BUMN Jadi Penampungan Tim Sukses? Berisiko Jadikan Perusahaan Pelat Merah Bebani Negara

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:15 WIB
BUMN Jadi Penampungan Tim Sukses? Berisiko Jadikan Perusahaan Pelat Merah Bebani Negara
BP BUMN [Ist]
baca 10 detik
  • Guru Besar UGM, Gabriel Lele, menyoroti kuatnya politisasi dalam pengisian jabatan di BUMN dan BUMD pada Selasa, 30 Juni 2026.
  • Jabatan di BUMN sering digunakan pemerintah untuk mengakomodasi tim sukses atau relawan politik akibat terbatasnya posisi nonkarier.
  • Praktik politisasi berisiko merusak profesionalisme serta mengancam kesehatan keuangan perusahaan yang seharusnya menjadi sumber penerimaan negara.

Suara.com - Guru Besar Manajemen dan Kebijakan Publik Fisipol UGM, Gabriel Lele, menyoroti masih kuatnya politisasi dalam pengisian jabatan di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Menurutnya, pola tersebut tidak hanya terjadi di tingkat nasional, tetapi turut berlangsung di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Kondisi itu berpotensi menggeser tujuan utama perusahaan pelat merah sebagai penopang keuangan negara.

"Jadi, fenomena ini ya, kita sebut saja sebagai politisasi BUMN. Dan itu juga terjadi di daerah ya, BUMD juga polanya kurang lebih seperti itu," kata Gabriel kepada Suara.com, Selasa (30/6/2026).

Disampaikan Gabriel, jabatan di BUMN kerap menjadi ruang untuk mengakomodasi orang-orang yang memiliki kedekatan politik dengan kepala daerah maupun pemerintah.

Hal itu terjadi karena terbatasnya posisi nonkarier di birokrasi yang dapat digunakan untuk menampung tim sukses maupun relawan pendukung.

"Itu kan problemnya karena hampir tidak ada ruang bagi seorang kepala daerah untuk menampung jabatan-jabatan yang sifatnya non-karier birokrasi. Ya BUMN-lah jadi tempat penampungan orang-orang yang bermasalah ini," tandasnya.

Jika memang praktik tersebut sulit dihindari, kata dia, pemerintah tetap harus memastikan bahwa kompetensi menjadi pertimbangan utama dalam memilih pejabat BUMN.

Ia menilai publik justru melihat banyak pengangkatan yang tidak menunjukkan kesesuaian antara latar belakang calon pejabat dengan kebutuhan manajerial perusahaan.

"Nah, kalau saya melihatnya, hal-hal seperti itu kalaupun tidak bisa dihindari, harusnya tidak boleh mengorbankan kompetensi. Jadi pertimbangan utamanya itu tetap kompetensi seharusnya," tegasnya.

baca juga

Pengelolaan BUMN yang lebih mengedepankan pertimbangan politik berpotensi mengganggu kesehatan keuangan perusahaan.

Padahal, BUMN seharusnya menjadi sumber penerimaan negara, bukan justru membebani keuangan negara akibat tata kelola yang tidak profesional.

Terkait wacana perampingan jumlah BUMN, Gabriel menilai langkah tersebut tidak akan banyak berdampak apabila pola pengelolaannya tidak berubah.

Menurutnya, pembatasan jabatan memang dapat mempersempit ruang akomodasi politik, tetapi perbaikan tata kelola tetap menjadi faktor yang paling menentukan.

"Ini kan sebenarnya jumlahnya mau banyak mau sedikit, kalau dipangkas tapi pengelolaannya tetap ya sama saja," ucapnya.

Gabriel menegaskan, gagasan utama yang perlu menjadi perhatian pemerintah adalah menghentikan politisasi dalam pengisian pimpinan BUMN.

Perusahaan pelat merah harus dikelola oleh figur yang memiliki kompetensi agar mampu menjalankan fungsinya sebagai sumber penerimaan negara, bukan menjadi beban bagi keuangan negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakar UMY Soroti Pengisian Jabatan BUMN: Loyalitas Politik Dinilai Kalahkan Meritokrasi

Pakar UMY Soroti Pengisian Jabatan BUMN: Loyalitas Politik Dinilai Kalahkan Meritokrasi

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 17:21 WIB

Tak Mau Investasi Hilirisasi Bernilai Jumbo Gagal, BP BUMN Gandeng KPK

Tak Mau Investasi Hilirisasi Bernilai Jumbo Gagal, BP BUMN Gandeng KPK

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:32 WIB

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:43 WIB

Prabowo Mau 'Copot' Ratusan Direksi dan Komisaris BUMN di Tengah Isu Rangkap Jabatan

Prabowo Mau 'Copot' Ratusan Direksi dan Komisaris BUMN di Tengah Isu Rangkap Jabatan

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 15:02 WIB

Jabatan Komisaris BUMN Disorot, Gaji Ade Armando 33 Kali Lipat UMR Jakarta

Jabatan Komisaris BUMN Disorot, Gaji Ade Armando 33 Kali Lipat UMR Jakarta

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 12:55 WIB

Seluruh Hotel Milik BUMN Kini Dipegang InJourney

Seluruh Hotel Milik BUMN Kini Dipegang InJourney

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 08:20 WIB

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:57 WIB

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:25 WIB

Terkini

7 Cara Ampuh Menghilangkan Bau di Toilet agar Tetap Bersih dan Wangi

7 Cara Ampuh Menghilangkan Bau di Toilet agar Tetap Bersih dan Wangi

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 09:59 WIB

Konflik Keluarga Berujung Kebakaran, Dua Rumah di Cianjur Ludes

Konflik Keluarga Berujung Kebakaran, Dua Rumah di Cianjur Ludes

Jabar | Rabu, 30 September 2026 | 09:57 WIB

Tahan Beli, Harga Emas Antam Mulai Naik Jadi Rp2.595.000/Gram

Tahan Beli, Harga Emas Antam Mulai Naik Jadi Rp2.595.000/Gram

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 09:56 WIB

Diduga Aniaya 8 Siswa, Eks Kepsek SMPN 18 Malang Tidak Dapat Bantuan Hukum dari Pemkot

Diduga Aniaya 8 Siswa, Eks Kepsek SMPN 18 Malang Tidak Dapat Bantuan Hukum dari Pemkot

Malang | Rabu, 30 September 2026 | 09:52 WIB

Pengaturan Bunga Pindar Dinilai Pakar Tak Otomatis Bisa Disebut Kartel

Pengaturan Bunga Pindar Dinilai Pakar Tak Otomatis Bisa Disebut Kartel

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 09:52 WIB

Rupiah Balik ke Level Rp17.900 Lagi Pagi Ini

Rupiah Balik ke Level Rp17.900 Lagi Pagi Ini

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 09:48 WIB

Gegerkan Warga, Siswi SMK di Bintan Ditemukan Meninggal Dalam Kamar

Gegerkan Warga, Siswi SMK di Bintan Ditemukan Meninggal Dalam Kamar

Batam | Rabu, 30 September 2026 | 09:48 WIB

Erick Thohir Singgung Malaysia Usai Indonesia Ditahan Imbang, Persaingan ASEAN Makin Panas

Erick Thohir Singgung Malaysia Usai Indonesia Ditahan Imbang, Persaingan ASEAN Makin Panas

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 09:46 WIB

5 Cara Membuka Panci Presto agar Tidak Meledak, Begini Langkahnya

5 Cara Membuka Panci Presto agar Tidak Meledak, Begini Langkahnya

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 09:44 WIB

Tembus 93 Persen Mulus, Lampung Utara Bakal Diguyur Proyek Jalan Rp76 Miliar Akhir Oktober

Tembus 93 Persen Mulus, Lampung Utara Bakal Diguyur Proyek Jalan Rp76 Miliar Akhir Oktober

Lampung | Rabu, 30 September 2026 | 09:43 WIB

×