BI Pertahankan BI-Rate 5,75 Persen di Tengah Tekanan Global

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Senin, 28 September 2026 | 09:00 WIB
BI Pertahankan BI-Rate 5,75 Persen di Tengah Tekanan Global
Dari kiri, Deputi Gubernur BI Thomas A. M. Djiwandono, Deputi Gubernur BI Fillaningsih Hendarta, Gubernur BI Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior BI Aida S. Budiman, Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali, dan Deputi Gubernur BI Solikin M. Juhro di acara Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan September 2026 di Gedung Thamrin Lantai 1, Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2026). (Dok. Bank Indonesia)

Suara.com - Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate di level 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) September 2026. Keputusan ini diambil di tengah tekanan eksternal yang masih kuat dan pergerakan nilai tukar rupiah yang perlu terus dijaga.

Dalam RDG yang berlangsung pada 22-23 September 2026, BI juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75 persen dan Lending Facility sebesar 6,5 persen.

Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan keputusan mempertahankan BI-Rate konsisten dengan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal, sekaligus menjaga inflasi tetap berada dalam sasaran dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 22-23 September 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75 persen," kata Destry dalam konferensi pers hasil RDG BI September 2026 di Gedung Thamrin, Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2026).

Destry menjelaskan perekonomian global masih menghadapi pertumbuhan yang lemah dan ketidakpastian pasar keuangan yang tinggi. Eskalasi perang di Timur Tengah juga sempat mendorong harga minyak dunia mencapai 132 dolar AS per barel sebelum kembali turun di bawah 100 dolar AS per barel pada 22 September 2026.

Di dalam negeri, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di kisaran 4,9-5,7 persen. Konsumsi rumah tangga masih mendapat dukungan dari stimulus fiskal, sementara investasi tumbuh dan ekspor nonmigas menunjukkan perbaikan.

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyampaikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia September 2026 di Gedung Thamrin, Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2026). (Dok. Bank Indonesia)
Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyampaikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia September 2026 di Gedung Thamrin, Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2026). (Dok. Bank Indonesia)

BI juga mencatat pertumbuhan kredit perbankan mencapai 13,65 persen secara tahunan pada Agustus 2026. Pertumbuhan paling tinggi berasal dari kredit investasi yang mencapai 25,11 persen, disusul kredit modal kerja 11,45 persen dan kredit konsumsi 5,07 persen.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai keputusan BI mempertahankan BI-Rate 5,75 persen masih sesuai dengan kondisi saat ini. Namun, dia memandang keputusan itu sebagai jeda taktis, bukan akhir dari pengetatan kebijakan moneter.

"Keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan pada 5,75 persen merupakan langkah yang tepat untuk saat ini, tetapi harus dipahami sebagai jeda taktis, bukan akhir dari pengetatan," ujar Josua.

baca juga

Josua menjelaskan belum ada alasan kuat bagi BI untuk segera menaikkan suku bunga dari sisi domestik. Inflasi Agustus 2026 tercatat 3,19 persen secara tahunan dan inflasi inti 2,92 persen, masih berada dalam rentang sasaran inflasi sebesar 2,5+1 persen.

Josua juga melihat pertumbuhan ekonomi masih perlu diperkuat karena investasi swasta belum optimal, meski konsumsi rumah tangga, investasi pemerintah, dan ekspor nonmigas mulai membaik. Kenaikan suku bunga pada September dinilai berisiko menambah biaya pembiayaan tanpa memberikan manfaat yang sebanding bagi pengendalian inflasi.

Namun, ruang BI untuk mempertahankan suku bunga dinilai semakin terbatas karena tekanan utama saat ini berasal dari eksternal. Kenaikan suku bunga Amerika Serikat, imbal hasil surat utang pemerintah AS yang tinggi, penguatan dolar AS, ketegangan geopolitik, dan kenaikan harga minyak memberi tekanan terhadap mata uang negara berkembang.

Rupiah berada di level Rp17.855 per dolar AS pada 22 September 2026. Sementara itu, aliran investasi portofolio bersih pada triwulan III 2026 hingga 21 September tercatat sekitar 0,4 miliar dolar AS.

Josua menilai BI tidak perlu hanya mengandalkan instrumen suku bunga untuk menjaga stabilitas rupiah. Intervensi valuta asing, insentif biaya lindung nilai, pengembangan transaksi menggunakan mata uang lokal, serta pendalaman pasar uang dinilai dapat membantu menambah pasokan valuta asing dengan dampak yang lebih terarah terhadap perekonomian.

"Keberhasilan langkah tersebut harus dinilai dari aliran modal yang benar-benar bertahan, bukan sekadar penguatan rupiah dalam beberapa hari setelah pengumuman kebijakan," jelas Josua.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI dan Hong Kong Sepakati Kerja Sama Pembayaran Lintas Negara Berbasis QR

BI dan Hong Kong Sepakati Kerja Sama Pembayaran Lintas Negara Berbasis QR

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 09:59 WIB

FEKDI x IFSE 2026 Dorong Digitalisasi Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

FEKDI x IFSE 2026 Dorong Digitalisasi Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 09:57 WIB

Pembayaran Digital Makin Tinggi, Anak Muda Minta Uang THR Lewat QRIS

Pembayaran Digital Makin Tinggi, Anak Muda Minta Uang THR Lewat QRIS

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 08:21 WIB

Uang Kertas Bertanda Tangan Menkeu Purbaya Masih Terus Dicetak

Uang Kertas Bertanda Tangan Menkeu Purbaya Masih Terus Dicetak

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 07:49 WIB

Bank Indonesia Kucurkan Insentif KLM Rp461,2 Triliun, Kredit Perbankan Makin Kencang

Bank Indonesia Kucurkan Insentif KLM Rp461,2 Triliun, Kredit Perbankan Makin Kencang

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 08:22 WIB

Bank Indonesia Diprediksi Tahan BI-Rate 5,75 Persen di September

Bank Indonesia Diprediksi Tahan BI-Rate 5,75 Persen di September

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 07:05 WIB

Terkini

BI Pertahankan BI-Rate 5,75 Persen di Tengah Tekanan Global

BI Pertahankan BI-Rate 5,75 Persen di Tengah Tekanan Global

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 09:00 WIB

WNI Terjebak di Hotel saat Banjir Besar di Bangkok

WNI Terjebak di Hotel saat Banjir Besar di Bangkok

News | Senin, 28 September 2026 | 08:51 WIB

OKX Ungkap Cadangan Kripto US$27,4 Miliar, Klaim Lindungi 690 Ribu Pengguna

OKX Ungkap Cadangan Kripto US$27,4 Miliar, Klaim Lindungi 690 Ribu Pengguna

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 08:51 WIB

5 Tips Memilih Sandal Outdoor yang Bagus dan Awet untuk Temani Petualangan

5 Tips Memilih Sandal Outdoor yang Bagus dan Awet untuk Temani Petualangan

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 08:49 WIB

7 Penyebab Cushion Menggumpal di Cuping Hidung dan Garis Senyum serta Solusinya

7 Penyebab Cushion Menggumpal di Cuping Hidung dan Garis Senyum serta Solusinya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 08:46 WIB

Banjir Bangkok Meluas, 50 Distrik Ditetapkan Sebagai Zona Bencana Nasional

Banjir Bangkok Meluas, 50 Distrik Ditetapkan Sebagai Zona Bencana Nasional

News | Senin, 28 September 2026 | 08:33 WIB

Harga Logam Mulia Diprediksi Fluktuatif, Simak Rentang Proyeksi Harga Emas

Harga Logam Mulia Diprediksi Fluktuatif, Simak Rentang Proyeksi Harga Emas

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 08:29 WIB

Belanda Tekuk Serbia 2-1, Xavi Soroti Brace Mexx Meerdink dan Umpan Akurat Veerman

Belanda Tekuk Serbia 2-1, Xavi Soroti Brace Mexx Meerdink dan Umpan Akurat Veerman

Bola | Senin, 28 September 2026 | 08:25 WIB

Kronologi Menteri PU Dody Hanggodo Marah ke Anak Buah saat Sidak Sawah Bekasi

Kronologi Menteri PU Dody Hanggodo Marah ke Anak Buah saat Sidak Sawah Bekasi

News | Senin, 28 September 2026 | 08:23 WIB

Kematian Vanreko Varkas Jadi Alarm: Koalisi Desak Usut Tuntas dan Hentikan Militerisasi!

Kematian Vanreko Varkas Jadi Alarm: Koalisi Desak Usut Tuntas dan Hentikan Militerisasi!

News | Senin, 28 September 2026 | 08:10 WIB

×