Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB
Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik
Suasana penganugerahan gelar kehormatan adat kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Kedatun Keagungan Lampung, Sabtu (27/6/2026). Jokowi diketahui melakukan ritual menginjak kaki kerbau. [Istimewa]
baca 10 detik
  • Sosiolog UMY Zuly Qodir menyatakan gelar adat kini sering digunakan tokoh politik untuk meningkatkan karisma dan citra diri.
  • Presiden ke-7 RI menerima gelar Baginda Pemuka Bangsa dalam prosesi adat di Lampung pada Sabtu, 27 Juni 2026.
  • Budaya paternalistik masyarakat membuat simbol gelar budaya berpotensi memengaruhi pilihan politik pemilih secara irasional di masa depan.

Suara.com - Sosiolog Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Zuly Qodir, menilai pemberian gelar budaya kepada tokoh politik dapat dimanfaatkan sebagai instrumen untuk membangun citra dan memperkuat karisma di hadapan masyarakat.

Menurutnya, praktik tersebut masih memiliki pengaruh, apalagi sebagian masyarakat masih memandang gelar adat sebagai simbol kewibawaan.

Hal ini merespons pemberian gelar bagi Presiden ke-7 RI 'Baginda Pemuka Bangsa' dalam prosesi adat di Lampung pada Sabtu (27/6/2026) kemarin.

Zuly mengatakan gelar-gelar budaya sejak lama memang memiliki nilai simbolik dalam kehidupan masyarakat. Namun, ia menilai saat ini gelar tersebut kerap bergeser fungsi menjadi alat untuk meningkatkan daya tarik politik seseorang.

"Itu salah satu cara untuk meningkatkan daya tawar atau meningkatkan karisma seseorang. Karisma seseorang kan bisa dari gelar-gelar budaya. Kanjeng Ratu, Kanjeng apa, Kanjeng Tumenggung, Kanjeng apa, tokoh ini, tokoh itu segala macam, itu warisan budaya yang ada di Indonesia dan oleh sebagian masyarakat kita masih diakui," ungkap Zuly kepada Suara.com, Senin (29/6/2026).

Meski demikian, ia menilai pengakuan terhadap gelar budaya sebenarnya hanya relevan jika berasal dari institusi adat atau kerajaan yang memiliki legitimasi sejarah. Di luar itu, pemberian gelar tidak lagi memiliki makna yang kuat.

"Sebagian besar sebenarnya tidak mengakui lagi, kecuali memang yang dia adalah keturunan," ucapnya.

Zuly menilai masih adanya masyarakat yang mudah terpengaruh oleh simbol-simbol tersebut menunjukkan kuatnya budaya paternalistik dan kepercayaan terhadap mitologi.

Kondisi itu membuat gelar budaya tetap dapat dimanfaatkan untuk membangun legitimasi politik.

baca juga

"Masyarakat kita sebagian masih dalam kehidupan mitologi yang selalu mengagung-agungkan mitologi dan karisma menjadi mempercayainya. Artinya memang ada orang-orang yang mempercayai begitu, walaupun sebetulnya itu adalah gelar tipu-tipu," tuturnya.

Dipaparkan Zuly, pada masa kerajaan, gelar kehormatan memang diberikan kepada orang-orang yang memiliki kemampuan, pengaruh, atau jasa tertentu. Namun dalam perkembangan saat ini, fungsi tersebut dinilai telah mengalami pergeseran.

"Kalau zaman dulu, zaman kerajaan, zaman pra-Indonesia merdeka, jelas siapa yang memiliki gelar-gelar tersebut, orang yang memiliki minimal ilmu kanuragan. Para jawara dan segala macam, maka menakutkan," tandasnya.

Menurut dia, pemberian gelar budaya kepada tokoh politik tetap berpotensi memengaruhi pilihan politik masyarakat. Terutama bagi pemilih yang masih memiliki pola pikir paternalistik dan mudah dipengaruhi simbol-simbol kekuasaan.

"Ya masyarakat kita sebagian masih paternalistik dan masih takut dengan begitu-begitu. Ya, akan berpengaruhlah kalau masih ketakutannya tingkat tinggi," tegasnya.

Oleh sebab itu, Zuly menegaskan tantangan terbesar adalah meningkatkan kualitas pendidikan politik masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh simbol, ancaman, maupun pencitraan.

Menurutnya, pemilih harus diyakinkan untuk menentukan pilihan secara rasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Momen Jokowi Dianugrahi Gelar Baginda Pemuka Bangsa oleh 5 Kerajaan Adat Lampung

Momen Jokowi Dianugrahi Gelar Baginda Pemuka Bangsa oleh 5 Kerajaan Adat Lampung

Video | Senin, 29 Juni 2026 | 18:17 WIB

Roy Suryo Jalani Sidang Perdana Praperadilan Terkait Kasus Ijazah Jokowi

Roy Suryo Jalani Sidang Perdana Praperadilan Terkait Kasus Ijazah Jokowi

Foto | Senin, 29 Juni 2026 | 17:48 WIB

'Kita kan Banteng, Bukan Kerbau', Kelakar Elite PDIP Tanggapi Video Viral Jokowi di Lampung

'Kita kan Banteng, Bukan Kerbau', Kelakar Elite PDIP Tanggapi Video Viral Jokowi di Lampung

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:22 WIB

Digelar Maraton! Hakim PN Jaksel Putus Praperadilan Roy Suryo Pekan Depan

Digelar Maraton! Hakim PN Jaksel Putus Praperadilan Roy Suryo Pekan Depan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 16:13 WIB

Jokowi Safari Politik, Golkar: Beliau Bukan Presiden Lagi, Kami Tegak Lurus ke Pak Prabowo!

Jokowi Safari Politik, Golkar: Beliau Bukan Presiden Lagi, Kami Tegak Lurus ke Pak Prabowo!

News | Senin, 29 Juni 2026 | 15:11 WIB

Pengamat UMY Soal Safari Politik Jokowi dan PSI: Upaya Amankan Oligarki Lewat Politik 'Bagi Uang'

Pengamat UMY Soal Safari Politik Jokowi dan PSI: Upaya Amankan Oligarki Lewat Politik 'Bagi Uang'

News | Senin, 29 Juni 2026 | 14:59 WIB

Pedas! Guntur Romli Sebut Kepala Kerbau Diinjak Jokowi Simbol Loyalis Terbuai Perilaku Raja

Pedas! Guntur Romli Sebut Kepala Kerbau Diinjak Jokowi Simbol Loyalis Terbuai Perilaku Raja

News | Senin, 29 Juni 2026 | 14:23 WIB

Terkini

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:44 WIB

×