Qodari Beberkan Bukti Prabowo Berpihak ke Pertanian: Harga Pupuk Turun, Kesejahteraan Petani Naik

Bangun Santoso, Novian Ardiansyah

Jum'at, 03 Juli 2026 | 12:19 WIB
Qodari Beberkan Bukti Prabowo Berpihak ke Pertanian: Harga Pupuk Turun, Kesejahteraan Petani Naik
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari. (Ist)
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo menyederhanakan distribusi pupuk subsidi serta menurunkan harganya hingga 20 persen guna mempercepat akses bagi para petani.
  • Pemerintah memberikan bantuan alat mesin pertanian modern dan meningkatkan harga pembelian gabah untuk mendorong kesejahteraan ekonomi petani nasional.
  • Upaya tersebut berhasil meningkatkan produksi beras serta mencapai Nilai Tukar Petani tertinggi dalam 34 tahun terakhir pada 2026.

Suara.com - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, membeberkan sejumlah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah kepada para petani.

Kebijakan ini mulai dari penurunan harga pupuk subsidi, penyederhanaan distribusi pupuk, bantuan alat dan mesin pertanian, hingga kenaikan harga pembelian gabah.

Seluruh kebijakan itu disebut Qodari telah berdampak pada meningkatnya kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Menurut Qodari, komitmen Presiden Prabowo terhadap sektor pertanian kembali ditegaskan melalui kehadirannya pada puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan ke-17 di Kabupaten Gorontalo pada 24 Juni 2026.

"Pada 24 Juni 2026 lalu, Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan ke-17 di Kabupaten Gorontalo. Kehadiran Presiden dalam acara tersebut menjadi penegasan komitmen dan keberpihakan pemerintah kepada petani yang selama ini menjadi tulang punggung negara dalam mencapai kedaulatan pangan nasional," ujar Qodari, dalam keterangannya, Senin (29/6).

Ia menjelaskan, salah satu langkah penting pemerintah adalah memastikan ketersediaan pupuk subsidi melalui penambahan kuota hingga dua kali lipat menjadi 9,5 juta ton.

Selain itu, pemerintah juga memangkas rantai birokrasi agar pupuk lebih cepat diterima petani.

Melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi, penyaluran pupuk kini dilakukan langsung dari PT Pupuk kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) atau koperasi, kemudian diteruskan kepada petani.

Proses penebusan pun semakin sederhana karena petani cukup membawa KTP, sementara seluruh sistem penyaluran telah terintegrasi secara digital sehingga lebih transparan dan mudah dipantau.

baca juga

Tak hanya itu, pemerintah juga menurunkan harga pupuk subsidi hingga 20 persen sejak Oktober 2025.

Harga pupuk urea yang sebelumnya Rp2.250 per kilogram turun menjadi Rp1.800 per kilogram, sedangkan pupuk NPK turun dari Rp2.300 menjadi Rp1.840 per kilogram.

Pemerintah juga kembali memberikan pupuk subsidi bagi sektor perikanan sebanyak 295.000 ton setelah sempat dihentikan selama empat tahun.

"Di era kepemimpinan Presiden Prabowo, bentuk keberpihakan pemerintah kepada petani telah ditunjukkan lewat berbagai kebijakan. Untuk menjamin pupuk subsidi selalu tersedia dalam jumlah cukup dan tepat waktu, pemerintah menambah kuantum pupuk subsidi hingga dua kali lipat menjadi 9,5 juta ton dan memangkas rantai birokrasi," kata Qodari.

Bantuan Alsintan hingga NTP Naik

Selain memperbaiki tata kelola pupuk, pemerintah juga mempercepat modernisasi pertanian melalui penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan).

Bantuan tersebut meliputi traktor roda dua dan roda empat, rice transplanter, combine harvester, hingga drone untuk penanaman benih dan penyemprotan hama.

Pada 2026, Kementerian Pertanian menyiapkan sekitar 38.969 unit alsintan dengan anggaran sekitar Rp4,19 triliun untuk didistribusikan kepada petani.

Pemerintah juga menghadirkan skema kredit alsintan dengan bunga ringan melalui bank pemerintah maupun bank daerah agar petani lebih mudah memiliki peralatan modern.

Di sisi lain, pemerintah turut meningkatkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah yang diserap Bulog dari Rp6.000 menjadi Rp6.500 per kilogram tanpa rafaksi.

Kebijakan tersebut membuat harga gabah petani tetap terjaga pada tingkat yang menguntungkan.

Qodari mengatakan, berbagai kebijakan tersebut telah menghasilkan capaian positif bagi sektor pertanian nasional. Produksi beras Indonesia sepanjang 2025 tercatat mencapai 34,69 juta ton berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Angka tersebut juga sejalan dengan data Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) sebesar 35,6 juta ton maupun data Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) sebesar 34,6 juta ton.

Menurutnya, peningkatan produksi tersebut berjalan beriringan dengan membaiknya kesejahteraan petani. Berdasarkan data BPS, Nilai Tukar Petani (NTP) pada Mei 2026 mencapai 127,73, tertinggi dalam 34 tahun terakhir.

"Keberpihakan pemerintah terhadap sektor pertanian ini pun telah membuahkan hasil manis dengan menguatnya ketahanan pangan nasional. Seiring dengan hal itu, kehidupan petani juga semakin sejahtera. Menurut data BPS, Nilai Tukar Petani (NTP) pada Mei 2026 mencapai 127,73. Ini adalah angka tertinggi dalam 34 tahun terakhir, yang berarti ekonomi dan daya beli para petani kini semakin membaik," tutur Qodari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Qodari: 1.151 Km Jalan Daerah Dibangun Demi Pastikan Pemerataan Ekonomi

Qodari: 1.151 Km Jalan Daerah Dibangun Demi Pastikan Pemerataan Ekonomi

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 12:13 WIB

Potensi Luas Panen Padi Juni-Agustus 2026 Naik Jadi 2,88 Juta Hektare

Potensi Luas Panen Padi Juni-Agustus 2026 Naik Jadi 2,88 Juta Hektare

Foto | Jum'at, 03 Juli 2026 | 08:00 WIB

PDIP: Prabowo Tahu Hukum Masih Dipakai untuk Kepentingan Politik, Rakyat Tunggu Perubahan

PDIP: Prabowo Tahu Hukum Masih Dipakai untuk Kepentingan Politik, Rakyat Tunggu Perubahan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:40 WIB

Prabowo Sambut Kedatangan Presiden Belarusia di Istana

Prabowo Sambut Kedatangan Presiden Belarusia di Istana

Video | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:35 WIB

Terima Presiden Lukashenko, Prabowo Resmikan Roadmap Kerja Sama Indonesia-Belarus

Terima Presiden Lukashenko, Prabowo Resmikan Roadmap Kerja Sama Indonesia-Belarus

Foto | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:55 WIB

Indonesia-Belarus Sepakati 7 MoU dan Roadmap Kerja Sama hingga 2030

Indonesia-Belarus Sepakati 7 MoU dan Roadmap Kerja Sama hingga 2030

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:45 WIB

Puan Tegaskan PDIP Bukan Partai Abu-abu! Senyum Saan Mustopa dan Cucun Jadi Soroton

Puan Tegaskan PDIP Bukan Partai Abu-abu! Senyum Saan Mustopa dan Cucun Jadi Soroton

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:08 WIB

Terkini

Profil dan Agama Shandy Aulia yang Jarang Diketahui Publik

Profil dan Agama Shandy Aulia yang Jarang Diketahui Publik

Entertainment | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Indomobil Foton Boyong Mobil Listrik Jadi Bahan Praktik Mahasiswa Vokasi

Indomobil Foton Boyong Mobil Listrik Jadi Bahan Praktik Mahasiswa Vokasi

Otomotif | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:19 WIB

Eksploitasi Terselubung: Bahaya Nyata Sharenting bagi Masa Depan Anak

Eksploitasi Terselubung: Bahaya Nyata Sharenting bagi Masa Depan Anak

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:15 WIB

KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS

KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:12 WIB

Pabrik Toyota Karawang Pilih Tetap Pertahankan Tenaga Manusia ketimbang Robot

Pabrik Toyota Karawang Pilih Tetap Pertahankan Tenaga Manusia ketimbang Robot

Otomotif | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Siswi Berhijab Nyanyikan Lagu Rohani Kristen, Kepala Sekolah Beri Klarifikasi Mengejutkan

Siswi Berhijab Nyanyikan Lagu Rohani Kristen, Kepala Sekolah Beri Klarifikasi Mengejutkan

Sulsel | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:08 WIB

Kebutuhan Air Data Center Jatiluhur Dikritik di Tengah Ancaman El Nino: Apa Dampaknya Bagi Warga?

Kebutuhan Air Data Center Jatiluhur Dikritik di Tengah Ancaman El Nino: Apa Dampaknya Bagi Warga?

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:07 WIB

About a Place in the Kinki Region Resmi Tayang di Indonesia, Seramnya Beda!

About a Place in the Kinki Region Resmi Tayang di Indonesia, Seramnya Beda!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Pesan Anggota DPR ke Jenderal Suyudi: Hapus No Viral No Justice, Stop Represif ke Rakyat Kecil

Pesan Anggota DPR ke Jenderal Suyudi: Hapus No Viral No Justice, Stop Represif ke Rakyat Kecil

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:59 WIB

Praktis Lembapkan Kulit, Ini 5 Sunscreen Spray Ceramide untuk Skin Barrier

Praktis Lembapkan Kulit, Ini 5 Sunscreen Spray Ceramide untuk Skin Barrier

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:59 WIB

×