- Masyarakat Sipiongot menggelar tradisi adat bagi Gubernur Bobby Nasution sebagai wujud syukur atas selesainya pembangunan jalan di wilayahnya.
- Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengalokasikan anggaran Rp283 miliar untuk memperbaiki 13 ruas jalan guna mengatasi isolasi wilayah Sipiongot.
- Pembangunan jalan tersebut memudahkan akses mobilitas warga serta meningkatkan efisiensi ekonomi setelah delapan dekade menempuh jalur berlumpur.
Di hadapan masyarakat Sipiongot, Bobby Nasution menegaskan pembangunan jalan bukan alasan untuk dipuji berlebihan karena hal tersebut merupakan kewajiban pemerintah.
Namun di balik komitmen pembangunan itu, Bobby mengaku memiliki pengalaman yang tidak pernah dilupakannya saat meninjau langsung kondisi Sipiongot.
Ia bercerita pernah melintasi kawasan tersebut pada dini hari saat akses jalan masih sangat sulit dilalui. Perjalanan yang ditempuh dari Labuhanbatu menuju Tapanuli Selatan membuatnya melihat langsung beratnya kehidupan masyarakat di daerah terpencil.
"Saya pernah lewat jam dua pagi. Di tengah jalan kendaraan kami terpacak, tidur di tengah hutan. Baru sekali itu saya melihat kondisi kampung yang membuat saya menangis di tempat sejak menjadi kepala daerah," ungkap Bobby.
![Tradisi adat 'Upah-upah' bagi Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution [Pemprov Sumut]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/28/74197-bobby-afif-nasution.jpg)
Menurut Bobby, pembangunan jalan Sipiongot merupakan salah satu janji yang harus dituntaskan selama masa kepemimpinannya.
"Jalan Sipiongot dibangun karena masyarakat membutuhkannya. Jangan ada lagi istilah daerah tertinggal atau daerah yang seolah tidak masuk dalam peta pembangunan," tegasnya.
Selain pembangunan jalan, Bobby juga berjanji menyiapkan program beasiswa bagi putra-putri Sipiongot agar memiliki kesempatan lebih besar melanjutkan pendidikan.
Bagi masyarakat Sipiongot, perubahan yang terjadi saat ini bukan hanya soal aspal dan jalan yang mulus.
Pembangunan telah mengubah wajah daerah yang dulu terisolir menjadi wilayah yang mulai terhubung dengan pusat ekonomi dan pelayanan publik.
Harapan yang selama puluhan tahun terasa jauh, kini perlahan menjadi kenyataan.