Harga BBM Non Subsidi Malaysia Turun, Segini Jadinya

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 02 Juli 2026 | 06:25 WIB
Harga BBM Non Subsidi Malaysia Turun, Segini Jadinya
Iustrasi Kilang Minyak [Pexels].
baca 10 detik
  • Malaysia menurunkan harga BBM non-subsidi jenis RON97, RON95, dan solar sebesar 10 sen.

  • Penyesuaian tarif otomatis ini dipicu oleh penurunan harga minyak mentah di pasar internasional.

  • Pemerintah mempertahankan harga BBM bersubsidi guna melindungi daya beli masyarakat dari inflasi.

Suara.com - Pemerintah Malaysia memangkas harga jual eceran komoditas bahan bakar minyak non-subsidi untuk jenis RON 95 ke atas dan juga solar di seluruh negeri. Kebijakan strategis ini langsung merespons tren penurunan harga minyak mentah di pasar internasional sepanjang pekan lalu.

Langkah penurunan tarif ini sengaja diumumkan lebih awal agar selaras dengan dimulainya program insentif Budi Madani Diesel. Melalui skema tersebut, otoritas keuangan berupaya menjaga stabilitas fiskal sekaligus mengamankan daya beli masyarakat kelas bawah.

Pihak Kementerian Keuangan Malaysia menegaskan bahwa penyesuaian berkala ini berjalan secara otomatis mengikuti pergerakan grafik pasar global. Redanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran turut memperlancar arus distribusi pasokan energi dunia.

Petronas dalam waktu dekat akan melakukan PHK kepada 5.000 karyawannya. [Antara]
Petronas dalam waktu dekat akan melakukan PHK kepada 5.000 karyawannya. [Antara]

Dengan berlakunya aturan baru ini, varian RON97 kini menyentuh angka RM4,00 per liter di SPBU. Sementara itu, untuk produk RON95 komersial mengalami penyusutan nilai jual menjadi RM3,37 per liter.

Adapun bahan bakar solar tanpa subsidi sekarang dibanderol sebesar RM 3,97 untuk setiap liternya. Seluruh rumpun energi non-subsidi tersebut kompak mengalami penurunan sebesar 10 sen atau setara dengan Rp438 per liter.

Dikutip dari NST, pemberlakuan tarif baru yang dijadwalkan dari tanggal 1 hingga 8 Juli 2026 ini memanfaatkan momentum membaiknya suplai minyak dunia. Pasar global perlahan mulai pulih setelah sempat tertekan akibat konflik bersenjata sejak akhir Februari silam.

Negosiasi diplomatik yang berjalan positif membawa optimisme baru bagi kelancaran rantai pasok komoditas global. Situasi tersebut meredam kecemasan para pelaku industri terhadap potensi kelangkaan stok energi internasional.

Kendati demikian, pihak berwenang mengingatkan bahwa situasi pasar minyak bumi saat ini belum sepenuhnya normal. Risiko lonjakan biaya logistik serta gangguan keamanan jalur distribusi sewaktu-waktu masih mengintai.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau agar tetap bijak dalam mengonsumsi energi untuk keperluan sehari-hari. Manajemen perjalanan yang efektif dinilai mampu menekan ketergantungan publik sekaligus meringankan beban anggaran negara.

baca juga

Otoritas terkait juga menjamin bahwa cadangan BBM domestik berada dalam status yang sangat aman. Langkah penghematan tetap diperlukan guna memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.

Di sisi lain, pemerintah memutuskan untuk tidak mengubah harga jual bagi kategori bahan bakar bersubsidi. Komoditas esensial tersebut dipastikan tetap mengacu pada harga eceran yang berlaku sebelumnya.

Varian RON95 dalam program Budi95 bertahan pada nominal RM1,99 per liter demi melindungi konsumen rentan. Sedangkan harga solar subsidi untuk skema Budi Diesel dipatok ajek senilai RM2,10 per liter.

Untuk pengguna fasilitas Subsidised Petrol Control System, tarif yang ditetapkan adalah RM2,05 per liter. Sementara itu, pengguna Subsidised Diesel Control System tetap membayar sebesar RM2,15 per liter.

Mulai awal bulan ini, warga negara yang memenuhi kualifikasi dapat memanfaatkan sistem verifikasi MyKad di SPBU. Integrasi data ini mempermudah penyaluran solar bersubsidi agar lebih tepat saran bagi yang berhak.

Melalui kepemimpinan Perdana Menteri Anwar Ibrahim, jajaran eksekutif berkomitmen penuh menerapkan kebijakan fiskal yang terukur. Strategi mitigasi ini dirancang agar masyarakat terhindar dari guncangan inflasi sektor energi global.

Sebelum kebijakan ini diketuk, fluktuasi harga komoditas energi dunia mengalami ketidakpastian yang sangat tinggi akibat konflik geopolitik. Ketegangan antara Washington dan Teheran sempat memicu lonjakan harga minyak mentah ke level tertinggi tahun ini.

Kondisi tersebut memaksa banyak negara pengekspor maupun pengimpor minyak untuk merombak strategi anggaran mereka. Malaysia menggunakan Automatic Pricing Mechanism guna mengantisipasi gejolak eksternal secara fleksibel tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi dalam negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?

Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:05 WIB

Ada yang Turun, Ini Update Harga Terbaru BBM per 1 Juli 2026

Ada yang Turun, Ini Update Harga Terbaru BBM per 1 Juli 2026

Otomotif | Rabu, 01 Juli 2026 | 08:25 WIB

ABM LOC Pastikan Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia Siap Digelar di Stadion Manahan

ABM LOC Pastikan Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia Siap Digelar di Stadion Manahan

Bola | Selasa, 30 Juni 2026 | 22:05 WIB

Terkini

Bareskrim ke Nagoya Food Court Batam, Gerebek Diduga Sarang Perjudian

Bareskrim ke Nagoya Food Court Batam, Gerebek Diduga Sarang Perjudian

Batam | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:01 WIB

Kidung Para Pencari: Menemukan Makna di Tengah Riuh Kehidupan

Kidung Para Pencari: Menemukan Makna di Tengah Riuh Kehidupan

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Ketika Kereta Api Melintas di Pulau Sulawesi, Jauh Sebelum Indonesia Merdeka

Ketika Kereta Api Melintas di Pulau Sulawesi, Jauh Sebelum Indonesia Merdeka

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:54 WIB

Upacara Bendera Sila Ke Berapa? Ini Makna dan Penerapan Nilai Pancasila Sehari-hari

Upacara Bendera Sila Ke Berapa? Ini Makna dan Penerapan Nilai Pancasila Sehari-hari

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:33 WIB

OK! Madam: Bon Voyage, Aksi Seru Mantan Agen Rahasia Menyelamatkan Kapal!

OK! Madam: Bon Voyage, Aksi Seru Mantan Agen Rahasia Menyelamatkan Kapal!

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:30 WIB

CIMB Niaga Catat Kredit Tumbuh 6,6% Jadi Rp247,2 Triliun di Semester I 2026

CIMB Niaga Catat Kredit Tumbuh 6,6% Jadi Rp247,2 Triliun di Semester I 2026

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Ortuseight Playday Hadir di 6 Kota, Dorong Pembinaan Futsal Pelajar

Ortuseight Playday Hadir di 6 Kota, Dorong Pembinaan Futsal Pelajar

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:22 WIB

Kuliner Wisata Kemiren Meluapkan Limbah Sapi Biogas Desa

Kuliner Wisata Kemiren Meluapkan Limbah Sapi Biogas Desa

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:20 WIB

Kenaikan Saham FAST Tidak Wajar, BEI Ambil Tindakan

Kenaikan Saham FAST Tidak Wajar, BEI Ambil Tindakan

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:19 WIB

Purbaya Janji Tak Kejar-kejar Pajak dari Pemilik Rumah Kontrakan

Purbaya Janji Tak Kejar-kejar Pajak dari Pemilik Rumah Kontrakan

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:16 WIB

×