Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan

Bella, Bagaskara Isdiansyah

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:08 WIB
Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan
Ilustrasi - Asrama siswa di Sekolah Rakyat, Sonosewu Bantul. [Kontributor/Putu]
baca 10 detik
  • Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, mengkritik keras rencana pelibatan 1.000 taruna Akmil dalam program pendidikan Sekolah Rakyat.
  • Kebijakan Kemensos dan TNI tersebut dinilai melanggar ruang netral pendidikan sipil serta berpotensi mencederai hak asasi manusia.
  • Amnesty mendesak pemerintah segera membatalkan program tersebut guna mencegah militerisasi yang membahayakan pengembangan potensi berpikir kritis siswa.

Suara.com - Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, melayangkan kritik keras terhadap kebijakan pemerintah yang melibatkan taruna Akademi Militer (Akmil) dalam mendidik pelajar di Sekolah Rakyat.

Usman menilai langkah tersebut sebagai sinyal kuat semakin meluasnya militerisasi di ruang sipil Indonesia.

Ia menegaskan bahwa pemerintah terkesan menutup mata terhadap berbagai kritik mengenai pelibatan tentara dalam program-program di luar urusan pertahanan negara. Ia pun mengingatkan pemerintah agar tidak melupakan tragedi masa lalu.

"Jelas pemerintah tidak belajar dari tragedi meninggalnya warga sipil saat mengikuti latihan dasar kemiliteran untuk menjadi pengurus koperasi desa merah putih dan kampung nelayan," ujar Usman dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (27/6/2026).

Menurutnya, ruang pendidikan sipil merupakan ruang netral yang seharusnya menjadi tempat anak didik mengembangkan potensi penalaran dan berpikir kritis. Ruang kelas harus bebas dari intervensi militer.

"Dalih pembentukan karakter dan kedisiplinan anak bukanlah alasan untuk memberikan jalan bagi militer masuk ke ranah pendidikan sipil," katanya.

Ia mengatakan kedisiplinan militer yang berbasis pada sistem komando dan hierarki yang kaku bertentangan secara diametral dengan prinsip pendidikan sipil.

"Bagaimana mungkin anak-anak bisa belajar berpikir kritis jika ekosistem belajarnya menggunakan pendekatan pendidikan militer yang mengutamakan kepatuhan, kekuatan, dan bahkan kekerasan?" tuturnya.

Lebih lanjut, Usman menyoroti target program ini yang menyasar Sekolah Rakyat, yakni fasilitas pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

baca juga

Ia khawatir penempatan taruna Akmil di sekolah-sekolah tersebut akan menciptakan ketimpangan relasi kuasa yang justru merugikan kelompok rentan.

"Anak-anak sejatinya membutuhkan pendekatan yang welas asih, memanusiakan, dan memotivasi, bukan doktrinasi kepatuhan ala prajurit," tegasnya.

Akmil Lembah Tidar. [Youtube/Susilo Bambang Yudhoyono]
Akmil Lembah Tidar. [Youtube/Susilo Bambang Yudhoyono]

Usman juga mengingatkan pemerintah mengenai Konvensi Hak Anak yang telah diratifikasi oleh Indonesia. Dalam konvensi tersebut, pendidikan anak harus diarahkan pada pengembangan penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) dan kebebasan dasar, selain pengembangan bakat dan mental.

Atas dasar tersebut, Amnesty International Indonesia mendesak pemerintah segera meninjau ulang dan membatalkan rencana pelibatan taruna Akmil tersebut. Pemerintah diminta fokus pada penguatan identitas masyarakat sipil yang bermartabat melalui nilai-nilai universal HAM.

Usman memperingatkan bahwa dominasi militer di ruang sipil, termasuk dalam pemerintahan, bukanlah solusi bagi perbaikan kinerja pemerintah maupun pengentasan kemiskinan.

Ia berkaca pada era Orde Baru, ketika militerisme di ruang sipil berujung pada praktik otoriter dan pelanggaran HAM.

"Ketika militerisme ruang sipil menguat, maka korbannya adalah warga. Jangan sampai siswa-siswi sekolah rakyat yang menjadi korban selanjutnya," pungkasnya.

Sebelumnya, Kementerian Sosial (Kemensos) dan TNI berkolaborasi menyiapkan program pembentukan karakter bagi para siswa Sekolah Rakyat. Sekitar 1.000 taruna Akademi Militer (Akmil) akan terlibat dalam proses pembinaan tersebut.

Lima taruna akan bertanggung jawab terhadap satu sekolah untuk memberikan sejumlah materi, seperti kerapian pakaian maupun kamar asrama.

Hal ini terungkap dalam pertemuan antara Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono bersama Komandan Jenderal Akademi TNI Letjen R. Sidiharta Wisnu Graha, Kepala Staf Teritorial Letjen Bambang Trisnohadi, dan Direktur Pendidikan Akademi TNI Brigjen Ari Novian di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2026).

Agus Jabo mengatakan kerapian menjadi salah satu hal yang mendapat atensi dari Presiden Prabowo Subianto.

"Nanti setelah ada skema ya antara Mabes TNI dengan Kemensos, cq di bawah Kemenhan, itu nanti rencananya di tiap Sekolah Rakyat akan ada lima taruna. Lima taruna yang akan membimbing, baik siswa maupun guru-gurunya dalam masalah kerapian," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan

5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:42 WIB

Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa

Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:14 WIB

1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil

1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:03 WIB

Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak

Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:47 WIB

Sekolah Rakyat Rasa Militer? 1.000 Taruna Kemhan Bakal Diterjunkan Gembleng Disiplin Siswa

Sekolah Rakyat Rasa Militer? 1.000 Taruna Kemhan Bakal Diterjunkan Gembleng Disiplin Siswa

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:37 WIB

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB

Kemensos Pastikan Sekolah Rakyat Siap Gelar MPLS Serentak Mulai 14 Juli 2026

Kemensos Pastikan Sekolah Rakyat Siap Gelar MPLS Serentak Mulai 14 Juli 2026

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:05 WIB

Sinergi Kemensos-ITB Visi Nusantara Perkuat Pemberdayaan Desa dan Lulusan Sekolah Rakyat

Sinergi Kemensos-ITB Visi Nusantara Perkuat Pemberdayaan Desa dan Lulusan Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:34 WIB

3 Calon Manajer KDMP Meninggal Saat Pelatihan, Anggota DPR Desak Evaluasi Total Skema Rekrutmen

3 Calon Manajer KDMP Meninggal Saat Pelatihan, Anggota DPR Desak Evaluasi Total Skema Rekrutmen

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:12 WIB

Terkini

3D Printing Kini Bisa Bikin Mainan hingga Barang Medis

3D Printing Kini Bisa Bikin Mainan hingga Barang Medis

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 11:07 WIB

Padepopan: Sweet Escape Hadirkan Festival Musik di Tengah Terminal Jatijajar yang Tetap Beroperasi

Padepopan: Sweet Escape Hadirkan Festival Musik di Tengah Terminal Jatijajar yang Tetap Beroperasi

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 11:05 WIB

BI dan Bank Sentral Timor-Leste Sepakati Penjajakan QRIS Antarnegara

BI dan Bank Sentral Timor-Leste Sepakati Penjajakan QRIS Antarnegara

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 10:57 WIB

Guruh Soekarnoputra Dikenang Fadli Zon sebagai Sosok yang Tekun Merawat Literasi

Guruh Soekarnoputra Dikenang Fadli Zon sebagai Sosok yang Tekun Merawat Literasi

News | Minggu, 27 September 2026 | 10:55 WIB

Rp8.400 Per Bulan, Petani Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Rp8.400 Per Bulan, Petani Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Sulsel | Minggu, 27 September 2026 | 10:54 WIB

Tether dan Bitcoin Jadi Aset Kripto Paling Diburu Investor Sepanjang Agustus

Tether dan Bitcoin Jadi Aset Kripto Paling Diburu Investor Sepanjang Agustus

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 10:52 WIB

Sosok Belliza Shyntia Putri, Anak Bamsoet Sekaligus Calon Menantu Melly Goeslaw

Sosok Belliza Shyntia Putri, Anak Bamsoet Sekaligus Calon Menantu Melly Goeslaw

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 10:50 WIB

Lima Sekawan Terjebak di Mercusuar Tua, Ada Apa dengan Karang Setan?

Lima Sekawan Terjebak di Mercusuar Tua, Ada Apa dengan Karang Setan?

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 10:50 WIB

Mengenal Makna Spiritual Angka Jawa, Pengingat Bijak Bahwa Hidup Ada Batasnya

Mengenal Makna Spiritual Angka Jawa, Pengingat Bijak Bahwa Hidup Ada Batasnya

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 10:43 WIB

KPAI Soroti MBG Balita: Makanan Tersalurkan Belum Tentu Masuk ke Tubuh Anak

KPAI Soroti MBG Balita: Makanan Tersalurkan Belum Tentu Masuk ke Tubuh Anak

News | Minggu, 27 September 2026 | 10:41 WIB

×