- Polda Riau menyelesaikan pembangunan 110 Jembatan Merah Putih Presisi di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau pada Juni 2026.
- Proyek infrastruktur ini dilaksanakan untuk memperkuat konektivitas wilayah terisolasi sesuai arahan Presiden RI dan Kapolri bagi masyarakat pedesaan.
- Pembangunan jembatan bertujuan meningkatkan akses pendidikan, kesehatan, serta ekonomi masyarakat sekaligus merayakan peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026.
Suara.com - Polda Riau mencatatkan pencapaian di bidang infrastruktur sosial menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026. Melalui program Jembatan Merah Putih Presisi, institusi kepolisian di Bumi Lancang Kuning ini berhasil menyelesaikan pembangunan 110 jembatan yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau.
Proyek ambisius ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, terutama di daerah-daerah yang selama ini terisolasi.
Program ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Kehadiran jembatan-jembatan ini diharapkan menjadi solusi konkret bagi masyarakat pedesaan yang kerap mengalami kendala akses menuju fasilitas publik seperti sekolah, pusat kesehatan, hingga akses ekonomi.
Target Tercapai 100 Persen
Penyelesaian proyek ini dikonfirmasi langsung oleh Satgas Darurat Pembangunan dan Renovasi Infrastruktur Jembatan Polda Riau.
Hingga akhir Juni 2026, seluruh target yang dicanangkan telah rampung dikerjakan. Keberhasilan ini menandai komitmen Polda Riau dalam mendukung percepatan pembangunan nasional dari pinggiran.
Dansat Brimob Polda Riau Kombes I Ketut Gede Adi Wibawa mengatakan, hingga akhir Juni 2026, Satgas Darurat Pembangunan dan Renovasi Infrastruktur Jembatan Polda Riau telah menuntaskan seluruh target pembangunan sebanyak 110 Jembatan Merah Putih Presisi yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau.
Secara teknis, pembangunan dilakukan dalam dua fase strategis. Tahap pertama mencakup 27 jembatan yang pengerjaannya telah selesai dan diresmikan langsung oleh Kapolri pada 17 Maret 2026 di Kabupaten Kampar.
Sementara itu, Tahap Kedua yang mencakup 83 jembatan tambahan, kini telah dinyatakan tuntas secara keseluruhan.
“Alhamdulillah, seluruh target pembangunan telah kami selesaikan, sehingga total 110 Jembatan Merah Putih Presisi kini telah selesai dibangun di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau,” ujar Kombes Ketut, Minggu (28/6/2026).
Pembangunan infrastruktur jembatan ini menjadi bukti peran Polri semakin meluas, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), tetapi juga dalam mendukung kesejahteraan sosial.
Penempatan personel di lapangan memastikan bahwa pembangunan berjalan sesuai jadwal meskipun menghadapi tantangan geografis yang berat.
Kombes Ketut menjelaskan bahwa pembangunan 110 jembatan tersebut merupakan implementasi langsung arahan Presiden agar negara hadir menjawab persoalan mendasar masyarakat, khususnya akses pendidikan, keselamatan, dan peningkatan kesejahteraan.
Hal inilah yang memicu Satgas untuk terus bekerja secara bertahap hingga seluruh target dapat diselesaikan menjelang Hari Bhayangkara ke-80.
Dalam proses eksekusinya, Polda Riau mengerahkan personel gabungan yang terdiri dari Satbrimob, Ditsamapta, Ditpolairud, hingga personel dari polres jajaran. Para personel ini harus berhadapan dengan medan yang bervariasi, mulai dari kawasan pesisir yang rawan pasang surut, wilayah kepulauan, hingga daerah pedalaman yang sulit dijangkau kendaraan berat.
“Jembatan ini membuka akses anak-anak menuju sekolah dengan lebih aman, memudahkan masyarakat menuju pelayanan kesehatan, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta menggerakkan roda perekonomian desa. Inilah makna sesungguhnya dari pengabdian Polri kepada masyarakat,” katanya.
Simbol Gotong Royong dan Harapan Baru
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan bahwa momentum Hari Bhayangkara ke-80 adalah waktu yang paling tepat untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Proyek Jembatan Merah Putih Presisi ini dipandang sebagai simbol kolaborasi yang kuat antara Polri, pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat setempat.
Kapolda mengungkapkan, sebagaimana Tahap Pertama yang diresmikan langsung oleh Kapolri, Polda Riau juga tengah mempersiapkan peresmian Tahap Kedua sebanyak 83 Jembatan Merah Putih Presisi yang direncanakan akan dilakukan juga oleh Kapolri dalam rangkaian kegiatan Riau Bhayangkara Run 2026.
Kehadiran infrastruktur ini diharapkan dapat mengubah wajah ekonomi desa di Riau. Dengan adanya jembatan yang layak, biaya logistik hasil perkebunan dan pertanian dapat ditekan, sehingga pendapatan masyarakat meningkat.
Selain itu, aspek keselamatan menjadi prioritas, mengingat sebelumnya banyak warga yang harus melintasi sungai dengan sarana seadanya yang berisiko tinggi.
“Insyaallah, apabila tidak ada perubahan, Ini akan menjadi momentum yang sangat istimewa, karena masyarakat tidak hanya merasakan kemeriahan Hari Bhayangkara, tetapi juga menerima manfaat nyata berupa infrastruktur yang telah selesai dibangun,” ujarnya.
Irjen Herry juga menitipkan pesan agar fasilitas yang telah dibangun dengan kerja keras ini dapat dijaga bersama. Keberlanjutan manfaat jembatan ini sangat bergantung pada kepedulian masyarakat dalam merawatnya.
“Semoga seluruh jembatan ini menjadi warisan pengabdian yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Karena bagi kami, Hari Bhayangkara terbaik adalah ketika kehadiran Polri benar-benar memberi manfaat bagi kehidupan masyarakat,” kata Irjen Herry.