5 Peserta Tewas, Mengapa Latsarmil Tetap Lanjut? Istana: Manajer Koperasi Harus Segera Kerja

Muhamad Yasir, Novian Ardiansyah

Senin, 29 Juni 2026 | 17:24 WIB
5 Peserta Tewas, Mengapa Latsarmil Tetap Lanjut? Istana: Manajer Koperasi Harus Segera Kerja
Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (29/6/2026). [Suara.com/Novian]
baca 10 detik
  • Pemerintah mengevaluasi latsarmil bagi peserta SPPI di berbagai daerah setelah lima orang meninggal dunia saat pendidikan.
  • Program pelatihan tetap berlanjut guna memenuhi kebutuhan manajer koperasi, namun pemerintah akan menerapkan langkah mitigasi ketat.
  • Lima peserta meninggal di lokasi berbeda akibat gangguan kesehatan, seperti serangan panas, henti jantung, hingga sesak napas.

Suara.com - Pemerintah memastikan akan mengevaluasi pelaksanaan latihan dasar militer (latsarmil) bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) setelah lima calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) meninggal dunia selama mengikuti pelatihan.

Meski demikian, program tersebut dipastikan tetap berjalan.

Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro mengatakan, evaluasi dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang. Namun, kebutuhan mendesak akan tenaga manajer KDMP dan KNMP membuat pelatihan tidak dihentikan.

"Secara umum tentu karena proses ini sudah berlangsung dan memang tenaga manajer untuk Koperasi Merah Putih juga harus segera bekerja sehingga pelatihan tetap jalan terus. Tetapi masukkan dari berbagai pihak tentu diperhatikan," kata Juri di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Menurut Juri, pelatihan tersebut tidak hanya bertujuan membekali peserta dengan kemampuan mengelola koperasi, tetapi juga memperkuat aspek mental dan ideologi kebangsaan.

"Latihan-latihan yang sifatnya pembekalan pada mental-ideologi itu yang juga diberikan kepada mereka. Jadi semuanya tetap berjalan, tetapi diperbaiki, dievaluasi supaya lebih baik," ungkap Juri.

Meski belum merinci bentuk evaluasi yang akan dilakukan, Juri memastikan pemerintah akan melakukan berbagai langkah mitigasi agar tidak lagi muncul korban jiwa dalam pelaksanaan pelatihan berikutnya.

"Insyaallah ke depan sudah diantisipasi supaya tidak terjadi korban," katanya.

Peserta latsarmil dari pengelola KDMP dan KNMP mengikuti upacara pembukaan pelatihan diklat di lapangan Dirgantara AAU, Yogyakarta, pada Rabu (17/6/2026). ANTARA/HO-Humas TNI AU
Peserta latsarmil dari pengelola KDMP dan KNMP mengikuti upacara pembukaan pelatihan diklat di lapangan Dirgantara AAU, Yogyakarta, pada Rabu (17/6/2026). ANTARA/HO-Humas TNI AU

Lima Peserta Meninggal dengan Penyebab Berbeda

baca juga

Evaluasi terhadap latsarmil mencuat setelah lima peserta SPPI dilaporkan meninggal dunia selama mengikuti pendidikan di sejumlah satuan pendidikan yang berbeda.

Peserta pertama yang meninggal adalah Anisa Muyassaroh, yang menjalani pendidikan di Satuan Pendidikan (Satdik) Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan. Anisa mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni dan sempat mendapat penanganan medis sebelum dirujuk ke rumah sakit. Berdasarkan catatan medis, Anisa meninggal akibat heat stroke.

Korban kedua, Yonanda Muhammad Taufiq, merupakan peserta pendidikan di Satdik Pusat Pendidikan dan Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklatad Baturaja. Kondisi kesehatannya menurun pada 17 Juni hingga akhirnya meninggal dunia akibat henti jantung atau cardiac arrest.

Sementara itu, Novia Rahmadhani Sitohang yang diketahui memiliki riwayat tuberkulosis mengalami gangguan kesehatan pada 22 Juni. Setelah sempat dirawat di RSAU dr Esnawan Antariksa, Novia dinyatakan meninggal dunia sehari kemudian.

Korban berikutnya, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, mengalami sesak napas pada 25 Juni. Meski sempat membaik dan kembali beraktivitas, kondisi kesehatannya kembali menurun pada sore hari hingga harus dirawat intensif di ruang ICU RSAU dr Esnawan Antariksa. Rifki meninggal dunia pada 26 Juni 2026.

Adapun peserta terakhir yang meninggal adalah Nola Diasari dari Satuan Pendidikan Belanegara Kalimantan. Nola mengalami sesak napas dan demam pada 27 Juni sebelum dirujuk ke rumah sakit. Dalam proses penanganan medis, Nola mengalami henti jantung dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 21.30 WIB.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Negara Hemat Rp30 Juta Per Orang, TB Hasanuddin Minta Latsarmil Kopdes Dihapus

Negara Hemat Rp30 Juta Per Orang, TB Hasanuddin Minta Latsarmil Kopdes Dihapus

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:08 WIB

Tragedi Latsarmil Kopdes, Komnas HAM Didesak Investigasi Program Pemerintah Berpotensi Langgar HAM

Tragedi Latsarmil Kopdes, Komnas HAM Didesak Investigasi Program Pemerintah Berpotensi Langgar HAM

News | Senin, 29 Juni 2026 | 14:04 WIB

Daftar 5 Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia Saat Latsarmil: Gejala, Penyebab dan Kronologi

Daftar 5 Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia Saat Latsarmil: Gejala, Penyebab dan Kronologi

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 12:45 WIB

Terkini

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:44 WIB

×