Mengapa Masa Depan Kendaraan Listrik Mungkin Tak Lagi Bergantung pada Nikel?

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 02 Juli 2026 | 14:30 WIB
Mengapa Masa Depan Kendaraan Listrik Mungkin Tak Lagi Bergantung pada Nikel?
Potret Pabrik Nikel (Pexels/Tom Fisk)

Suara.com - Selama beberapa tahun terakhir, nikel menjadi komoditas yang identik dengan kendaraan listrik. Indonesia bahkan menjadikan hilirisasi nikel sebagai strategi utama untuk membangun industri baterai dan memperkuat posisi dalam rantai pasok kendaraan listrik global.

Strategi tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan kendaraan listrik. Dilansir dari Gaikindo (27/6/2026), penjualan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia pada Maret 2026 meningkat 15,6 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Tren ini menunjukkan semakin banyak masyarakat beralih ke kendaraan listrik sebagai alternatif transportasi yang lebih hemat energi, terutama di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Semakin banyak kendaraan listrik diproduksi, semakin besar pula kebutuhan terhadap bahan baku baterai, termasuk nikel.

Namun, apakah masa depan kendaraan listrik akan terus bergantung pada logam tersebut?

Perkembangan teknologi baterai menunjukkan jawabannya mungkin tidak.

Ketika Teknologi Bergerak Lebih Cepat daripada Industri Nikel

Selama ini, baterai berbasis nikel memang menjadi salah satu teknologi dominan untuk kendaraan listrik karena mampu menyimpan energi dalam jumlah besar.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, industri global mulai mengembangkan alternatif yang tidak lagi mengandalkan nikel sebagai bahan baku utama.

baca juga

Salah satunya adalah sodium-ion battery atau baterai berbasis natrium. Dilansir dari BRIN (27/6/2026), baterai ini menggunakan sodium sebagai material utama yang jauh lebih melimpah dan memiliki biaya produksi relatif lebih rendah dibandingkan beberapa teknologi baterai lainnya.

Selain sodium-ion, produsen kendaraan listrik juga semakin banyak menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) dan Lithium Manganese Iron Phosphate (LMFP).

Kedua teknologi tersebut tidak membutuhkan nikel dalam komposisi utamanya, tetapi tetap mampu memenuhi kebutuhan kendaraan listrik, terutama untuk kendaraan dengan harga yang lebih terjangkau.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa industri baterai sedang bergerak menuju pilihan teknologi yang semakin beragam, bukan hanya bergantung pada satu jenis material.

Apa Artinya bagi Indonesia?

Perubahan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Insentif Mobil Listrik Belum Jelas Changan Indonesia Pilih Pasang Harga Normal

Insentif Mobil Listrik Belum Jelas Changan Indonesia Pilih Pasang Harga Normal

Otomotif | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:39 WIB

Tak Sekadar Tekan Emisi: Bagaimana Brand F&B Ini Kurangi Limbah Industri?

Tak Sekadar Tekan Emisi: Bagaimana Brand F&B Ini Kurangi Limbah Industri?

Lifestyle | Rabu, 01 Juli 2026 | 16:44 WIB

Tak Hanya Jadi Sumber Air Bersih, Bagaimana Air Tanah Bantu Ekosistem Laut Simpan Karbon?

Tak Hanya Jadi Sumber Air Bersih, Bagaimana Air Tanah Bantu Ekosistem Laut Simpan Karbon?

Lifestyle | Rabu, 01 Juli 2026 | 14:38 WIB

Terkini

Profil Julita Rista Lestari, Pemimpin Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Profil Julita Rista Lestari, Pemimpin Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 06:40 WIB

Review Juvenile Justice: Ketika Usia Menjadi Tameng bagi Pelaku Kejahatan

Review Juvenile Justice: Ketika Usia Menjadi Tameng bagi Pelaku Kejahatan

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 06:38 WIB

Rezeki Lancar, 3 Zodiak Ini Diprediksi Finansialnya Makin Hoki pada 17 hingga 23 Agustus 2026

Rezeki Lancar, 3 Zodiak Ini Diprediksi Finansialnya Makin Hoki pada 17 hingga 23 Agustus 2026

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 06:35 WIB

35 Link Twibbon HUT ke-81 RI Terbaru dan Gratis, Tinggal Pasang Foto untuk 17 Agustus

35 Link Twibbon HUT ke-81 RI Terbaru dan Gratis, Tinggal Pasang Foto untuk 17 Agustus

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 06:30 WIB

Sensasi Balap Honda Vario Evo 160 Warnai Kemeriahan AHDC Purwokerto

Sensasi Balap Honda Vario Evo 160 Warnai Kemeriahan AHDC Purwokerto

Otomotif | Senin, 17 Agustus 2026 | 06:23 WIB

Gubernur Sulsel Salurkan Bantuan Rp500 Juta untuk Korban Gempa NTT

Gubernur Sulsel Salurkan Bantuan Rp500 Juta untuk Korban Gempa NTT

Sulsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 06:19 WIB

Keluar dari Fase Kelam, Calvin Dores Bangkit dan Tandai 'Kemerdekaan' Lewat Lagu 'Sampai Kapankah'

Keluar dari Fase Kelam, Calvin Dores Bangkit dan Tandai 'Kemerdekaan' Lewat Lagu 'Sampai Kapankah'

Entertainment | Senin, 17 Agustus 2026 | 06:05 WIB

Sehari Usai Gempa NTT, Pemerintah Kirim 27 Ton Logistik dan 3.500 Personel TNI-Polri

Sehari Usai Gempa NTT, Pemerintah Kirim 27 Ton Logistik dan 3.500 Personel TNI-Polri

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Bukan Sekadar Hiasan, Momen Warga Garut Bentangkan Bendera Merah Putih 700 Meter

Bukan Sekadar Hiasan, Momen Warga Garut Bentangkan Bendera Merah Putih 700 Meter

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 06:00 WIB

HUT RI 2026 Diprediksi Padat, Polisi Buka 27 Kantong Parkir di Monas, GBK, hingga Ancol

HUT RI 2026 Diprediksi Padat, Polisi Buka 27 Kantong Parkir di Monas, GBK, hingga Ancol

Jakarta | Senin, 17 Agustus 2026 | 04:50 WIB

×