taman Puring, Jakarta Selatan, menghanguskan 552 kios pada 28 Juli 2025 tanpa korban jiwa.
  • Sepuluh bulan pascakebakaran, ratusan pedagang masih bertahan berjualan di lapak darurat dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.
  • Pedagang menagih janji revitalisasi dari Gubernur DKI Jakarta yang hingga kini belum terealisasi maupun dikomunikasikan secara resmi.

Suara.com - Senin siang, 25 Mei 2026, langit Jakarta seolah sedang menguji batas kesabaran. Matahari tegak lurus, memanggang aspal dan reruntuhan Pasar Taman Puring tanpa ampun.

Di bawah kepungan terpal biru yang mulai rapuh dan pudar warnanya, puluhan pedagang masih setia di balik tumpukan bata serta sisa abu yang belum sepenuhnya tersapu.

Tak ada kemewahan tembok beton, apalagi peneduh yang layak. Hanya ada lembaran plastik darurat yang justru menyekap hawa panas, mengubah tiap jengkal lapak menjadi tungku yang menyesakkan.

Keringat menderas, membasahi baju yang mulai lepek. Di sudut-sudut sempit itu, kipas angin kecil berputar kepayahan—hanya mengaduk udara gerah yang sama.

Namun, di tengah kepungan suhu yang membakar, langkah kaki para pedagang itu tetap kokoh, menolak menyerah pada keadaan yang mereka sebut 'seadanya'."

Sudah Sepuluh Bulan

Senin, 28 Juli 2025. Jarum jam baru menunjukkan pukul 18.02 WIB ketika asap tebal mulai mengepul dari sela-sela kios di blok D dan E Pasar Taman Puring, Jalan Kyai Maja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan menerima laporan dari warga dan Kelurahan Gunung. Enam unit pemadam kebakaran dari Pos Kramat Pela segera diberangkatkan. Menyusul laporan yang terus masuk, total 118 personel akhirnya diterjunkan ke lokasi. Satu operasi pemadaman skala besar di tengah kawasan padat permukiman.

Pasar Taman Puring yang berdiri di atas lahan seluas 2.000 meter persegi itu menjadi lautan api. Kios-kios kecil yang mayoritas berbahan triplek dan seng, berdiri berdempetan, menjadi bahan bakar sempurna. Api bergerak terlalu cepat.

baca juga

Pukul 20.30 WIB, setelah lebih dari dua jam berjibaku, petugas akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api. Tidak ada korban jiwa.

Namun kerugian material sangat masif dengan 552 kios hangus terbakar. Ratusan pedagang, penjual sepatu, pakaian, aksesori, dan berbagai kebutuhan sehari-hari, kehilangan seluruh modal dan sumber penghidupan mereka dalam satu malam.

Asmun, salah satu perwakilan pedagang, kini berdiri di antara deretan "kios" darurat itu. Di belakangnya, terlihat gerbang tua pasar yang kini hanya berdiri sebagai rangka besi, tanpa bangunan di belakangnya. Di antara kedua pilar gerbang itu tergantung sebuah spanduk besar yang nadanya sekaligus permohonan dan tuntutan kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung:

"Kami pedagang Taman Puring menagih janji. Itu adalah janji Bapak Gubernur yang terhormat!," begitu setidaknya, bunyi potongan kalimat yang tertera dalam spanduk.

Penampakan Pasar Taman Puring yang dipenuhi tenda usai hangus terbakar. (Suara.com/Adiyoga)
Penampakan Pasar Taman Puring yang dipenuhi tenda usai hangus terbakar. (Suara.com/Adiyoga)

Kebakaran yang menghanguskan sebagian besar Pasar Taman Puring terjadi sekitar sepuluh bulan lalu. Yang tersisa kini adalah hamparan puing kehitaman, tumpukan material bongkaran, dan genangan debu yang beterbangan setiap kali angin berhembus.

Di tengah reruntuhan itulah, kehidupan ekonomi kecil-kecilan tetap berdenyut gigih dan penuh harap.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Bahan Kimia Berbahaya dari Busa Pemadam Kebakaran Bertahan di Lingkungan hingga 33 Tahun

Studi: Bahan Kimia Berbahaya dari Busa Pemadam Kebakaran Bertahan di Lingkungan hingga 33 Tahun

News | Senin, 25 Mei 2026 | 12:10 WIB

Jelang Idul Adha, Pemprov DKI Pastikan Stok dan Harga Hewan Kurban Aman

Jelang Idul Adha, Pemprov DKI Pastikan Stok dan Harga Hewan Kurban Aman

Foto | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:39 WIB

Auditorium Binus Anggrek Terbakar! 70 Personel Damkar Diterjunkan, Penyebab Masih Misteri

Auditorium Binus Anggrek Terbakar! 70 Personel Damkar Diterjunkan, Penyebab Masih Misteri

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:51 WIB

Api Lahap Auditorium Lantai 4 Binus University di Jakarta Barat

Api Lahap Auditorium Lantai 4 Binus University di Jakarta Barat

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:36 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×