Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

Vania Rossa

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB
Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi
Ilustrasi kelolavsampah organik (pixabay.com)
baca 10 detik
  • Universitas Mercu Buana menyelenggarakan pelatihan pengelolaan sampah organik berbasis komunitas di RPTRA Menara Meruya Selatan, Jakarta Barat.
  • Kegiatan ini membekali warga teknik pengolahan sampah, penerapan ekonomi sirkular, serta tata kelola bank sampah secara mandiri.
  • Program tersebut bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengurangi beban sampah perkotaan sekaligus mendukung praktik pertanian perkotaan berkelanjutan.

Suara.com - Kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah terus meningkat seiring tantangan perubahan iklim dan kebutuhan menciptakan kota yang lebih berkelanjutan. Salah satu langkah yang kini didorong adalah pengelolaan sampah organik berbasis komunitas, yang tidak hanya mengurangi timbunan sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan bertajuk "Pengelolaan Sampah Organik Terpadu Berbasis Komunitas untuk Ekonomi Sirkular dan Kota Berkelanjutan" yang digelar di RPTRA Menara Meruya Selatan, Jakarta Barat.

Kegiatan yang merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Mercu Buana ini melibatkan pengelola RPTRA, kader lingkungan, hingga warga Meruya Selatan.

Pelatihan mengangkat berbagai isu yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan, mulai dari teknik mengolah sampah organik, penerapan konsep ekonomi sirkular (circular economy), hingga pengelolaan keuangan sederhana untuk mendukung operasional bank sampah.

Pelatohan pengelolaan sampah organik di Meruya Selatan. (Dok. Ist)
Pelatohan pengelolaan sampah organik di Meruya Selatan. (Dok. Ist)

Program ini didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Mercu Buana sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Dalam pembukaan kegiatan, tim PKM Universitas Mercu Buana bersama Pemerintah Kelurahan Meruya Selatan mengapresiasi pemanfaatan ruang publik seperti RPTRA sebagai sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat.

Pelatihan dikemas dalam bentuk workshop dan diskusi interaktif agar peserta dapat memahami penerapan pengelolaan sampah secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Selain mempelajari teknik pengomposan yang cocok diterapkan di kawasan permukiman padat, peserta juga mendapatkan materi mengenai regulasi pengelolaan lingkungan, tata kelola bank sampah, hingga dasar-dasar akuntansi lingkungan.

Tak hanya itu, warga diperkenalkan pada potensi pemanfaatan kompos sebagai media pendukung urban farming, sehingga sampah organik rumah tangga tidak lagi dipandang sebagai limbah, melainkan sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali.

baca juga

Tim pelaksana berharap pelatihan ini dapat memperkuat peran masyarakat dalam membangun lingkungan yang mandiri, sehat, dan berkelanjutan.

Melalui pengelolaan sampah organik berbasis komunitas, warga diharapkan mampu menerapkan prinsip ekonomi sirkular di tingkat rumah tangga sekaligus berkontribusi mengurangi beban sampah perkotaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BUMN Ini Sulap Limbah Jadi Paving Block, Gandeng UMKM Dorong Ekonomi Sirkular

BUMN Ini Sulap Limbah Jadi Paving Block, Gandeng UMKM Dorong Ekonomi Sirkular

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:44 WIB

Ekonomi Sirkular Dinilai Bisa Ciptakan Peluang Usaha Baru, Industri Didorong Perbanyak Daur Ulang

Ekonomi Sirkular Dinilai Bisa Ciptakan Peluang Usaha Baru, Industri Didorong Perbanyak Daur Ulang

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:40 WIB

Label Ramah Lingkungan Bisa Picu Konsumsi Berlebih, Bagaimana Bisa?

Label Ramah Lingkungan Bisa Picu Konsumsi Berlebih, Bagaimana Bisa?

Lifestyle | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:15 WIB

Terkini

Ribuan Taruna TNI-Polri Jadi Kakak Asuh Siswa di 178 Sekolah Rakyat

Ribuan Taruna TNI-Polri Jadi Kakak Asuh Siswa di 178 Sekolah Rakyat

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:55 WIB

833 ASN Pendamping PKH Punya Pekerjaan Sampingan, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Rp7,9 Miliar

833 ASN Pendamping PKH Punya Pekerjaan Sampingan, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Rp7,9 Miliar

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:53 WIB

Prabowo Bakal Resmikan B50 Pekan Depan

Prabowo Bakal Resmikan B50 Pekan Depan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:53 WIB

PDIP: Prabowo Tahu Hukum Masih Dipakai untuk Kepentingan Politik, Rakyat Tunggu Perubahan

PDIP: Prabowo Tahu Hukum Masih Dipakai untuk Kepentingan Politik, Rakyat Tunggu Perubahan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:40 WIB

Presiden Belarus Tawarkan Alih Teknologi Otomotif hingga Alat Berat untuk Indonesia

Presiden Belarus Tawarkan Alih Teknologi Otomotif hingga Alat Berat untuk Indonesia

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:40 WIB

Lagu Bupati Purwakarta 'Lalaki Langit' Berpotensi Langgar UU TPKS, Ancaman Hukuman 9 Bulan Penjara

Lagu Bupati Purwakarta 'Lalaki Langit' Berpotensi Langgar UU TPKS, Ancaman Hukuman 9 Bulan Penjara

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:29 WIB

Lagu Om Zein Dinilai Lecehkan Perempuan, Dianggap Humor Pun Tidak Lucu!

Lagu Om Zein Dinilai Lecehkan Perempuan, Dianggap Humor Pun Tidak Lucu!

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:17 WIB

ICW: Prabowo Menormalisasi Rangkap Jabatan lewat Pengangkatan Nanik S. Deyang Cs

ICW: Prabowo Menormalisasi Rangkap Jabatan lewat Pengangkatan Nanik S. Deyang Cs

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:26 WIB

2.000 Taruna Diterjunkan ke Sekolah Rakyat, Pemerintah Bantah Ada Militerisasi

2.000 Taruna Diterjunkan ke Sekolah Rakyat, Pemerintah Bantah Ada Militerisasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:13 WIB

Kepala BGN Nanik S Deyang Dilaporkan atas Dugaan Rangkap Jabatan di BUMN

Kepala BGN Nanik S Deyang Dilaporkan atas Dugaan Rangkap Jabatan di BUMN

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:00 WIB

×