Pidato Berbahasa Arab Rais Aam PBNU pada Penutupan Munas-Konbes NU Jadi Sorotan

Ronald Seger Prabowo

Senin, 29 Juni 2026 | 06:00 WIB
Pidato Berbahasa Arab Rais Aam PBNU pada Penutupan Munas-Konbes NU Jadi Sorotan
Pidato Berbahasa Arab Rais Aam PBNU pada Penutupan Munas-Konbes NU Jadi Sorotan. [Tangkapan layar Youtube]
baca 10 detik
  • Rais Aam PBNU Kiai Miftachul Akhyar menuai kritik atas pidatonya pada Munas dan Konbes NU di Bangkalan.
  • Penulis HRM Khailur R Abdullah Sahlawy menyoroti absennya penyebutan sumber rujukan dari kitab Nasihatul Muluk karya Imam Al-Ghazali.
  • Kritik juga mencakup klaim adanya kesalahan pelafalan, harakat, serta tata bahasa Arab dalam pidato berdurasi 16 menit tersebut.

Suara.com - Pidato berbahasa Arab yang disampaikan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Kiai Miftachul Akhyar, pada penutupan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Bangkalan menuai kritik dari seorang penulis yang mengaku menyimak siaran langsung melalui kanal NU Online, HRM Khailur R Abdullah Sahlawy.

Dalam tulisannya, penulis mengaku menelaah isi pidato tersebut karena memiliki latar belakang pendidikan di MAN Program Keagamaan (MAN-PK) serta pernah menjadi santri di Pondok Pesantren Denanyar.

Penulis menyatakan bahwa sebagian materi pidato, termasuk kutipan hadis mengenai kemakmuran sebuah negeri yang dipimpin secara adil, diduga berasal dari kitab Nasihatul Muluk karya Imam Al-Ghazali.

Menurutnya, selama penyampaian pidato berdurasi sekitar 16 menit 25 detik, tidak terdapat penyebutan sumber maupun nama kitab yang menjadi rujukan.

Berdasarkan pengamatannya, penulis mempertanyakan praktik tersebut dan menilai penyebutan sumber seharusnya dilakukan ketika mengutip karya ilmiah atau kitab.

Selain menyoroti aspek sumber rujukan, penulis juga mengkritisi pelafalan bahasa Arab dalam pidato tersebut.

Ia mengklaim menemukan sejumlah kekeliruan, yang terdiri atas kesalahan penyebutan angka, harakat, dan lafal.

Salah satu yang disoroti ialah penyebutan tahun 1448 Hijriah pada menit 2:01:47. Menurut penulis, susunan bilangan yang diucapkan tidak sesuai dengan kaidah bahasa Arab sehingga menghasilkan makna yang berbeda dari tahun yang dimaksud.

Penulis juga menyebut terdapat empat kesalahan harakat, antara lain pada frasa badzlul wus'i, penggunaan kata wa mallakahum, bentuk jamak azimmat, penggunaan kata jaizan, serta bentuk kata aninha.

Menurutnya, bentuk-bentuk tersebut lebih sesuai dengan kaidah nahwu dan sharaf dibandingkan pelafalan yang disampaikan dalam pidato.

baca juga

Selain itu, ia mengklaim menemukan dua kesalahan lafal, yakni pada frasa yang menurutnya seharusnya berbunyi li hifzhil 'ibad dan al-umur al-sirriyyah, setelah mencocokkannya dengan teks dalam kitab Nasihatul Muluk.

Di akhir tulisannya, penulis berpendapat bahwa kekeliruan-kekeliruan tersebut tidak semestinya terjadi dalam pidato seorang Rais Aam PBNU, terlebih apabila materi yang dibacakan berasal dari naskah yang telah disiapkan.

Hingga tulisan tersebut beredar, belum terdapat tanggapan resmi dari Kiai Miftachul Akhyar maupun PBNU terkait kritik yang disampaikan penulis.

Versi ini telah diubah dari opini menjadi berita yang berimbang, memisahkan fakta, klaim, dan pendapat, serta menghindari penyajian tuduhan sebagai fakta.

Jika berita ini akan diterbitkan di media massa, sebaiknya juga dilengkapi dengan konfirmasi atau tanggapan dari pihak PBNU maupun Kiai Miftachul Akhyar agar memenuhi prinsip cover both sides dalam jurnalistik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prahara Internal PBNU, Menakar Jejak Konflik KH Miftahul Akhyar dari Surabaya hingga Pusat

Prahara Internal PBNU, Menakar Jejak Konflik KH Miftahul Akhyar dari Surabaya hingga Pusat

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:05 WIB

Viral Ketua PBNU Singgung Muhammadiyah dan Marwah Kiai NU, Ini Faktanya

Viral Ketua PBNU Singgung Muhammadiyah dan Marwah Kiai NU, Ini Faktanya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:57 WIB

Bukan Menolak Lirboyo, Ini Sebenarnya yang Terjadi Saat Munas di Ploso

Bukan Menolak Lirboyo, Ini Sebenarnya yang Terjadi Saat Munas di Ploso

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:21 WIB

Terkini

4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi

4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:25 WIB

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:17 WIB

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

×