- Hernán Gil, seorang pria berusia 43 tahun, berhasil diselamatkan setelah terjebak delapan hari di reruntuhan bangunan di La Guaira.
- Tim penyelamat internasional berhasil mengevakuasi korban melalui proses dramatis meski menghadapi risiko keruntuhan bangunan yang sangat tinggi.
- Gempa berkekuatan 7,5 magnitudo di Venezuela tersebut telah menewaskan lebih dari 2.000 orang dan merusak ribuan bangunan.
Suara.com - Seorang pria Venezuela, Hernán Gil, berhasil diselamatkan hidup-hidup setelah terjebak selama delapan hari di bawah reruntuhan bangunan di La Guaira.
Wilayah tersebut menjadi yang paling parah terdampak gempa besar yang mengguncang negara itu pekan lalu.
Gil (43), yang bekerja sebagai penjaga, tertimbun di pos jaga gedung tempatnya bertugas di Catia La Mar.
Gil ditemukan dalam kondisi hidup saat harapan menemukan korban selamat mulai menipis.
Proses evakuasi berlangsung dramatis dan melibatkan ratusan tim penyelamat dari berbagai negara.
![Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang. [Photo/newswires]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/27/43663-gempa-venezuela.jpg)
Mereka bekerja tanpa henti, menyalurkan air dan oksigen melalui selang sambil menggali terowongan sempit untuk menjangkau korban.
Saat akhirnya berhasil dikeluarkan, Gil disambut pelukan dan tepuk tangan para petugas.
Ia kemudian dievakuasi menggunakan tandu dan segera dibawa ke rumah sakit di Caracas untuk mendapatkan perawatan.
“Ini benar-benar keajaiban. Saya sangat terharu melihat begitu banyak negara bersatu demi menyelamatkan satu nyawa,” ujar istrinya, Gusbimar Gonzalez dikutip dari O Globo.
Menurut keterangan keluarga, Gil selamat karena berhasil berlindung di bawah meja saat bangunan runtuh.
Ia terjebak di ruang sempit setelah struktur pos jaga bergeser akibat guncangan gempa.
Tim penyelamat menghadapi tantangan besar selama operasi, termasuk risiko runtuhnya bangunan yang sudah rapuh.
Mereka bahkan harus mengubah strategi penggalian setelah terjadi pergeseran struktur di tengah proses evakuasi.
Gempa berkekuatan hingga 7,5 magnitudo yang mengguncang wilayah tersebut telah menewaskan lebih dari 2.000 orang.
Puluhan ribu lainnya dilaporkan hilang, sementara ribuan bangunan hancur atau rusak parah.