- Polres Metro Jakarta Timur menyelidiki dugaan intimidasi oleh seorang perwira polisi terhadap pedagang buah di Pasar Induk Kramat Jati.
- Penyelidikan dilakukan dengan memeriksa keterangan dari pihak pedagang serta anggota kepolisian yang bertugas di lokasi kejadian tersebut.
- Proses investigasi resmi dimulai setelah muncul keluhan korban terkait tindakan intimidasi saat penertiban lapak dagang di pasar.
Suara.com - Polres Metro Jakarta Timur menyelidiki dugaan intimidasi terhadap seorang pedagang buah di Pasar Induk Kramat Jati yang diduga dilakukan oleh seorang perwira polisi. Penelusuran dilakukan setelah kasus tersebut ramai menjadi perbincangan di media sosial.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP Made Budi mengatakan pihaknya akan mendalami informasi yang beredar dengan memeriksa seluruh pihak terkait, termasuk pedagang dan anggota kepolisian yang bertugas di lokasi.
"Kami sudah mendapatkan informasi yang telah beredar dari berbagai media sosial terkait hal tersebut. Tentunya, kami akan menelusuri kebenarannya, apakah memang seperti yang disampaikan di media sosial," kata Made Budi di Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Menurut Made, anggota yang dilaporkan merupakan seorang perwira polisi yang memang bertugas di kawasan Pasar Induk Kramat Jati.
"Anggota kepolisian yang bertugas di lokasi dan pedagang yang berada di lokasi akan kami minta keterangan mengenai seperti apa permasalahan yang terjadi. Anggota tersebut memang seorang perwira dan bertugas di lokasi itu," ungkapnya.
Selain meminta keterangan dari anggota yang bersangkutan, penyidik juga akan memeriksa pedagang yang mengaku menjadi korban agar proses klarifikasi berjalan secara objektif.
"Kami akan melakukan pemanggilan. Apabila ada informasi lebih lanjut, kita sampaikan, semua akan diproses, dan kami meminta keterangan dari kedua belah pihak," katanya.
Kasus ini bermula dari pengakuan pedagang buah bernama Sutrisno yang mengaku mendapat intimidasi saat petugas melakukan penertiban lapak di Pasar Induk Kramat Jati.
Sutrisno menjelaskan saat itu dirinya sedang melayani pembeli sekaligus membongkar barang dagangan yang baru tiba. Ia mengakui sebagian dagangannya memang sedikit menjorok ke depan, namun berjanji akan segera memindahkannya setelah proses bongkar muat selesai.
"Saya bilang nanti akan saya pindahkan karena saya tidak ada anak buah dan saat itu sedang proses bongkar muat," tutur Sutrisno.
Namun, ia mengaku justru dimarahi dan disebut membangkang meski sudah memberikan penjelasan.
"Tetapi saya malah dimaki-maki dan disebut ngeyel karena dianggap sudah beberapa kali ditegur," ujarnya. (Antara)