Said Didu Blak-blakan: Sebut Safari Politik Jokowi Disokong Oligarki hingga Para Koruptor

Dwi Bowo Raharjo

Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:19 WIB
Said Didu Blak-blakan: Sebut Safari Politik Jokowi Disokong Oligarki hingga Para Koruptor
Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi mendapat gelar adat. [ist]
baca 10 detik
  • Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, menuding safari politik Jokowi ke berbagai daerah didanai oleh kelompok oligarki dan kriminal.
  • Said menduga manuver tersebut bertujuan mengganggu pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang sedang giat melakukan pemberantasan korupsi di Indonesia.
  • Said Didu memperingatkan Presiden Prabowo agar tetap waspada terhadap potensi konspirasi kelompok tertentu yang ingin mempertahankan kepentingan ekonomi oligarki.

Suara.com - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, melontarkan pernyataan bombastis terkait manuver politik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi.

Said menuding agenda kunjungan atau safari politik yang belakangan gencar dilakukan Jokowi ke berbagai daerah didanai oleh kekuatan gelap oligarki.

Tak main-main, Said menduga aliran dana safari tersebut juga melibatkan kelompok yang melanggar hukum. Ia menyebut adanya peran koruptor, pelaku judi online, penyelundup, hingga bandar narkoba di balik layar.

"Saya menduga betul akan bergabung solo oligarki parcok. Bergabung di situ pasti para koruptor, dan di Lampung sudah keliatan. Para pelaku judi online, para pelaku penyelundup, para bandar narkoba akan bergabung untuk membiayai. Dan saya nyatakan itu pasti bergabung," ujar Said dikutip dari YouTube Forum Keadilan TV, Kamis (1/7/2025).

Menurut analisis Said, langkah politik Jokowi ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan simbol perlawanan dan perebutan pengaruh antara pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dengan kekuatan oligarki yang ingin tetap eksis.

“Jokowi muncul sebagai simbol pelindung oligarki,” tegas Said.

Said menduga, kegelisahan di lingkaran Jokowi muncul lantaran arah kebijakan Presiden Prabowo yang tengah tancap gas memberantas korupsi.

Langkah tegas Prabowo ini dinilai mengancam "kenyamanan" dan kepentingan ekonomi para oligarki yang selama ini merasa terlindungi.

Lebih jauh, ia mengendus adanya konspirasi yang ia sebut sebagai ‘Geng Solo’—kelompok di lingkaran inti Jokowi—yang bekerja sama dengan oligarki dan partai cokelat (parcok) untuk mengacaukan stabilitas pemerintahan Prabowo.

baca juga

Meski melontarkan tuduhan serius, Said Didu tidak merinci secara spesifik siapa saja sosok koruptor, bandar narkoba, maupun penyelundup yang ia maksud dalam skema tersebut.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu di podcast Forum Keadilan TV. [YouTube]
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu di podcast Forum Keadilan TV. [YouTube]

Dalam pandangan Said, Jokowi adalah tipikal figur yang sulit menerima kenyataan kehilangan kekuasaan. Ia menyinggung kembali memori publik saat wacana perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode menggema di penghujung masa jabatan Jokowi.

Ia menyoroti bagaimana sejumlah pejabat publik secara terang-terangan menjadi corong wacana tersebut.

“Airlangga Hartarto, Muhaimin Iskandar, lalu La Nyalla Mattalitti ikut menggaungkan,” ucap Said mengenang momen tersebut.

Menariknya, Said justru memberikan apresiasi kepada Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Megawati dinilai menjadi benteng demokrasi yang konsisten menolak perpanjangan masa jabatan, meskipun saat itu Jokowi masih berstatus sebagai kader partainya.

Atas dasar rekam jejak tersebut, Said mengaku telah memberikan peringatan keras kepada Presiden Prabowo Subianto sejak hari pertama pelantikan. Ia meminta Prabowo waspada terhadap setiap manuver yang dilancarkan mantan Wali Kota Solo tersebut.

Bagi Said, peta konflik politik hari ini telah bergeser secara fundamental.

“Pertarungan sebenarnya bukan Prabowo lawan Anies. Tapi Prabowo lawan Jokowi,” pungkasnya tajam.

Reporter: Alif Bintang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sudah Cukup Terima Kasih 2 Tahun, Said Didu Desak Prabowo Bersihkan Kabinet dari 'Orang Jokowi'

Sudah Cukup Terima Kasih 2 Tahun, Said Didu Desak Prabowo Bersihkan Kabinet dari 'Orang Jokowi'

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:25 WIB

Warisan Jokowi Kena 'Semprit', Purbaya Sebut IKN Terlalu Sepi untuk Investor Global

Warisan Jokowi Kena 'Semprit', Purbaya Sebut IKN Terlalu Sepi untuk Investor Global

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 07:56 WIB

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi

Foto | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:44 WIB

Kolom Komentar Instagram Dipenuhi Spam Judi Online, Pakar Siber Minta Platform Bertindak Tegas

Kolom Komentar Instagram Dipenuhi Spam Judi Online, Pakar Siber Minta Platform Bertindak Tegas

Tekno | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:24 WIB

Terkini

Buntut Kasus dr Icha, Kemenkes Izinkan Nakes Stop Layanan Jika Terintimidasi

Buntut Kasus dr Icha, Kemenkes Izinkan Nakes Stop Layanan Jika Terintimidasi

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:12 WIB

Tapir Disembelih dan Dikonsumsi di Mesuji, Pegiat Sebut Edukasi Konservasi Masih Mandek

Tapir Disembelih dan Dikonsumsi di Mesuji, Pegiat Sebut Edukasi Konservasi Masih Mandek

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:07 WIB

Riset: Hutan Mungkin Tak Lagi Menyerap Karbon Sebanyak yang Kita Perkirakan, Mengapa?

Riset: Hutan Mungkin Tak Lagi Menyerap Karbon Sebanyak yang Kita Perkirakan, Mengapa?

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:06 WIB

Nasib Pedagang Buah Kramat Jati: Niat Cari Nafkah Malah Dimaki Perwira Polisi Gegara 'Ngeyel'

Nasib Pedagang Buah Kramat Jati: Niat Cari Nafkah Malah Dimaki Perwira Polisi Gegara 'Ngeyel'

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:03 WIB

Komnas Perempuan Nilai Lirik Lagu Om Zein Seksis, Disebut Merendahkan Martabat Perempuan

Komnas Perempuan Nilai Lirik Lagu Om Zein Seksis, Disebut Merendahkan Martabat Perempuan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:02 WIB

Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog di Kalsel, Dukung Penguatan Penyimpanan Pangan Nasional

Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog di Kalsel, Dukung Penguatan Penyimpanan Pangan Nasional

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:48 WIB

KKB Bakar Pesawat hingga Pilot Tewas, DPR Desak Pengamanan Papua Dievaluasi Total

KKB Bakar Pesawat hingga Pilot Tewas, DPR Desak Pengamanan Papua Dievaluasi Total

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:46 WIB

Heboh Hakim Tak Tanya Sikap Nadiem Usai Vonis, Menkum: Hak Hukum Terdakwa Tetap Melekat

Heboh Hakim Tak Tanya Sikap Nadiem Usai Vonis, Menkum: Hak Hukum Terdakwa Tetap Melekat

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:41 WIB

Polisi Gugur dan Dua Anggota Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba, DPR Minta Pelaku Ditindak Tegas

Polisi Gugur dan Dua Anggota Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba, DPR Minta Pelaku Ditindak Tegas

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:34 WIB

Sudah Cukup Terima Kasih 2 Tahun, Said Didu Desak Prabowo Bersihkan Kabinet dari 'Orang Jokowi'

Sudah Cukup Terima Kasih 2 Tahun, Said Didu Desak Prabowo Bersihkan Kabinet dari 'Orang Jokowi'

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:25 WIB

×