Prabowo Bongkar Upaya Jual PT PAL, Pindad, dan PT DI ke Asing: Saya Larang!

Vania Rossa, Novian Ardiansyah

Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:55 WIB
Prabowo Bongkar Upaya Jual PT PAL, Pindad, dan PT DI ke Asing: Saya Larang!
Prabowo dalam peresmian Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026). (tangkap layar)
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo melarang penjualan perusahaan pertahanan strategis Indonesia kepada pihak asing dalam peresmian bendungan di Lombok Barat.
  • Pemerintah Indonesia memutuskan untuk membangkitkan kembali industri pertahanan dalam negeri agar mampu memproduksi alutsista canggih secara mandiri.
  • Pemerintah menargetkan penutupan 800 BUMN tidak efisien pada Desember 2026 demi melakukan efisiensi keuangan negara sebesar 70 triliun.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan ada upaya melepas sejumlah perusahaan pelat merah ke tangan investor asing. Padahal perusahaan BUMN tersebut strategis lantaran bergerak di bidang pertahanan.

Informasi tersebut diungkapkan Prabowo saat menyorot jumlah BUMN yang ia anggap terlalu banyak sehingga perlu ada efisien. Apalagi ternyata anak, cucu, cicit perusahaan pelat merah tersebut diketahui tidak memberikan keuntungan, malah sebaliknya.

Mengetahui ada upaya menjual perusahaan BUMN tersebut, Prabowo dengan tegas mengeluarkan instruksi pelarangan. Kepala Negara tidak ingin perusahaan tersebut berpindah kepemilikan ke tangan asing.

"Banyak sekali perusahaan yang seolah-olah tadinya mau dijual, tadinya mau dijual ke asing. Saya larang!" kata Prabowo dalam peresmian Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026).

Prabowo menyebutkan sejumlah perusahaan pelat merah di sektor pertahanan yang ternyata mau dijual ke asing, mulai dari PT PAL Indonesia, PT Pindad, dan PT Dirgantara Indonesia (PT DI)>

"Tadinya industri pertahanan mau dijual, PT PAL mau dijual, PT Pindad mau dijual, PT DI dibunuh, mau dijual, kita bangkitkan! Sekarang kita akan bangkitkan semua perusahaan-perusahaan itu," kata Prabowo.

Kekinian setelah ada pembenahan terhadap sejumlah perusahaan tersebut, Prabowo melihat mulai ada perbaikan.

"PT PAL sekarang sudah bisa bikin kapal-kapal perang yang hebat-hebat. PT PAL sekarang sudah bisa bikin kapal selam. PT PAL akan bikin kapal-kapal canggih, Saudara-Saudara sekalian.

"Pindad sekarang baru saja saya dapat laporan dapat kontrak dari Arab Saudi. Semua senapan dan senapan mesin tentara Arab Saudi akan dibangun oleh PT Pindad, Saudara-saudara. Senjata kita teruji," kata Prabowo.

baca juga

Sementara itu mengenai BUMN yang sekian puluhan tahun menjadi sarang korupsi, perlahan mulai diperbaiki. Prabowo mengatakan dirinya mendapat laporan beberapa BUMN yang puluhan tahun merugi, sekarang mulai menghasilkan laba.

Pada awal menjabat sebagai Presiden RI, Prabowo dibuat heran dengan jumlah BUMN yang mencapai seribu lebih perusahaan. Jumlah tersebut di atas ekspektasi Prabowo yang memperkirakan hanya berkisar 300 perusahaan atau maksimal 400 perusahaan pelat merah.

"Begitu saya dilantik jadi Presiden baru saya diberitahu BUMN kita 1077. Itu pun jangan-jangan ada lagi anak perusahaan, ada lagi cucu perusahaan, ada lagi cicit perusahaan. Dan itu adalah cara mereka untuk sembunyi, sembunyiin uang negara, sembunyiin uang rakyat," kata Prabowo.

Mengetahui perusahaan BUMN yang hanya besar secara jumlah tetapi tidak dengan keuntungannya, Prabowo membuat kebijakan melakukan pemangkasan berupa penutupan terhadap ratusan perusahaan.

"Ini kita tertibkan. Sampai akhir bulan Juli, sampai hari ini kita sudah tutup 240 BUMN yang nggak beres sudah kita tutup. Nanti akhir Juli ini akan 250 BUMN kita tutup. Desember 31 2026 akan tutup jumlahnya 800 BUMN yang tidak efisien, yang tidak pernah untung, yang merugi terus, kita tutup," kata Prabowo.

"Dari gaji direksi saja sampai sekarang, overhead dan gaji kita sudah bisa menghemat mendekati 70 triliun. 70 triliun sudah kita hemat, Saudara-saudara," tandas Prabowo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Wanti-wanti Masyarakat Tak Mudah Tertipu Konten Medsos: Banyak Pesanan Orang Berduit

Prabowo Wanti-wanti Masyarakat Tak Mudah Tertipu Konten Medsos: Banyak Pesanan Orang Berduit

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:22 WIB

Prabowo Acungkan Telunjuk di Hadapan Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa: Semua Instropeksi!

Prabowo Acungkan Telunjuk di Hadapan Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa: Semua Instropeksi!

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:01 WIB

Respons Prabowo, PSSI Fokus Perluas Talent Pool Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030

Respons Prabowo, PSSI Fokus Perluas Talent Pool Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030

Bola | Jum'at, 10 Juli 2026 | 14:28 WIB

Terkini

Gara-gara Lirik Lagu, Pria di Simalungun Tembak Tetangga

Gara-gara Lirik Lagu, Pria di Simalungun Tembak Tetangga

Sumut | Minggu, 11 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Di Tengah Konflik Global, Andrea Bocelli Buktikan Musik Punya Kekuatan Menyatukan

Di Tengah Konflik Global, Andrea Bocelli Buktikan Musik Punya Kekuatan Menyatukan

Entertainment | Minggu, 11 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Niat Menolong Rekan, Dua Penggali Sumur di Muara Enim Tewas Diduga Terpapar Gas Beracun

Niat Menolong Rekan, Dua Penggali Sumur di Muara Enim Tewas Diduga Terpapar Gas Beracun

Sumsel | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:59 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Jadi Momentum UMKM Lokal Perluas Pasar dan Dongkrak Pendapatan

MotoGP Mandalika 2026 Jadi Momentum UMKM Lokal Perluas Pasar dan Dongkrak Pendapatan

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:45 WIB

Dugaan Perundungan di Asrama Telkom University Viral, 2 Mahasiswa Dijatuhi Sanksi

Dugaan Perundungan di Asrama Telkom University Viral, 2 Mahasiswa Dijatuhi Sanksi

Sumsel | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:39 WIB

Bebas Kusam dan Noda Hitam! 4 Toner Alpha Arbutin untuk Meratakan Warna Kulit

Bebas Kusam dan Noda Hitam! 4 Toner Alpha Arbutin untuk Meratakan Warna Kulit

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Setelah Peeling Serum Pakai Apa? Ini Urutan Skincare agar Kulit Tidak Iritasi

Setelah Peeling Serum Pakai Apa? Ini Urutan Skincare agar Kulit Tidak Iritasi

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Lewat #YokKitaGAS, BRI Peduli Ajak Pengunjung MotoGP Mandalika Kurangi dan Pilah Sampah

Lewat #YokKitaGAS, BRI Peduli Ajak Pengunjung MotoGP Mandalika Kurangi dan Pilah Sampah

Lampung | Minggu, 11 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Di Balik Rekor Kunjungan Wisatawan: Saat Air Bersih Warga Dikorbankan untuk Vila Mewah

Di Balik Rekor Kunjungan Wisatawan: Saat Air Bersih Warga Dikorbankan untuk Vila Mewah

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Tak Hanya Balapan, BRI Peduli Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di MotoGP Mandalika 2026

Tak Hanya Balapan, BRI Peduli Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di MotoGP Mandalika 2026

Malang | Minggu, 11 Oktober 2026 | 20:36 WIB

×