Minyak Dunia Sudah Murah, Kenapa Harga Pertamax Masih Rp16 Ribu?

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Rabu, 01 Juli 2026 | 15:59 WIB
Minyak Dunia Sudah Murah, Kenapa Harga Pertamax Masih Rp16 Ribu?
Ilustrasi BBM Pertamax. [Antara]
baca 10 detik
  • Pemerintah menurunkan harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mulai 1 Juli 2026 mengikuti tren penurunan harga minyak dunia.
  • Fahmy Radhi mengkritik keputusan pemerintah yang tetap mempertahankan harga Pertamax di level Rp16.250 per liter saat ini.
  • Penetapan harga Pertamax yang tetap tinggi berpotensi menekan daya beli masyarakat menengah serta memicu migrasi ke BBM subsidi.

Suara.com - Pengamat Ekonomi Energi, Fahmy Radhi menilai keputusan pemerintah menurunkan harga tiga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mulai 1 Juli 2026 sudah sejalan dengan penurunan harga minyak dunia.

Namun, ia mempertanyakan mengapa harga Pertamax tetap dipertahankan di level Rp16.250 per liter meski kondisi pasar sudah berubah.

Menurut Fahmy, harga BBM non-subsidi pada dasarnya ditetapkan berdasarkan harga keekonomian yang sangat dipengaruhi pergerakan harga minyak dunia.

Saat harga minyak melonjak pada April 2026, tiga jenis BBM tersebut memang mengalami kenaikan cukup tinggi. Sementara itu, Pertamax justru tidak ikut dinaikkan pada periode tersebut.

"Kalau mengacu pada harga pasar, harga minyak dunia yang sudah turun sama mendekati ICP (Indonesian crude price) 70 (dolar AS per barel) mestinya Pertamax juga kembali ke harga semula 11.200. Nah, kenapa itu tidak diturunkan," kata Fahmy kepada Suara.com, Rabu (1/7/2026).

Ia menduga ada dua kemungkinan yang menjadi pertimbangan pemerintah. Pertama, pemerintah ingin menutup beban kompensasi yang muncul ketika Pertamax tidak dinaikkan pada April lalu.

Kedua, harga Rp16.250 per liter saat ini kemungkinan masih dianggap berada di bawah atau sudah sesuai dengan harga keekonomian sehingga belum perlu dilakukan penyesuaian.

Meski demikian, Fahmy menilai keputusan mempertahankan harga Pertamax bukan langkah yang tepat. Sebab, pengguna Pertamax didominasi masyarakat kelas menengah yang memiliki kontribusi besar terhadap konsumsi nasional.

Jika harga itu tetap tinggi maka sangat berpotensi menekan daya beli kelompok tersebut.

baca juga

"Ini saya kira kebijakan yang tidak tepat karena dengan harga Rp16.250 itu sudah pasti menurunkan daya beli masyarakat menengah," ujarnya.

Belum lagi soal memicu perpindahan konsumen Pertamax ke Pertalite mengingat selisih harga BBM yang kian semakin lebar. Jika perpindahan berlangsung dalam jumlah besar, kuota Pertalite dikhawatirkan tidak mampu menampung lonjakan permintaan.

Di sisi lain, Fahmy bilang, penurunan harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap harga kebutuhan pokok maupun biaya logistik.

Ketiga jenis BBM tersebut bukan bahan bakar utama kendaraan angkutan barang. Sehingga pengaruhnya terhadap inflasi hanya terbatas dan tidak langsung dirasakan masyarakat.

"Menurut saya, apa pun pertimbangannya ada urgensi untuk menurunkan harga Pertamax. Jumlah konsumennya cukup besar sehingga punya kontribusi terhadap inflasi, sekaligus dapat menaikkan kembali daya beli masyarakat kelas menengah yang selama ini menjadi penopang konsumsi nasional," tegasnya.

Terkait potensi migrasi konsumen subsidi atau Pertamax biasa ke tiga varian yang lebih tinggi usai harga diturunkan ini, kata Fahmy, sangat kecil.

"Kalau ada (migrasi) tidak begitu signifikan karena konsumen dari Pertamax ke atas itu kan mobil-mobil mewah yang memang membutuhkan spesifikasi dari BBM dengan kualitas yang tinggi gitu ya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenaikan Harga Pertamax Dorong Inflasi 0,44 Persen pada Juni

Kenaikan Harga Pertamax Dorong Inflasi 0,44 Persen pada Juni

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 12:45 WIB

Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell

Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:28 WIB

Iran Tolak Temui Utusan AS, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

Iran Tolak Temui Utusan AS, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:10 WIB

Ada yang Turun, Ini Update Harga Terbaru BBM per 1 Juli 2026

Ada yang Turun, Ini Update Harga Terbaru BBM per 1 Juli 2026

Otomotif | Rabu, 01 Juli 2026 | 08:25 WIB

Rincian Perubahan Harga BBM Pertamina Per Hari Ini

Rincian Perubahan Harga BBM Pertamina Per Hari Ini

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 06:21 WIB

Harga BBM Turun per 1 Juli 2026: Pertamax Turbo dan Pertamina Dex Lebih Murah

Harga BBM Turun per 1 Juli 2026: Pertamax Turbo dan Pertamina Dex Lebih Murah

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 06:16 WIB

Pasar Antisipasi Perundingan AS - Iran di Doha, Harga Minyak Dunia Melemah

Pasar Antisipasi Perundingan AS - Iran di Doha, Harga Minyak Dunia Melemah

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:20 WIB

Terkini

Kapolri Anugerahkan Medali Kehormatan kepada Prabowo

Kapolri Anugerahkan Medali Kehormatan kepada Prabowo

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 15:53 WIB

Mendagri Tito Hadiri Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara di Bogor

Mendagri Tito Hadiri Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara di Bogor

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 15:42 WIB

Kemhan Usut Kematian 5 Calon Manajer Kopdes

Kemhan Usut Kematian 5 Calon Manajer Kopdes

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 15:40 WIB

Mediasi Buntu, Keluarga Adik Keisya Levronka Ungkap Alasan Tempuh Jalur Hukum

Mediasi Buntu, Keluarga Adik Keisya Levronka Ungkap Alasan Tempuh Jalur Hukum

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 15:37 WIB

Rp756 Miliar Diselamatkan! Kapolri Bongkar Skandal Besar Bio Solar dan Perusahaan Sawit Nakal

Rp756 Miliar Diselamatkan! Kapolri Bongkar Skandal Besar Bio Solar dan Perusahaan Sawit Nakal

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 15:32 WIB

Keluarga Keisya Levronka Gugat Untar Rp1 M, Soroti Tak Ada Ambulans usai Lexi Jatuh dari Lantai 6

Keluarga Keisya Levronka Gugat Untar Rp1 M, Soroti Tak Ada Ambulans usai Lexi Jatuh dari Lantai 6

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 15:28 WIB

Komdigi dan Universitas Brawijaya Bangun Sistem AI Pendukung Sekolah Rakyat

Komdigi dan Universitas Brawijaya Bangun Sistem AI Pendukung Sekolah Rakyat

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 15:19 WIB

Geger Kelompok Society of Saint Pius X Angkat 4 Uskup Tanpa Persetujuan Paus Leo, Siapa Mereka?

Geger Kelompok Society of Saint Pius X Angkat 4 Uskup Tanpa Persetujuan Paus Leo, Siapa Mereka?

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 14:59 WIB

Prabowo Puji Peran Polri Dukung Ketahanan Pangan dan Program MBG

Prabowo Puji Peran Polri Dukung Ketahanan Pangan dan Program MBG

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 14:15 WIB

Usulan Pilkada Lewat DPRD Kandas? Golkar Respons Putusan MK

Usulan Pilkada Lewat DPRD Kandas? Golkar Respons Putusan MK

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 14:06 WIB

×