'Saya Malu', Pengakuan Gus Irfan soal Kondisi NU Jelang Muktamar 2026

Muhamad Yasir, Tiara Rosana

Kamis, 02 Juli 2026 | 16:15 WIB
'Saya Malu', Pengakuan Gus Irfan soal Kondisi NU Jelang Muktamar 2026
Menteri Haji dan Umrah, Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Menteri Haji dan Umrah RI, Gus Irfan, mengungkapkan kekecewaan atas persaingan tidak sehat menjelang Muktamar NU 2026.
  • Gus Irfan mendesak para petinggi organisasi untuk meneladani kiai pendahulu yang memandang jabatan sebagai amanah, bukan rebutan kekuasaan.
  • Ia berharap Muktamar mendatang berlangsung sejuk dan kembali pada nilai-nilai luhur pendiri NU sesuai dengan pedoman Konun Asasi.

Suara.com - Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengaku malu, kecewa, dan marah melihat dinamika yang berkembang di tubuh Nahdlatul Ulama (NU) menjelang Muktamar 2026.

Cucu pendiri NU itu berharap forum lima tahunan tersebut kembali berjalan dengan semangat para ulama terdahulu, bukan diwarnai perebutan jabatan.

Pernyataan itu disampaikan Gus Irfan saat menerima kedatangan kloter terakhir jemaah haji 2026 di Surabaya, Rabu (1/7/2026).

Meski hadir dalam agenda kementerian, ia turut menanggapi situasi menjelang Muktamar NU yang belakangan menjadi sorotan.

"Saya berharap bahwa Muktamar nanti bisa menjadi Muktamar yang sejuk. Muktamar yang menggambarkan bahwa itulah Nahdlatul Ulama, itulah NU, itulah ulama. Kami tidak ingin Muktamar NU menjadi Muktamar seperti Muktamarnya partai politik, di mana saling berebut, saling menolak, saling menjegal. Itu bukan, bukan Muktamarnya Nahdlatul Ulama," ujar Gus Irfan.

5 nama yang masuk radar bakal calon Ketua Umum PBNU periode 2026-2031. (Suara.com/Syahda)
5 nama yang masuk radar bakal calon Ketua Umum PBNU periode 2026-2031. (Suara.com/Syahda)

Menurut dia, para petinggi NU seharusnya bercermin kepada para kiai pendahulu yang justru saling menolak ketika diminta menjadi pengurus karena menganggap jabatan sebagai amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan di dunia maupun akhirat.

"Kita minta para petinggi-petinggi NU berkaca pada para pendahulu-pendahulu kita, kiai-kiai terdahulu, di mana mereka semuanya saling menolak untuk dipilih menjadi pengurus, karena mereka merasa bahwa itu tanggung jawab yang berat, tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan dunia maupun akhirat," ucapnya.

Gus Irfan kemudian mempertanyakan kondisi yang menurutnya berbeda dengan nilai-nilai yang diwariskan para pendiri NU. Ia mengaku baru menghadiri promosi doktor yang membahas Konun Asasi NU dan menilai nilai-nilai tersebut perlu kembali dijadikan pedoman.

Puncaknya, Gus Irfan secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya terhadap dinamika yang terjadi menjelang Muktamar.

baca juga

"Saya ini sebagai bagian dari keluarga besar Nahdliyin, ya, bisa dikatakan saya sebagai keluarga dari pendiri, sangat malu. Sangat malu, sangat kecewa, bahkan dalam tanda petik, 'sangat marah' dengan apa yang terjadi di sini. Mudah-mudahan mereka ini sadarlah," ungkapnya.

Ia menambahkan para kiai sepuh juga disebut merasakan kesedihan yang sama melihat kondisi tersebut.

Menurut Gus Irfan, NU merupakan amanah yang harus dijaga, bukan organisasi yang dijadikan ajang perebutan kekuasaan.

"Beliau-beliau sama dengan kita-kita ini. Sangat marah, sangat sedih. Bahkan mereka menangis melihat anak-anak muda seperti itu. Mudah-mudahan mereka yang sangat, sangat jauh dari konun asasi NU bisa sadar bahwa NU bukan barang warisan yang diperebutkan," terang Gus Irfan.

"(NU) Itu adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan dunia maupun akhirat. Saya kira itu," imbuhnya.

Sebgaimana diketahui, Muktamar NU dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026. Menjelang pelaksanaannya, dinamika internal organisasi menjadi perhatian publik setelah muncul berbagai isu mengenai persaingan menuju kepengurusan baru.

Dalam pernyataannya, Gus Irfan berharap Muktamar 2026 dapat berlangsung teduh, menjunjung nilai keikhlasan para ulama, serta mengembalikan NU pada semangat yang diwariskan para pendirinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pidato Berbahasa Arab Rais Aam PBNU pada Penutupan Munas-Konbes NU Jadi Sorotan

Pidato Berbahasa Arab Rais Aam PBNU pada Penutupan Munas-Konbes NU Jadi Sorotan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 06:00 WIB

Prahara Internal PBNU, Menakar Jejak Konflik KH Miftahul Akhyar dari Surabaya hingga Pusat

Prahara Internal PBNU, Menakar Jejak Konflik KH Miftahul Akhyar dari Surabaya hingga Pusat

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:05 WIB

Bukan Menolak Lirboyo, Ini Sebenarnya yang Terjadi Saat Munas di Ploso

Bukan Menolak Lirboyo, Ini Sebenarnya yang Terjadi Saat Munas di Ploso

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:21 WIB

Terkini

Bawa Koper Pink Bertuliskan BAP, Penyidik Polri Datangi Gedung Bundar Kejagung

Bawa Koper Pink Bertuliskan BAP, Penyidik Polri Datangi Gedung Bundar Kejagung

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 15:11 WIB

Cegah Intervensi Politik, KPK Diminta Turun Tangan Awasi Kasus Makan Bergizi Gratis

Cegah Intervensi Politik, KPK Diminta Turun Tangan Awasi Kasus Makan Bergizi Gratis

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 15:03 WIB

Di DPR, Menkeu Purbaya Soroti Efisiensi APBN dan Tantangan Besar Program MBG

Di DPR, Menkeu Purbaya Soroti Efisiensi APBN dan Tantangan Besar Program MBG

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:59 WIB

Koalisi Perempuan Indonesia: Transisi Energi yang Adil Harus Melibatkan Perempuan Sejak Awal

Koalisi Perempuan Indonesia: Transisi Energi yang Adil Harus Melibatkan Perempuan Sejak Awal

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:50 WIB

LPSK Tolak JC Sony Sonjaya: Dianggap Pelaku Utama dan Belum Berkomitmen Kembalikan Aset Korupsi MBG

LPSK Tolak JC Sony Sonjaya: Dianggap Pelaku Utama dan Belum Berkomitmen Kembalikan Aset Korupsi MBG

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:47 WIB

Kapolri, Jaksa Agung dan Panglima Jangan Cuma Salaman! Publik Tunggu Nyali Tuntaskan Kasus Febrie

Kapolri, Jaksa Agung dan Panglima Jangan Cuma Salaman! Publik Tunggu Nyali Tuntaskan Kasus Febrie

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:30 WIB

Penghentian Pendataan MBG oleh Kejaksaan Dipertanyakan, Diduga Ada Tarik Ulur Politik

Penghentian Pendataan MBG oleh Kejaksaan Dipertanyakan, Diduga Ada Tarik Ulur Politik

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:13 WIB

Skincare Kian Laris di TikTok Shop, BPOM Malah Temukan 9.042 Tautan Kosmetik Ilegal

Skincare Kian Laris di TikTok Shop, BPOM Malah Temukan 9.042 Tautan Kosmetik Ilegal

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:12 WIB

Jawab Kritik DPR, Menkeu Purbaya Pastikan Dana Pendidikan 20 Persen Tak Diganggu

Jawab Kritik DPR, Menkeu Purbaya Pastikan Dana Pendidikan 20 Persen Tak Diganggu

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:04 WIB

Detik-Detik Evakuasi Truk Towing yang Tersangkut JPO Tendean, Crane Besar Diterjunkan

Detik-Detik Evakuasi Truk Towing yang Tersangkut JPO Tendean, Crane Besar Diterjunkan

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:58 WIB

×