Warisan Jokowi Kena 'Semprit', Purbaya Sebut IKN Terlalu Sepi untuk Investor Global

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 03 Juli 2026 | 07:56 WIB
Warisan Jokowi Kena 'Semprit', Purbaya Sebut IKN Terlalu Sepi untuk Investor Global
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Dok. Kemenkeu]
baca 10 detik
  • Purbaya nilai IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional.
  • Bali menguat sebagai kandidat lokasi financial center Indonesia.
  • Prabowo incar investasi global lewat Special Financial Center.

Suara.com - Peluang Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi pusat finansial internasional tampaknya semakin mengecil. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka menilai kawasan yang menjadi proyek ambisius pemerintahan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) itu belum layak menjadi lokasi International Financial Center (IFC) karena dinilai belum memiliki ekosistem yang memadai.

"IKN mungkin enggak. Terlalu sepi," kata Purbaya saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tengah mengkaji ulang lokasi paling ideal untuk membangun pusat finansial internasional yang digadang-gadang menjadi magnet baru investasi global. Alih-alih memilih IKN, pemerintah justru membuka peluang kawasan lain yang dinilai lebih siap.

Menurut Purbaya, pembahasan mengenai lokasi International Financial Center masih berlangsung. Sejumlah daerah masuk dalam daftar pertimbangan, termasuk Bali yang dinilai memiliki daya tarik kuat di mata investor internasional.

"Masih dibahas ya. Ada alternatif, mungkin beberapa di Bali, tapi mungkin ada beberapa titik juga," ujarnya.

Ia menegaskan, pertimbangan utama pemerintah bukan sekadar ketersediaan lahan, melainkan kemampuan sebuah kawasan menghadirkan kenyamanan dan kemudahan bagi investor asing.

"Yang jelas, kita akan cari tempat yang paling comfortable untuk international investor," tegasnya.

Rencana pembentukan pusat finansial khusus sebelumnya telah diumumkan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah ingin menghadirkan kawasan keuangan berstandar internasional yang mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dunia.

Dalam pengarahan kepada jajaran kabinet di Istana Kepresidenan Jakarta pada April lalu, Prabowo mengungkapkan pemerintah sedang mencari lokasi paling tepat untuk merealisasikan proyek tersebut.

baca juga

"Rencana kita mau bikin Special Financial Center. Kita lagi cari tempat," kata Prabowo.

Gagasan tersebut sejatinya bukan hal baru. Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan telah mengusulkannya sejak beberapa tahun lalu dengan Bali sebagai kandidat utama.

Menurut Prabowo, kondisi global saat ini membuat usulan tersebut semakin relevan. Konflik berkepanjangan di sejumlah kawasan telah mendorong perpindahan modal ke negara-negara yang dianggap lebih stabil, dan Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menangkap arus investasi tersebut.

Presiden juga menyinggung meningkatnya jumlah warga Rusia dan Ukraina yang menetap di Bali sejak konflik kedua negara pecah pada 2022. Fenomena itu dinilai menunjukkan bahwa Bali memiliki daya tarik internasional yang bisa menjadi modal penting bagi pengembangan pusat finansial global.

Selain itu, meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah diperkirakan akan mendorong investor mencari destinasi investasi baru yang lebih aman. Pemerintah ingin memanfaatkan momentum tersebut agar Indonesia menjadi salah satu tujuan utama aliran modal dunia.

"Ternyata sekarang uang-uang yang di Timur Tengah, dia mau ke mana? Negara mana yang tidak perang sekarang? Indonesia salah satu yang paling diminati," ujar Prabowo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:19 WIB

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi

Foto | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:44 WIB

Adu Domba Digital Borneo: Sisi Lain Hoaks Hubungan RI-Malaysia

Adu Domba Digital Borneo: Sisi Lain Hoaks Hubungan RI-Malaysia

Your Say | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:42 WIB

Terkini

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Bali | Selasa, 08 September 2026 | 23:12 WIB

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Surakarta | Selasa, 08 September 2026 | 23:07 WIB

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 22:54 WIB

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 22:26 WIB

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 22:24 WIB

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 22:20 WIB

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

News | Selasa, 08 September 2026 | 22:15 WIB

Lamine Yamal Jadi Favorit, 10 Pemain Berebut Gelar Pemain Muda Terbaik Ballon dOr 2026

Lamine Yamal Jadi Favorit, 10 Pemain Berebut Gelar Pemain Muda Terbaik Ballon dOr 2026

Bola | Selasa, 08 September 2026 | 22:05 WIB

Seberapa Berbahaya Abu Vulkanik bagi Tubuh?

Seberapa Berbahaya Abu Vulkanik bagi Tubuh?

Video | Selasa, 08 September 2026 | 22:05 WIB

24 Jam Hilang di Selat Sunda, 8 Penumpang Kapal Termasuk Lima Jurnalis Belum Ditemukan

24 Jam Hilang di Selat Sunda, 8 Penumpang Kapal Termasuk Lima Jurnalis Belum Ditemukan

News | Selasa, 08 September 2026 | 21:55 WIB

×