Muncul Dugaan Keterlibatan Polisi di Kerusuhan Agustus, KPF Beri 6 Desakan ke Kompolnas

Bangun Santoso

Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:51 WIB
Muncul Dugaan Keterlibatan Polisi di Kerusuhan Agustus, KPF Beri 6 Desakan ke Kompolnas
Massa menggelar aksi di depan kawasan Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (27/8/2026). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc]
baca 10 detik
  • Tim Komisi Pencari Fakta menduga 12 personel kepolisian terlibat pengeroyokan mematikan di Jakarta pada 27 Agustus 2026.
  • Pengeroyokan pasca demonstrasi tersebut menewaskan seorang pedagang bernama Bambang Setiawan serta mencederai serius remaja bernama Fatturohman.
  • KontraS, YLBHI, dan LBH Jakarta merekomendasikan Kompolnas agar menindak tegas pelaku serta mengevaluasi pengamanan unjuk rasa.

Suara.com - Tim Komisi Pencari Fakta (KPF) mengungkapkan dugaan adanya keterlibatan personel kepolisian dalam kerusuhan pasca demonstrasi di depan Kompleks Parlemen, Jakarta pada (27/8/2026) lalu.

Peristiwa itu berujung dengan pengeroyokan terhadap warga sekitar yang menewaskan seorang pedagang kaca bernama Bambang Setiawan.

Selain itu, pengeroyokan juga menyebabkan seorang remaja bernama Fatturohman mengalami cidera serius.

Dengan mengumpulkan kesaksian dari delapan informan sekitar dan menganalisa lebih dari seratus dokumentasi digital serta empat buah rekaman CCTV, temuan KPF menyibak ada 14 orang tak dikenal (OTK) yang mengeroyok Bambang dan Fatur. 12 di antaranya diduga sebagai anggota kepolisian.

"Berdasarkan hasil investigasi dari Komisi Pencari Fakta, tindak kekerasan ini melibatkan kombinasi antara aktor negara, dalam hal ini adalah aparat kepolisian non-berseragam, serta aktor non-negara," tulis KPf melalui keterangan tertulis yang diterima Suara.com pada Rabu, (30/9/2026).

Dari analisa KPF, kedua belas OTK itu diduga sempat terlihat mengikuti briefing bersama aparat kepolisian saat demonstrasi tengah berlangsung pada siang hingga sore hari.

Tak hanya itu, salah satu dari pengeroyok juga terlihat membawa sebuah kabel ties warna merah yang diduga digunakan sebagai alat menangkap peserta demo sebelum peristiwa pengeroyokan itu terjadi.

Atas penelusuran tersebut, belasan orang yang diduga polisi itu diduga melanggar Pasal 262 ayat, Pasal 20 dan Pasal 21 KUHP.

"yakni adanya pembunuhan di luar hukum yang menghilangkan hak hidup Bambang Setiawan, adanya tindakan penyiksaan oleh aparat Polri non-berseragam, baik dalam bentuk tindakan langsung ataupun pembiaran," ungkap mereka.

baca juga

Karena itu, tim penyelidikan yang beranggotakan KontraS, YLBHI dan LBH Jakarta ini memberikan enam poin rekomendasi untuk segera ditindalanjuti oleh Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Pertama, meminta Kompolnas melakukan pengawasan dan pemantauan eksternal secara independen dalam mengawal dugaan keterlibatan polisi dalam kasus tersebut.

Kedua, memastikan pengawasan juga menyasar kepada auktor intelektualis di balik rantai komando operasi.

Ketiga, Kompolnas diminta untuk memberikan rekomendasi jika nantinya ditemukan bukti keterlibatan personel.

Keempat, meminya Divisi Propam dan Bareskrim Polri untuk memberhentikan para pelaku secara tidak hormat dan memastikan keberlanjutan proses pidana.

Kelima, Menerbitkan rekomendasi soal evaluasi terhadap praktik penerjunan aparat non-berseragam dalam pengamanan unjuk rasa, karena adanya kesenjangan akuntabilitas dan memicu kewajaran atas tindakan kekerasan di luar prosedur hukum.

Terakhir, Kompolnas diminta buat mendorong Polri untuk menghentikan praktik kerjasama maupun pembiaran terhadap pengikutsertaan Pam Swakarsa yang berpotensi menciptakan konflik horizontal antar-warga, khususnya bagi warga yang ingin mengaktifkan ruang kebebasan sipil yang dijamin oleh konstitusi. (Reporter: Alif Bintang)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mobilisator Aksi Pelajar di Bekasi Ditangkap: Rencanakan Bakar Kantor Polisi Pakai Bom Molotov!

Mobilisator Aksi Pelajar di Bekasi Ditangkap: Rencanakan Bakar Kantor Polisi Pakai Bom Molotov!

News | Kamis, 24 September 2026 | 18:58 WIB

Bukan Anggota Grib Jaya! Polisi Bongkar Profil 3 Tersangka Pengeroyok Bambang Setiawan

Bukan Anggota Grib Jaya! Polisi Bongkar Profil 3 Tersangka Pengeroyok Bambang Setiawan

News | Sabtu, 12 September 2026 | 18:55 WIB

Motif Pengeroyokan Bambang Terungkap! Tersangka Ngaku Kesal Mata Pencaharian Terganggu Kericuhan

Motif Pengeroyokan Bambang Terungkap! Tersangka Ngaku Kesal Mata Pencaharian Terganggu Kericuhan

News | Sabtu, 12 September 2026 | 17:26 WIB

Badan Hukum Diduga Biayai Massa Rusuh Pejompongan

Badan Hukum Diduga Biayai Massa Rusuh Pejompongan

News | Sabtu, 12 September 2026 | 15:00 WIB

Tiga Tersangka Penganiayaan Bambang Ditangkap, Terungkap dari Sidik Jari Gelas dan Piring

Tiga Tersangka Penganiayaan Bambang Ditangkap, Terungkap dari Sidik Jari Gelas dan Piring

News | Sabtu, 12 September 2026 | 14:02 WIB

Persija Jamu Persib di Jakarta Usai Menanti 7 Tahun, Pramono Wanti-wanti: Jangan Ada Kerusuhan!

Persija Jamu Persib di Jakarta Usai Menanti 7 Tahun, Pramono Wanti-wanti: Jangan Ada Kerusuhan!

News | Jum'at, 11 September 2026 | 11:32 WIB

Ada Aktor Intelektual Kerusuhan Jakarta? Polisi Cium Aroma Mobilisasi Terorganisir

Ada Aktor Intelektual Kerusuhan Jakarta? Polisi Cium Aroma Mobilisasi Terorganisir

News | Rabu, 02 September 2026 | 18:00 WIB

Terkini

Muncul Dugaan Keterlibatan Polisi di Kerusuhan Agustus, KPF Beri 6 Desakan ke Kompolnas

Muncul Dugaan Keterlibatan Polisi di Kerusuhan Agustus, KPF Beri 6 Desakan ke Kompolnas

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:51 WIB

Ponpes di Kediri Terbakar Usai Ibadah Magrib, Diduga akibat Korsleting Listrik

Ponpes di Kediri Terbakar Usai Ibadah Magrib, Diduga akibat Korsleting Listrik

Jatim | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:48 WIB

Ekonomi Lesu Darah! Warga RI Makin Sering Gadai Barang, Transaksinya Rp160 T

Ekonomi Lesu Darah! Warga RI Makin Sering Gadai Barang, Transaksinya Rp160 T

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:47 WIB

Kekayaan Tembus Rp5,8 M, Komjen Suyudi Ario Seto Punya Mini Cooper dari Hibah Tanpa Akta

Kekayaan Tembus Rp5,8 M, Komjen Suyudi Ario Seto Punya Mini Cooper dari Hibah Tanpa Akta

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:46 WIB

Bupati Afni Meradang, DBH Migas Siak Dipotong 70 Persen Tahun Depan

Bupati Afni Meradang, DBH Migas Siak Dipotong 70 Persen Tahun Depan

Riau | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:44 WIB

Rilis Akhir Oktober, Apa yang Ditawarkan Monster Hunter Outlanders?

Rilis Akhir Oktober, Apa yang Ditawarkan Monster Hunter Outlanders?

Tekno | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:43 WIB

Harta Kekayaan Calon Kapolri Suyudi Ario Seto, Capai Rp5,8 Miliar

Harta Kekayaan Calon Kapolri Suyudi Ario Seto, Capai Rp5,8 Miliar

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:43 WIB

WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir

WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:41 WIB

BAIC Tebar Diskon Hingga Rp 91 Juta dan Bonus Mobil Listrik di GIIAS Semarang 2026

BAIC Tebar Diskon Hingga Rp 91 Juta dan Bonus Mobil Listrik di GIIAS Semarang 2026

Otomotif | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:40 WIB

Weton Apa yang Tidak Boleh ke Gunung Kawi?

Weton Apa yang Tidak Boleh ke Gunung Kawi?

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:40 WIB

×